PSN Siapkan Strategi Hadapi Persaingan Internet Satelit Starlink

Teknologi Moh. Royhan Nahado 28 Mei 2026 05:53 WIB 5
PSN Siapkan Strategi Hadapi Persaingan Internet Satelit Starlink

Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menyiapkan strategi berbeda untuk menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit (LEO) milik Starlink yang kian agresif di Indonesia. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menegaskan perusahaan memilih jalur pengembangan teknologi lokal dan tidak ingin terjebak perang harga.

Strategi itu disampaikan setelah PSN resmi mengoperasikan satelit Nusantara Lima, yang telah mengantongi izin Jartupsat dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Dengan kapasitas hingga 160 Gbps, layanan tersebut disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia.

Strategi Internet Satelit PSN

Adi mengatakan PSN ingin menawarkan pilihan yang berbeda dari Starlink. Menurut dia, perbedaan itu terletak pada teknologi yang dibangun dan dikendalikan di dalam negeri.

Ia menyebut sejumlah komponen, termasuk antena Cerdiq, dikembangkan secara lokal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri satelit nasional.

PSN menilai pendekatan berbasis teknologi lokal lebih relevan untuk kebutuhan Indonesia. Perusahaan ingin menghadirkan layanan yang sesuai dengan karakter geografis dan kebutuhan konektivitas di wilayah terpencil.

Di sisi lain, pendekatan itu juga dimaksudkan untuk menjaga kemandirian teknologi nasional. PSN menempatkan kedaulatan layanan sebagai nilai utama dalam ekspansi bisnisnya.

Fokus Pada Teknologi Lokal

Adi menegaskan bahwa infrastruktur yang dibangun di dalam negeri memberi keuntungan strategis. Salah satunya adalah kontrol yang lebih besar terhadap operasional layanan.

Menurut dia, seluruh kapasitas layanan akan berputar di tanah air. Kondisi tersebut dinilai lebih aman dari gangguan geopolitik global yang bisa memengaruhi layanan lintas negara.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan teknologi lokal membuat layanan tidak mudah dihentikan oleh faktor eksternal. Dengan demikian, pelanggan dapat memperoleh kepastian layanan dalam jangka panjang.

PSN melihat pengembangan teknologi nasional bukan sekadar pilihan bisnis. Langkah itu juga diposisikan sebagai kontribusi terhadap kedaulatan digital Indonesia.

Persaingan Dengan Starlink

Adi mengakui persaingan dengan Starlink bukan perkara mudah. Tantangan terbesar, menurut dia, muncul dari sisi finansial dan strategi harga.

Meski demikian, PSN memilih untuk tidak masuk ke perang harga. Perusahaan juga menolak praktik subsidi besar-besaran yang dinilai tidak sehat bagi industri.

Adi bahkan menyebut persaingan dengan tokoh terkaya di dunia sebagai situasi yang tidak sederhana. Karena itu, PSN lebih memilih bermain pada kekuatan produk dan keunggulan layanan.

Starlink dinilai memiliki fleksibilitas bisnis yang kuat karena dapat memanfaatkan pendapatan dari pasar maju. Keuntungan itu kemudian dapat digunakan untuk memperluas penetrasi di negara lain, termasuk Indonesia.

Kapasitas Nusantara Lima

PSN resmi mengoperasikan satelit Nusantara Lima sebagai bagian dari penguatan layanan internet berbasis satelit. Satelit ini menjadi andalan baru untuk memperluas jangkauan konektivitas nasional.

Kapasitas yang dibawa mencapai 160 Gbps, jumlah yang disebut terbesar di Asia. Angka tersebut menjadi modal penting bagi PSN untuk memperkuat posisinya di pasar layanan satelit.

Izin operasional Jartupsat dan VSAT dari Komdigi turut menjadi landasan legal bagi pengembangan layanan. Dengan izin itu, PSN dapat memperluas pemanfaatan satelit untuk berbagai kebutuhan komunikasi.

Ke depan, PSN berharap Nusantara Lima dapat memperkuat akses internet di wilayah yang belum terlayani optimal. Perusahaan menargetkan layanan yang stabil, aman, dan berdaya saing di tengah kompetisi global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!