PSN Kantongi Izin Komersial Satelit Nusantara Lima

Teknologi BRH 26 Mei 2026 23:30 WIB 3
PSN Kantongi Izin Komersial Satelit Nusantara Lima

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selangkah lagi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 secara komersial setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Izin itu diterbitkan usai Satelit N5 lulus Uji Laik Operasi (ULO) di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23–24 April 2026.

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 diproyeksikan menjadi salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia dan memperkuat infrastruktur satelit nasional untuk pemerataan akses internet. Kehadiran satelit ini dinilai penting untuk mendukung layanan digital di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Satelit N5 Perkuat Internet Nasional

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut kelulusan ULO menjadi tahap krusial sebelum satelit melayani masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa Satelit N5 dibangun dengan teknologi mutakhir dan tetap mematuhi standar regulasi nasional.

PSN menyatakan kesiapan untuk menjalankan misi memperluas konektivitas hingga ke pelosok Nusantara. Perusahaan juga menautkan pengoperasian satelit ini dengan upaya mendukung program Asta Cita dalam memperkecil kesenjangan akses digital.

Adi mengatakan seluruh proses telah menempatkan aspek teknologi dan kepatuhan regulasi sebagai prioritas utama. Menurut dia, hal itu menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang andal dan siap digunakan secara komersial.

Uji Laik Operasi Di Banjarbaru

ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan sarana dan prasarana Satelit N5 memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas. Pengujian mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Proses pengujian mencakup validasi jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan layanan VSAT. Pemeriksaan ini bertujuan menjamin kualitas layanan, keandalan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia.

Pelaksanaan ULO di Banjarbaru turut ditinjau langsung oleh pejabat Komdigi, termasuk Direktur Jenderal Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah. Hadir pula JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan.

Target Kecepatan Internet Nasional

Edwin menilai kehadiran Satelit N5 sebagai aset strategis dalam mendukung transformasi digital nasional. Ia menyebut infrastruktur ini relevan untuk membantu pencapaian target kecepatan internet rata-rata Indonesia sebesar 100 Mbps pada 2029.

Pemerintah terus mendorong pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia melalui penguatan infrastruktur digital. Menurut Edwin, kapasitas 160 Gbps dari Satelit N5 diharapkan segera dimanfaatkan untuk memperkuat layanan publik di daerah dengan keterbatasan akses internet.

Ia menambahkan, kelulusan ULO menunjukkan kesiapan teknis satelit tersebut untuk beroperasi secara komersial. Dengan demikian, Satelit N5 dipandang sebagai salah satu penopang penting agenda besar transformasi digital nasional.

Jangkauan Luas Hingga ASEAN

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band dan menjangkau kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina. Karakteristik itu membuat kapasitasnya tidak hanya menopang kebutuhan domestik, tetapi juga memperluas cakupan layanan regional.

Satelit ini sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, N5 menjalani fase Electric Orbit Raising (EOR) sebelum menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, telah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diproyeksikan mendukung internet cepat, bisnis, dan keamanan nasional di seluruh Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!