Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perhatian dalam Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre, Yogyakarta, Jumat, 21 Mei 2026. Dalam suasana santai bersama Founder CT Corp Chairul Tanjung, ia melontarkan candaan bahwa dirinya menyesal kini menjabat sebagai Menteri Keuangan. Purbaya mengatakan pekerjaan yang diembannya lebih berat dan jauh lebih sibuk dibanding saat masih memimpin Lembaga Penjamin Simpanan. Ia juga menyinggung bahwa penghasilan yang diterimanya saat ini lebih kecil.
Canda tersebut disampaikan Purbaya di hadapan para peserta acara yang menyambutnya dengan tawa. Ia menyebut kehidupan di LPS terasa lebih ringan karena beban kerja tidak sepadat sekarang. Dalam forum itu, Purbaya juga menyinggung perubahan fisik yang dialaminya sejak menjabat sebagai menteri. Menurut dia, dalam delapan bulan berat badannya turun sekitar 10 kilogram.
Menkeu Purbaya dan Beban Kerja
Purbaya menyampaikan kelakar itu saat berbincang dengan Chairul Tanjung di panggung festival keuangan tersebut. Ia mengatakan bahwa menjadi Menteri Keuangan membuat dirinya menghadapi banyak pekerjaan setiap hari. Dengan nada bercanda, ia menyebut kondisi itu berbeda jauh dari masa-masanya di LPS. Pernyataan itu membuat suasana acara menjadi lebih cair.
Dalam ucapannya, Purbaya menegaskan bahwa beban kerja di Kementerian Keuangan tidak ringan. Ia mengaku harus mengurus berbagai agenda yang menuntut perhatian penuh. Karena itu, ia menyebut posisi sebelumnya lebih santai dibanding jabatan sekarang. Candaan tersebut disampaikan tanpa mengurangi keseriusan pesan yang tersirat.
Purbaya juga menggambarkan bahwa tugas sebagai Menkeu menuntut energi lebih besar. Ia menilai ritme kerja yang padat menjadi tantangan tersendiri. Kondisi itu, menurut dia, terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta yang hadir merespons pernyataan tersebut dengan tawa dan tepuk tangan.
Perbandingan Gaji dan LPS
Selain soal beban kerja, Purbaya turut menyinggung besaran gaji yang diterimanya. Ia mengatakan gaji saat menjabat sebagai Menteri Keuangan lebih kecil dibandingkan saat menjadi Ketua Dewan Komisioner LPS. Pernyataan itu disampaikan dalam gaya bercanda, namun tetap menarik perhatian audiens. Ia lalu menyebut bahwa di LPS, pekerjaan terasa lebih santai.
Purbaya menggambarkan posisinya dulu di LPS sebagai jabatan yang memberi kenyamanan lebih. Menurut dia, tanggung jawab tetap ada, tetapi ritme kerjanya tidak sepadat jabatan menteri. Ia menyebut kombinasi gaji yang lebih besar dan beban kerja yang lebih ringan sebagai alasan mengapa masa itu terasa enak. Ucapan itu kembali memancing tawa dari hadirin.
Dalam forum tersebut, Purbaya tidak menjadikan perbandingan itu sebagai keluhan serius. Ia justru memakainya sebagai candaan untuk mencairkan suasana diskusi. Meski demikian, pernyataannya memperlihatkan perbedaan nyata antara jabatan di lembaga penjamin simpanan dan kementerian. Hal itu menegaskan tingginya tuntutan dalam pengelolaan kebijakan fiskal negara.
Berat Badan Ikut Turun
Purbaya mengatakan, tekanan kerja sebagai Menteri Keuangan turut berdampak pada kondisi fisiknya. Ia mengaku berat badannya turun sekitar 10 kilogram selama delapan bulan menjabat. Penurunan itu, menurut dia, menjadi salah satu alasan mengapa tubuhnya tampak lebih kurus. Ia menyampaikan hal tersebut dengan nada berseloroh.
Ucapan itu sekaligus memberi gambaran bahwa jabatan Menkeu menyita banyak energi. Jadwal yang padat dan tanggung jawab besar disebut ikut memengaruhi keseharian dirinya. Dalam konteks itu, candaan tentang berat badan menjadi bagian dari penjelasan yang mudah dipahami publik. Pesan yang muncul adalah bahwa jabatan tinggi memiliki konsekuensi fisik dan mental.
Meski disampaikan dengan humor, pernyataan tersebut mencerminkan padatnya beban kerja di kementerian. Purbaya tampil santai saat berbicara di hadapan para tamu undangan. Respons yang hangat dari peserta menunjukkan bahwa candaan itu diterima sebagai bagian dari komunikasi publik. Suasana forum pun tetap berlangsung akrab.
Latar Belakang Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa resmi diangkat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 8 September 2025. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Pengangkatan itu menempatkannya pada salah satu posisi strategis dalam pemerintahan. Tugasnya mencakup pengelolaan fiskal, stabilitas anggaran, dan kebijakan ekonomi nasional.
Sebelum masuk ke Kementerian Keuangan, Purbaya dikenal luas sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS. Ia ditunjuk berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 58/M Tahun 2020 pada 3 September 2020. Jabatan tersebut memberinya pengalaman dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan perlindungan simpanan masyarakat. Pengalaman itu menjadi bekal penting saat ia beralih ke kursi Menkeu.
Riwayat karier tersebut membuat Purbaya memahami dua sisi penting dari sektor keuangan negara. Di satu sisi, ia pernah memimpin lembaga penjamin simpanan dengan ritme kerja yang berbeda. Di sisi lain, ia kini memikul tanggung jawab kebijakan fiskal yang jauh lebih luas. Perjalanan itu menjadi latar yang relevan dari candaan yang ia lontarkan di Yogyakarta.
