PSN Siapkan Strategi Lawan Starlink dengan Satelit Lokal

Teknologi BRH 23 Mei 2026 03:07 WIB 7
PSN Siapkan Strategi Lawan Starlink dengan Satelit Lokal

Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menyiapkan strategi berbeda untuk menghadapi persaingan layanan internet satelit Low Earth Orbit, LEO, milik Starlink yang kian agresif di Indonesia. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menyebut perusahaan memilih jalur teknologi lokal dan tidak mengikuti perang harga.

PSN baru saja mengoperasikan satelit Nusantara Lima, satelit GEO yang telah mengantongi izin Jartupsat dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Dengan kapasitas hingga 160 Gbps, layanan tersebut diklaim menjadi yang terbesar di kawasan Asia.

Strategi PSN Hadapi Starlink

Adi menegaskan PSN ingin menawarkan pilihan yang berbeda dari Starlink. Menurut dia, perbedaan itu terletak pada pendekatan teknologi dan kemandirian infrastruktur.

PSN mengembangkan perangkat dan sistem pendukung secara lokal, termasuk antena Cerdiq. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem satelit nasional.

Perusahaan menilai strategi tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan Indonesia yang memiliki tantangan geografis luas. Dengan model itu, PSN berharap layanan dapat menjangkau wilayah yang sulit terhubung jaringan darat.

Adi menegaskan PSN tidak ingin sekadar meniru model bisnis pesaing global. Perusahaan memilih fokus pada keandalan layanan dan nilai strategis bagi kepentingan nasional.

Satelit Nusantara Lima Dikerahkan

Nusantara Lima menjadi andalan terbaru PSN dalam memperkuat layanan internet berbasis satelit. Satelit ini beroperasi sebagai GEO dan telah memperoleh izin resmi dari otoritas terkait.

Izin Jartupsat dan VSAT menjadi landasan operasional bagi layanan PSN di tanah air. Dengan izin tersebut, perusahaan dapat memperluas pemanfaatan kapasitas satelit untuk pelanggan korporasi dan institusi.

PSN menyebut seluruh kapasitas layanan ditempatkan di wilayah Indonesia. Skema ini dinilai memudahkan pengelolaan jaringan sekaligus memperkuat kontrol atas infrastruktur.

Peluncuran operasional Nusantara Lima juga menjadi penanda peningkatan kapasitas layanan nasional. PSN berharap keberadaan satelit ini dapat mendukung konektivitas di wilayah terpencil dan perbatasan.

Teknologi Lokal Jadi Andalan

Adi menekankan pengembangan teknologi lokal merupakan elemen penting dalam strategi perusahaan. PSN ingin memastikan kemampuan teknis tidak sepenuhnya bergantung pada pihak luar.

Antena Cerdiq disebut sebagai salah satu contoh produk buatan dalam negeri yang digunakan dalam ekosistem layanan PSN. Kehadiran perangkat lokal itu dinilai memberi ruang bagi industri nasional untuk tumbuh.

Dengan basis teknologi domestik, PSN berharap layanan dapat lebih mudah dikendalikan dan dikembangkan. Perusahaan juga menilai pendekatan ini memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

Menurut Adi, teknologi lokal bukan hanya soal produksi perangkat, tetapi juga soal penguasaan pengetahuan. Karena itu, PSN mendorong transfer keahlian di dalam negeri agar ekosistemnya semakin kuat.

Persaingan Harga Tidak Dipilih

PSN mengakui persaingan dengan Starlink tidak ringan, terutama dari sisi finansial. Perusahaan global seperti Starlink dinilai memiliki ruang manuver harga yang jauh lebih besar.

Adi mengatakan PSN tidak ingin terlibat dalam perang harga yang tidak sehat. Perusahaan juga menolak strategi subsidi besar-besaran untuk merebut pasar.

Menurut dia, Starlink dapat memanfaatkan keuntungan dari pasar Amerika Serikat dan Eropa untuk ekspansi ke negara lain. Kondisi itu membuat persaingan harga menjadi tidak seimbang bagi pemain lokal.

PSN memilih menjaga disiplin bisnis sambil mengandalkan diferensiasi layanan. Perusahaan menilai keberlanjutan jangka panjang lebih penting daripada sekadar mengejar penetrasi pasar secara agresif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!