PSN Luncurkan Satelit Nusantara Lima dengan Kapasitas 160 Gbps

Teknologi BRH 14 Mei 2026 01:04 WIB 14
PSN Luncurkan Satelit Nusantara Lima dengan Kapasitas 160 Gbps

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) memastikan Satelit Nusantara Lima (N5) akan beroperasi secara komersial. Izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan VSAT diperoleh dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah uji kelayakan. Uji Laik Operasi (ULO) dilaksanakan di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23–24 April 2026, sebagai tahap kunci sebelum layanan publik.

Dampak dan Target

Operasional N5

Proses ULO yang dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi memastikan infrastruktur Satelit N5 memenuhi standar teknis dan keamanan. Kelulusan ini menjadi prasyarat operasional komersial serta persetujuan atas izin JARTUPSAT dan VSAT. Penilaian dilakukan di Gateway Banjarbaru dan menandai tonggak penting bagi layanan internet nasional.

Hasil evaluasi turut diawasi langsung oleh Dirjen Ekosistem Digital, pejabat penanggung jawab, serta koordinator regulasi frekuensi. Evaluasi menyasar keandalan transmisi, keamanan jaringan, dan kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia. Para evaluator menilai bahwa Satelit N5 layak beroperasi untuk melayani publik secara bertahap.

Setelah ULO selesai, PSN berharap Satelit N5 dapat memperluas akses internet terutama di wilayah 3T. Kapasitas 160 Gbps dipandang sebagai pilar peningkatan kecepatan dan stabilitas layanan bagi warga, pelaku bisnis, dan institusi publik. Langkah ini turut mempercepat program perwujudan pemerataan konektivitas nasional.

Kapasitas 160 Gbps

N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band. Platform tersebut menandakan kemampuan tinggi untuk melayani area luas dengan efisiensi spektrum. Jangkauan satelit meliputi kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina.

Satelit diluncurkan September 2025 dari Florida, Amerika Serikat, dan menjalani fase Electric Orbit Raising (EOR) sebelum menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026. Setelah penempatan orbit, infrastruktur darat, termasuk tujuh stasiun bumi, telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. PSN menegaskan bahwa operasional N5 akan meningkatkan layanan internet cepat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Operasional lifetime Satelit N5 diproyeksikan lebih dari 15 tahun. Kapasitas 160 Gbps memungkinkan layanan berkualitas untuk publik, bisnis, dan keamanan nasional. PSN menegaskan kesiapan infrastruktur untuk mendukung program Asta Cita dan transformasi digital nasional.

3T dan Regulasi

Keberadaan Satelit N5 dipandang sebagai aset strategis bagi transformasi digital nasional. Target kecepatan internet nasional sebesar 100 Mbps pada 2029 bisa lebih mudah dicapai dengan tambahan kapasitas ini. Pemerintah terus mendorong pemerataan konektivitas melalui infrastruktur satelit berkelas dunia.

Regulator menilai kelayakan ULO sebagai fondasi bagi operasi komersial berkelanjutan. Pemerataan layanan publik di daerah terpencil menjadi fokus utama program pemerataan akses digital. Pemanfaatan N5 diharapkan mengurangi kesenjangan antara kota dan pelosok Nusantara.

PSN berkomitmen menjaga keamanan jaringan VSAT dan kepatuhan terhadap regulasi frekuensi. Investasi ini juga diharapkan memperluas layanan pemerintah dan institusi kritikal. Upaya ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!