Enam Faktor Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 10:43 WIB 2
Enam Faktor Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Perlu Diwaspadai

Saat Idul Adha, konsumsi olahan daging seperti sate, gulai, hingga rendang biasanya meningkat. Kondisi ini perlu diwaspadai karena makanan tinggi lemak yang dikonsumsi berlebihan dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh.

Pada wanita dewasa usia 20 tahun ke atas, batas kolesterol tinggi berbeda-beda tergantung jenisnya. Kolesterol total dinilai tinggi jika mencapai 200 mg per desiliter darah, non-HDL di atas 130 mg/dL, dan LDL 100 mg/dL atau lebih.

Penyebab Kolesterol Pada Wanita

Wanita berisiko mengalami kolesterol tinggi karena banyak faktor yang saling berkaitan. Sebagiannya dapat dikendalikan melalui gaya hidup, tetapi sebagian lain tidak bisa diubah.

Perubahan hormon menjadi salah satu pemicu yang sering terjadi pada perempuan dewasa. Saat kadar estrogen menurun, kolesterol total, LDL, dan trigliserida dapat ikut meningkat.

Selain hormon, pola makan tinggi lemak jenuh juga berperan dalam kenaikan kolesterol. Risiko akan semakin besar bila kebiasaan ini berlangsung dalam jangka panjang tanpa diimbangi aktivitas fisik.

Perubahan Hormon Dan Usia

Fase perimenopause dan menopause kerap memengaruhi profil lemak darah pada wanita. Pada periode ini, tubuh mengalami perubahan hormonal yang dapat membuat kadar kolesterol lebih sulit dikendalikan.

Penurunan estrogen disebut berdampak pada meningkatnya kolesterol jahat di dalam darah. Kondisi ini juga dapat membuat risiko penyakit jantung meningkat di kemudian hari.

Usia yang bertambah turut membuat kemampuan tubuh membersihkan kolesterol dari darah menurun. Efeknya pada perempuan sering lebih terasa karena beriringan dengan proses penuaan dan menopause.

Kondisi Kesehatan Dan Obat

Sejumlah kondisi medis dapat mendorong naiknya kadar kolesterol dalam darah. Diabetes, penyakit ginjal kronis, lupus, HIV, dan hipotiroidisme termasuk di antaranya.

Sleep apnea dan polycystic ovary syndrome atau PCOS juga dapat berkaitan dengan tingginya kolesterol. Pada sebagian orang, efek ini muncul akibat gangguan metabolisme yang menyertai penyakit tersebut.

Obat-obatan yang digunakan selama masa pengobatan juga bisa memengaruhi kadar lemak darah. Meski begitu, keberadaan penyakit tersebut tidak selalu berarti kolesterol pasti tinggi.

Cegah Kolesterol Sejak Dini

Pola makan seimbang menjadi langkah awal untuk menekan risiko kolesterol tinggi pada wanita. Konsumsi daging tetap dapat dilakukan, tetapi porsinya perlu dikendalikan dan tidak berlebihan.

Aktivitas fisik rutin membantu tubuh menjaga keseimbangan metabolisme lemak. Kebiasaan ini juga mendukung kesehatan jantung dan memperbaiki profil kolesterol secara bertahap.

Pemeriksaan kesehatan berkala penting untuk memantau kadar kolesterol sejak dini. Dengan deteksi lebih awal, risiko komplikasi dapat ditekan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!