PSN Kantongi Izin Operasi Satelit Nusantara Lima

Teknologi BRH 24 Mei 2026 15:39 WIB 7
PSN Kantongi Izin Operasi Satelit Nusantara Lima

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selangkah lagi mengoperasikan secara komersial Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Izin itu diberikan usai Satelit N5 dinyatakan lolos Uji Laik Operasi (ULO) di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 disebut sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia. Kehadirannya diharapkan memperkuat infrastruktur satelit nasional dan memperluas pemerataan akses internet, terutama di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal.

Satelit N5 dan izin komersial

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan kelulusan ULO menjadi fase krusial sebelum Satelit N5 melayani masyarakat secara luas. Menurut dia, capaian ini menandai kesiapan teknis sekaligus kepatuhan terhadap regulasi nasional.

Adi menegaskan PSN bersyukur karena Satelit Nusantara Lima telah melewati tahapan pengujian bersama tim evaluator. Ia menyebut perusahaan siap menjalankan misi besar berikutnya untuk mendukung pemerataan konektivitas di seluruh Nusantara.

PSN juga memandang kehadiran Satelit N5 sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional. Infrastruktur ini diproyeksikan membantu mengurangi kesenjangan akses internet di daerah yang selama ini belum terlayani optimal.

Uji laik operasi Komdigi

Proses ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan sarana dan prasarana Satelit N5 memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas. Pengujian tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Pengujian mencakup validasi infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kualitas layanan, keandalan sistem, dan kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia.

Pelaksanaan ULO di Gateway Banjarbaru turut ditinjau Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan. Kehadiran para pejabat itu menunjukkan pentingnya pengujian sebelum satelit dinyatakan laik komersial.

Satelit N5 perkuat internet nasional

Edwin mengatakan Satelit N5 merupakan aset strategis dalam mendukung transformasi digital nasional. Ia menilai kapasitas besar satelit ini relevan untuk mengejar target kecepatan internet rata-rata Indonesia sebesar 100 Mbps pada 2029.

Menurut Edwin, pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Ia berharap kapasitas 160 Gbps dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah dengan akses digital terbatas.

Pernyataan itu mempertegas posisi Satelit N5 bukan hanya sebagai proyek teknologi, tetapi juga sebagai infrastruktur layanan publik. Satelit ini diharapkan menjadi salah satu penopang utama percepatan digitalisasi nasional.

Jangkauan luas dan infrastruktur

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band. Jangkauannya meliputi wilayah Indonesia dan kawasan ASEAN, termasuk Malaysia serta Filipina.

Satelit ini sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, Satelit N5 menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, sudah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung layanan internet cepat, sektor bisnis, hingga penguatan keamanan nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!