Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 29 Mei 2026 06:03 WIB 5
Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pengoperasian satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan memperkuat pemerataan akses internet nasional. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pengoperasian satelit tersebut di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026.

Meutya menjelaskan, akses internet di Indonesia saat ini telah menjangkau lebih dari 80 persen populasi, namun masih ada sekitar 20 persen penduduk yang belum terhubung. Pemerintah menargetkan konektivitas digital yang lebih merata hingga menjangkau Sabang sampai Merauke, termasuk wilayah 3T dan desa-desa yang masih blank spot.

Satelit Nusantara Lima

Meutya menilai kehadiran satelit Nusantara Lima menjadi langkah penting untuk menutup kesenjangan konektivitas di berbagai daerah. Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, satelit ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan internet di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur darat.

Menurutnya, kapasitas besar tersebut akan membantu penyediaan layanan internet di daerah pelosok tanpa bergantung penuh pada pasokan dari luar negeri. Pemerintah ingin agar kebutuhan masyarakat atas informasi dan layanan digital dapat dipenuhi oleh kekuatan industri dalam negeri.

Ia menegaskan bahwa pemerataan internet tidak boleh hanya berhenti pada daerah yang dekat dengan pusat pertumbuhan ekonomi. Akses digital, kata dia, harus hadir di pulau-pulau terluar hingga kawasan yang selama ini belum tersentuh jaringan memadai.

Meutya juga menyinggung pengalaman pemerintah saat membagikan Starlink di Miangas ketika Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke wilayah terluar tersebut. Menurut dia, kebijakan itu diambil karena kebutuhan masyarakat harus dipenuhi segera, meski saat itu solusi dari industri nasional belum siap sepenuhnya.

Target Desa Tanpa Internet

Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung layanan internet dapat menikmati konektivitas digital pada akhir 2026. Target ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem Indonesia Digital, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Meutya mengatakan agenda tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan jaringan, tetapi juga pada pemerataan manfaat ekonomi dari internet. Menurutnya, konektivitas harus memberi dampak langsung terhadap produktivitas, akses informasi, dan kualitas hidup masyarakat.

Ia menegaskan bahwa internet yang masuk ke desa harus menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Karena itu, pemerintah ingin memastikan pembangunan infrastruktur digital berjalan seiring dengan penguatan kapasitas masyarakat di daerah.

Program perluasan akses internet juga diposisikan sebagai bagian dari strategi nasional untuk mempercepat transformasi digital. Dengan demikian, daerah yang sebelumnya terisolasi secara digital dapat ikut terhubung dengan layanan publik, pendidikan, dan ekonomi berbasis teknologi.

Perlindungan Ruang Digital

Selain menghadirkan konektivitas, pemerintah juga menaruh perhatian pada aspek perlindungan masyarakat di ruang digital. Meutya menyebut konektivitas tidak akan berarti jika tidak disertai upaya menjaga warga dari ancaman siber yang terus berkembang.

Ia menyampaikan bahwa anak-anak harus dilindungi dari kekerasan siber, judi online, radikalisasi, dan berbagai risiko digital lainnya. Menurutnya, akses internet yang luas perlu dibarengi aturan dan pengawasan yang tegas agar ruang digital tetap aman.

Pemerintah menilai perlindungan tersebut penting karena masyarakat di daerah yang baru terhubung sering kali belum memiliki literasi digital yang memadai. Karena itu, edukasi publik akan menjadi bagian dari penguatan ekosistem digital nasional.

Meutya menekankan bahwa pertumbuhan jaringan harus berjalan beriringan dengan perlindungan pengguna, terutama kelompok rentan. Dengan pendekatan itu, konektivitas diharapkan tidak hanya membuka akses, tetapi juga menjaga masyarakat dari dampak negatif dunia maya.

Kolaborasi Industri Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Meutya menyebut Satelit Nusantara Lima sebagai infrastruktur strategis untuk mendukung agenda transformasi digital nasional. Pemerintah menilai proyek ini menunjukkan kemampuan industri nasional dalam menghadirkan solusi telekomunikasi skala besar.

Ia mengatakan Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan keberanian industri untuk terus berinovasi. PSN, menurutnya, telah membuktikan bahwa sektor swasta nasional mampu mengambil peran penting dalam pembangunan digital.

Pemerintah pun akan terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri untuk membangun ekosistem digital yang maju, aman, berdaulat, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan layanan yang lebih luas sekaligus menjaga kemandirian teknologi Indonesia.

Dengan dukungan satelit Nusantara Lima, pemerintah berharap pemerataan internet dapat berlangsung lebih cepat dan lebih terarah. Target akhirnya adalah memastikan seluruh warga Indonesia, dari pusat kota hingga pulau terluar, dapat menikmati manfaat ekonomi digital secara setara.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!