Purbaya: IHSG Berpeluang Kembali ke Level 8.000

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 22 Mei 2026 17:42 WIB 6
Purbaya: IHSG Berpeluang Kembali ke Level 8.000

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak di sekitar level 7.000-an pada perdagangan hari ini, posisi yang mendekati titik terendah sejak gejolak pasar saat pandemi COVID-19. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat.

Purbaya menyebut IHSG berpeluang kembali ke level 8.000-an seperti pada awal 2026. Ia menyampaikan pandangan itu di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026), seraya menegaskan bahwa pergerakan saham sangat ditentukan oleh kinerja perusahaan dan kondisi ekonomi nasional.

IHSG dan Fundamental Ekonomi

Purbaya menilai arah IHSG tidak bisa dilepaskan dari fundamental perusahaan. Menurut dia, ketika ekonomi membaik, profitabilitas emiten juga akan ikut meningkat. Kondisi itu pada akhirnya mendorong valuasi saham kembali menguat.

Ia menjelaskan, pergerakan harga saham pada dasarnya mengikuti kinerja bisnis yang mendasarinya. Jika fundamental perekonomian Indonesia terjaga, maka perusahaan berpeluang mencatat laba yang lebih baik. Dari situ, pasar saham dinilai memiliki ruang untuk pulih.

Purbaya juga menegaskan bahwa saat ini perekonomian nasional berada dalam keadaan baik. Karena itu, ia melihat pelemahan IHSG lebih bersifat sementara. Ia meyakini arah pasar akan kembali sejalan dengan penguatan ekonomi.

Dalam pandangannya, sentimen pasar memang bisa menekan indeks dalam jangka pendek. Namun, kekuatan fundamental disebut menjadi penopang utama dalam jangka panjang. Hal itu membuat IHSG masih memiliki peluang besar untuk naik kembali.

Prospek Saham Undervalue

Purbaya menyarankan investor untuk mencermati emiten yang masih mencetak keuntungan meski harga sahamnya turun. Menurut dia, saham seperti itu berpotensi menjadi undervalue. Kondisi tersebut justru dapat menjadi peluang bagi investor yang masuk lebih awal.

Ia menilai, jika sebuah perusahaan tetap untung, maka harga saham yang jatuh tidak selalu mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Dalam situasi seperti itu, pasar dinilai terlalu pesimistis. Karena itu, pembelian saham dapat memberikan peluang keuntungan di masa depan.

Purbaya mengatakan keputusan investasi tetap perlu melihat kualitas fundamental emiten. Investor diminta tidak hanya terpaku pada pergerakan harian indeks. Fokus utama, menurut dia, adalah pada kinerja usaha dan prospek pertumbuhan laba.

Ia menegaskan bahwa pasar saham akan lebih kuat jika ditopang oleh perusahaan yang sehat. Ketika laba emiten meningkat, kepercayaan investor juga cenderung membaik. Hal ini dapat menjadi katalis bagi kenaikan IHSG secara bertahap.

Optimisme Pasar Modal

Purbaya meminta para pelaku pasar saham untuk tidak khawatir menghadapi pelemahan indeks. Ia menilai pemerintah akan terus memperbaiki ekonomi ke depan. Dengan laju perbaikan yang konsisten, pasar modal diyakini akan ikut merespons positif.

Menurut dia, percepatan pemulihan ekonomi menjadi kunci untuk mengangkat kembali sentimen investor. Semakin cepat kebijakan ekonomi membaik, semakin besar pula peluang pasar saham bergerak naik. Optimisme itu disebut harus dijaga agar kepercayaan pasar tidak melemah.

Purbaya menambahkan bahwa IHSG diperkirakan akan rebound dalam waktu tidak lama. Ia bahkan menilai secara teknikal indeks berpeluang bergerak lebih kencang pada pekan depan. Meski demikian, pernyataan tersebut tetap bergantung pada respons pasar dan kondisi ekonomi yang berkembang.

Dengan pandangan itu, ia melihat pelemahan IHSG saat ini sebagai fase yang masih bisa dipulihkan. Selama fundamental ekonomi terjaga, indeks dinilai memiliki ruang untuk bangkit. Harapan kembalinya IHSG ke level 8.000-an pun masih terbuka.

Arah IHSG ke Depan

Prospek IHSG dalam beberapa waktu mendatang akan sangat ditentukan oleh stabilitas ekonomi nasional. Jika pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan terus membaik, pasar saham berpotensi kembali menarik minat investor. Kondisi itu bisa mendorong indeks bergerak ke zona yang lebih tinggi.

Pasar biasanya merespons cepat terhadap perubahan sentimen dan data ekonomi. Namun, kekuatan jangka panjang tetap bertumpu pada fundamental yang solid. Karena itu, kinerja perusahaan menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Pernyataan Purbaya memberi sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga optimisme di pasar modal. Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas yang bisa muncul sewaktu-waktu. Strategi selektif dinilai lebih relevan dalam situasi seperti ini.

Dengan fondasi ekonomi yang diklaim kuat, IHSG dinilai masih memiliki potensi pemulihan. Jika skenario itu terwujud, level 8.000-an bukan mustahil kembali disentuh. Pasar kini tinggal menunggu pembuktian dari kinerja ekonomi dan laba emiten.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!