Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 20:54 WIB 5
Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah ekonom senior di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Dalam pertemuan itu, ia mendapat banyak masukan terkait pengendalian ekonomi saat menghadapi tekanan krisis.

Purbaya mengatakan para tokoh yang hadir berasal dari kalangan mantan Gubernur Bank Indonesia hingga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Ia menegaskan seluruh masukan tersebut akan dicatat dan dipelajari untuk memperkuat kebijakan ekonomi nasional.

Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Purbaya menegaskan tidak ada kekhawatiran ekonomi Indonesia akan masuk fase krisis akibat pelemahan rupiah. Menurut dia, masukan dari para ekonom senior justru memperkuat keyakinan bahwa fondasi ekonomi nasional masih sehat.

Ia menyebut kondisi saat ini tidak dapat dibandingkan langsung dengan krisis 1998. Saat itu, rupiah anjlok dari sekitar Rp2.000 per dolar AS menjadi Rp17.000, sedangkan pelemahan sekarang masih berada di kisaran 4 persen hingga 5 persen.

Dengan perbandingan itu, Purbaya menilai daya tahan ekonomi Indonesia masih jauh lebih baik. Ia menekankan bahwa indikator fundamental belum menunjukkan tanda-tanda masalah serius.

Masukan Dari Ekonom Senior

Dalam pertemuan tersebut, para ekonom senior berbagi pengalaman mengenai penanganan krisis pada 2007 hingga 2008. Mereka juga mengulas sejumlah pelajaran dari periode krisis sebelumnya yang dinilai relevan untuk kondisi saat ini.

Purbaya mengatakan seluruh pandangan itu akan dipelajari dengan cermat oleh pemerintah. Menurut dia, pengalaman para senior penting sebagai referensi dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Ia menilai diskusi tersebut memberi perspektif tambahan bagi pemerintah dalam membaca dinamika ekonomi global maupun domestik. Pendekatan semacam ini, kata dia, diperlukan agar kebijakan yang diambil tetap adaptif.

Rupiah Dan Persepsi Publik

Purbaya menyebut pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh persepsi publik. Selain itu, tekanan juga datang dari pasar keuangan yang sempat terdampak peringatan transparansi dari MSCI terhadap pasar modal domestik.

Ia menggambarkan tekanan terhadap Indonesia datang secara bertahap dari berbagai arah. Mulai dari MSCI, lembaga pemeringkat, hingga pergerakan nilai tukar, semuanya memberi sentimen terhadap pasar.

Meski demikian, Purbaya menilai persoalan utama bukan terletak pada fundamental ekonomi. Ia menegaskan fokus pemerintah adalah memperbaiki komunikasi agar capaian ekonomi lebih dipahami publik.

Strategi Pemerintah Ke Depan

Menurut Purbaya, pemerintah perlu lebih aktif menyosialisasikan keberhasilan ekonomi nasional. Langkah itu dinilai penting untuk memperbaiki persepsi pasar dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa komunikasi kebijakan akan diperkuat agar publik memperoleh gambaran yang lebih utuh. Pemerintah juga akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan secara berkala.

Purbaya menambahkan, stabilitas ekonomi tidak hanya ditopang oleh kebijakan fiskal dan moneter. Kejelasan informasi kepada publik juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!