PSN Siapkan Operasi Komersial Satelit Nusantara Lima (N5) 160 Gbps

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 13 Mei 2026 11:38 WIB 8
PSN Siapkan Operasi Komersial Satelit Nusantara Lima (N5) 160 Gbps

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) hampir mengoperasikan Satelit Nusantara Lima (N5) secara komersial setelah memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Uji Laik Operasi (ULO) Satelit N5 dilaksanakan di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23–24 April 2026 sebagai prasyarat operasional. Kapasitasnya mencapai 160 Gbps, menjadikan N5 sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia dan andalan pemerataan akses internet nasional.

Dalam pernyataan pers, Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menegaskan kelulusan ULO merupakan langkah krusial sebelum layanan publik dimulai. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap program Asta Cita untuk mempercepat pemerataan konektivitas di wilayah 3T hingga pelosok Nusantara. Ia juga menegaskan bahwa infrastruktur satelit ini tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga patuh pada regulasi nasional.

Lebih lanjut, PSN menegaskan bahwa Satelit N5 berperan sebagai aset utama dalam mendukung transformasi digital nasional dan pemerataan konektivitas di Indonesia. PSN menyatakan bahwa N5 akan memperkuat layanan publik serta mendorong percepatan adopsi solusi digital di berbagai sektor. Hal ini ditujukan agar akses internet berkualitas dapat menjangkau daerah-daerah terpencil secara lebih merata.

Kapasitas 160 Gbps

Satelit N5 memiliki kapasitas sebesar 160 Gbps, dirancang untuk meningkatkan kecepatan dan keandalan konektivitas di wilayah Indonesia.

Platform yang digunakan adalah Boeing 702MP dengan 101 spot beams Ka-band, memungkinkan cakupan luas hingga kawasan ASEAN.

Dengan kapasitas tersebut, Satelit N5 diposisikan sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia.

N5 juga telah diluncurkan dari Florida pada September 2025 dan melalui fase Electric Orbit Raising (EOR) sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN menyatakan seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, kini terintegrasi dengan segmen luar angkasa.

Satelit ini diproyeksikan mendukung layanan internet cepat untuk publik, sektor bisnis, serta peningkatan keamanan nasional di seluruh Indonesia.

ULO dan Uji Validasi dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan semua fasilitas berfungsi sesuai standar.

Pengujian mencakup validasi infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT guna menjaga kualitas layanan serta kepatuhan terhadap spektrum frekuensi.

Hasilnya menunjukkan bahwa Satelit N5 laik untuk dioperasikan secara komersial.

Jangkauan ASEAN Luas

Kapasitas N5 diharapkan mendukung area di kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina.

Kehadiran N5 memperluas ekosistem konektivitas lintas negara dan memperkuat rantai pasok digital regional.

Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk mempercepat transformasi digital nasional melalui infrastruktur satelit.

Keberadaan N5 diperkirakan memperluas akses internet hingga wilayah perbatasan dan daerah terpencil.

Hal ini juga mengurangi disparitas akses digital antar daerah dan negara tetangga di ASEAN.

Jangkauan regional ini menunjukkan potensi Satelit N5 untuk mendukung layanan korporat, pemerintahan, dan layanan publik lintas negara.

Nilai tambah bagi industri telekomunikasi nasional termasuk peningkatan kapasitas jaringan nasional.

Ketersediaan 160 Gbps memungkinkan operator untuk menggelar layanan broadband lebih luas.

Inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah meningkatkan kecepatan rata-rata internet hingga 100 Mbps pada 2029.

Dukungan Transformasi Digital

Pemerintah menilai kelulusan Satelit N5 sebagai aset strategis untuk transformasi digital nasional.

Kehadiran kapasitas 160 Gbps diharapkan mempercepat pencapaian target kecepatan internet rata-rata Indonesia sebesar 100 Mbps pada 2029.

Hal ini juga diharapkan meningkatkan kualitas layanan publik dan efisiensi layanan digital.

Edwin Hidayat Abdullah, Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menekankan bahwa N5 akan memperkuat layanan publik.

Ia menambahkan bahwa pemerintah menekankan kepatuhan regulasi dan keamanan jaringan sesuai regulasi spektrum frekuensi.

Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas nasional dari 3T hingga pusat-pusat urban.

Falatehan, Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi, menyatakan seluruh proses pengujian telah dilakukan secara komprehensif dan ketat.

Menurut Falatehan, pemeriksaan di Gateway Banjarbaru mencakup keandalan transmisi dan keamanan jaringan VSAT.

Ia menegaskan hasilnya menunjukkan Satelit N5 laik untuk dioperasikan secara komersial.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!