Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi di Indonesia

Teknologi Moh. Royhan Nahado 29 Mei 2026 06:00 WIB 6
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi di Indonesia

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan mulai diposisikan sebagai infrastruktur strategis untuk memperluas layanan internet berbasis satelit di seluruh Indonesia, terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T. Peresmian operasi satelit berkapasitas 160 Gbps itu disaksikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut kehadiran Satelit Nusantara Lima sebagai simbol kemandirian nasional dalam konektivitas digital. Satelit ini tidak hanya menjangkau Indonesia, tetapi juga melayani Malaysia dan Filipina, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital kawasan ASEAN.

Satelit N5 dan konektivitas

Adi menjelaskan, cakupan Satelit Nusantara Lima dirancang untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang semakin besar di Indonesia dan negara tetangga. Dari total kapasitas 160 Gbps, porsi terbesar tetap dialokasikan untuk Tanah Air karena kebutuhan domestik masih menjadi prioritas utama.

Menurut dia, sebanyak 140 Gbps digunakan untuk Indonesia, sementara masing-masing 20 Gbps dialokasikan untuk Filipina dan Malaysia. Alokasi tersebut menunjukkan bahwa satelit ini disiapkan sebagai solusi konektivitas yang fleksibel, kuat, dan dapat diandalkan.

PSN menilai kebutuhan internet berbasis satelit tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari sektor swasta dan berbagai lembaga lainnya. Karena itu, Satelit N5 diposisikan sebagai opsi jaringan yang mampu mendukung pemerataan akses digital di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial.

Keberadaan satelit ini juga dinilai mempertegas pentingnya kemandirian konektivitas di tengah dinamika geopolitik global. Dalam pandangan PSN, kebutuhan negara-negara tetangga terhadap layanan semacam ini menjadi bukti bahwa infrastruktur digital kini telah menjadi bagian dari ketahanan nasional.

Satelit N5 dan investasi

Untuk membangun hingga mengoperasikan Satelit Nusantara Lima, PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp 8 triliun. Nilai tersebut mencerminkan besarnya skala proyek yang disiapkan untuk menopang layanan internet nasional dalam jangka panjang.

Investasi itu tidak hanya mencakup wahana antariksa, tetapi juga pengembangan infrastruktur pendukung di darat. Dengan demikian, satelit ini dirancang sebagai sistem yang terintegrasi dari ruang angkasa hingga titik layanan ke pengguna.

Satelit N5 sempat melalui proses panjang sejak diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, satelit menjalani fase Electric Orbit Raising atau EOR sebelum akhirnya menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

Serangkaian tahapan tersebut menunjukkan bahwa pengoperasian satelit tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses teknis yang ketat. Langkah ini menjadi bagian penting agar kapasitas satelit dapat dimanfaatkan secara optimal saat masuk ke fase layanan penuh.

Satelit N5 dan izin operasi

Resminya pengoperasian Satelit Nusantara Lima juga ditopang oleh kelengkapan izin dari Kementerian Komunikasi dan Digital. PSN telah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit atau Jartupsat, serta izin Very Small Aperture Terminal atau VSAT.

Izin tersebut diperoleh setelah Satelit N5 dinyatakan lolos Uji Laik Operasi yang digelar di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23 hingga 24 April 2026. Hasil uji itu menjadi dasar penting sebelum satelit mulai digunakan secara resmi untuk layanan komersial dan publik.

Pemeriksaan kelayakan operasional menjadi bagian penting untuk memastikan satelit dapat bekerja sesuai standar teknis dan keamanan. Dengan status yang sudah sah, Satelit N5 kini dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari jaringan nasional yang lebih luas.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, telah terhubung dengan segmen luar angkasa. Integrasi ini diharapkan mempercepat distribusi layanan internet ke berbagai wilayah yang selama ini belum terlayani optimal.

Satelit N5 untuk pemerataan

Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit Nusantara Lima disebut sebagai salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia. Kapasitas besar ini membuatnya berperan penting dalam memperkuat cadangan kapasitas satelit nasional.

PSN menilai kehadiran satelit ini akan membantu mempercepat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Fokus utamanya adalah wilayah 3T yang kerap menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi darat.

Selain untuk masyarakat umum, Satelit N5 juga diproyeksikan mendukung kebutuhan sektor bisnis, layanan pemerintah, dan lembaga-lembaga strategis lainnya. Dalam jangka panjang, satelit ini juga dipandang dapat memperkuat keamanan nasional melalui jaringan komunikasi yang lebih stabil.

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, Satelit Nusantara Lima diharapkan menjadi tulang punggung baru konektivitas digital Indonesia. Kehadirannya memberi sinyal bahwa pemerataan internet kini bergerak ke tahap yang lebih serius dan terukur.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!