PSN Andalkan Satelit Lokal untuk Saingi Starlink di Indonesia

Teknologi BRH 29 Mei 2026 04:45 WIB 2
PSN Andalkan Satelit Lokal untuk Saingi Starlink di Indonesia

Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menyiapkan strategi berbeda untuk menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit, khususnya Starlink yang kian agresif di Indonesia. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menegaskan perusahaan tidak ingin terjebak dalam perang harga, melainkan menawarkan layanan berbasis teknologi lokal.

PSN baru saja mengoperasikan satelit Nusantara Lima, satelit GEO yang telah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit, atau Jartupsat, serta Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Dengan kapasitas besar dan infrastruktur dalam negeri, PSN menargetkan posisi yang berbeda dari pemain global seperti Starlink.

Strategi PSN Hadapi Starlink

Adi mengatakan PSN sengaja memilih pendekatan yang tidak serupa dengan Starlink. Perusahaan ingin menawarkan opsi lain bagi pasar Indonesia, terutama untuk kebutuhan konektivitas yang membutuhkan stabilitas layanan. Menurut dia, pembeda utama PSN terletak pada kemandirian teknologi yang dibangun di dalam negeri.

Salah satu perangkat yang dikembangkan adalah antena Cerdiq, yang disebut sebagai produk buatan lokal. PSN menempatkan inovasi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat industri satelit nasional. Langkah tersebut juga diharapkan membuka ruang lebih besar bagi ekosistem teknologi dalam negeri.

Adi menegaskan, pengembangan teknologi lokal bukan sekadar pilihan bisnis, melainkan bagian dari upaya menjaga kedaulatan layanan satelit. Dengan sistem yang dibangun di Indonesia, PSN menilai layanan dapat lebih terlindungi dari ketergantungan pada kebijakan luar negeri. Ia menyebut pendekatan ini penting di tengah situasi geopolitik global yang dinamis.

Kedaulatan Jadi Nilai Utama

PSN menilai seluruh kapasitas layanan yang dioperasikan berada di wilayah Indonesia. Karena itu, perusahaan percaya layanan mereka tidak mudah terdampak oleh keputusan eksternal dari negara lain. Adi menyebut hal ini sebagai nilai tambah yang sulit ditawarkan oleh semua penyedia layanan satelit.

Ia menjelaskan, ancaman gangguan geopolitik menjadi salah satu pertimbangan utama dalam membangun infrastruktur satelit. Menurut dia, layanan yang bergantung penuh pada pengendalian di luar negeri memiliki risiko operasional yang lebih besar. PSN berusaha meminimalkan risiko tersebut melalui kontrol yang lebih kuat di dalam negeri.

Dalam pandangan PSN, kemandirian teknologi juga memberi rasa aman bagi pelanggan. Perusahaan ingin memastikan layanan tetap tersedia tanpa hambatan yang tidak berkaitan dengan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, satelit Nusantara Lima diposisikan bukan hanya sebagai produk komersial, tetapi juga aset strategis nasional.

Menolak Perang Harga

Adi mengakui persaingan dengan Starlink bukan perkara mudah, terutama dari sisi finansial dan strategi harga. Namun PSN memilih untuk tidak masuk ke dalam kompetisi subsidi besar-besaran yang dinilai tidak sehat. Perusahaan ingin menjaga model bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Ia menyinggung kemampuan Starlink yang dapat menjual layanan di pasar besar seperti Amerika Serikat dan Eropa dengan harga tinggi. Keuntungan dari pasar tersebut kemudian dapat dipakai untuk memperluas penetrasi di negara lain, termasuk Indonesia. Kondisi itu, menurutnya, membuat persaingan harga menjadi sangat berat bagi pemain lokal.

PSN karena itu memilih fokus pada diferensiasi layanan dan ketahanan operasional. Perusahaan menilai kompetisi tidak harus selalu ditentukan oleh harga terendah. Dalam pandangan Adi, nilai utama justru ada pada kualitas layanan, ketersediaan, dan kemandirian teknologi.

Nusantara Lima Jadi Andalan

PSN resmi mengoperasikan layanan internet berbasis satelit Nusantara Lima dengan kapasitas hingga 160 Gbps. Kapasitas tersebut disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia. Kehadiran satelit ini diharapkan memperkuat posisi PSN di tengah persaingan layanan internet satelit.

Dengan kapasitas jumbo, PSN menargetkan layanan yang lebih luas untuk kebutuhan konektivitas di berbagai wilayah. Satelit GEO ini diharapkan menjadi tulang punggung layanan yang stabil bagi pelanggan korporasi maupun institusi. PSN juga melihat peluang besar untuk mendukung pemerataan akses internet di daerah yang belum terjangkau jaringan terestrial.

Pengoperasian Nusantara Lima menjadi penanda bahwa PSN tidak hanya bersaing secara bisnis, tetapi juga membawa agenda strategis nasional. Perusahaan ingin menunjukkan bahwa teknologi satelit buatan dan dikelola dari dalam negeri mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Di tengah dominasi pemain global, PSN menempatkan kemandirian sebagai fondasi utama pertumbuhannya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!