Psikolog: Self-Care Tak Harus Mahal, Istirahat Juga Penting

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 16:23 WIB 2
Psikolog: Self-Care Tak Harus Mahal, Istirahat Juga Penting

Self-care kerap dipahami sebagai liburan mahal, staycation, atau belanja untuk melepas penat, padahal anggapan itu tidak sepenuhnya tepat. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi., menegaskan bahwa self-care bisa dilakukan dengan cara sederhana, bahkan tanpa mengeluarkan uang.

Dalam acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini, Annisa menjelaskan bahwa yang kerap menjadi mitos adalah anggapan self-care harus selalu berkaitan dengan pengeluaran. Ia menilai, istirahat yang cukup justru sudah termasuk bentuk perawatan diri yang penting untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental.

Makna Self-Care Sejati

Annisa menjelaskan bahwa self-care pada dasarnya adalah upaya untuk mengisi ulang energi fisik dan mental yang terkuras oleh aktivitas harian. Ia mengibaratkan kondisi tubuh seperti baterai yang perlu diisi kembali agar dapat berfungsi optimal.

Menurutnya, saat seseorang terlalu lelah, tubuh dan pikiran membutuhkan jeda untuk kembali bekerja dengan baik. Karena itu, self-care bukan sekadar memanjakan diri, melainkan kebutuhan dasar agar seseorang tetap bertenaga dan semangat menjalani hari.

Ia menegaskan bahwa banyak orang salah memahami self-care sebagai gaya hidup mewah yang hanya bisa dilakukan saat memiliki waktu luang atau dana lebih. Padahal, langkah sederhana seperti berhenti sejenak dari rutinitas juga sudah memberi efek pemulihan yang berarti.

Istirahat Termasuk Perawatan Diri

Banyak orang merasa bersalah ketika memilih untuk rebahan atau beristirahat di rumah, padahal hal itu tidak selalu keliru. Menurut Annisa, istirahat yang cukup justru merupakan bagian penting dari self-care.

Ia menyebut, me-time dan jeda dari aktivitas padat dapat membantu seseorang memulihkan tenaga yang habis terpakai. Namun, ia mengingatkan bahwa istirahat tetap perlu dilakukan secara seimbang agar tidak berubah menjadi kebiasaan yang menghambat aktivitas.

Annisa mencontohkan, beristirahat dalam waktu wajar membantu tubuh kembali siap menghadapi rutinitas berikutnya. Sebaliknya, jika terlalu lama tidak bergerak atau menunda kewajiban, manfaat self-care bisa berkurang.

Self-Care Tanpa Biaya Besar

Annisa juga meluruskan anggapan bahwa self-care harus dilakukan dengan jalan-jalan atau traveling. Menurutnya, masih banyak pilihan sederhana yang dapat dilakukan di rumah atau di lingkungan terdekat.

Beberapa bentuk self-care yang ia sebut antara lain tidur cukup di akhir pekan, tidak membuka urusan kerja sementara waktu, dan menolak ajakan jika memang sedang membutuhkan ruang sendiri. Cara-cara tersebut dinilai efektif untuk memberi jeda pada pikiran yang penuh tekanan.

Ia menegaskan bahwa tidak semua orang membutuhkan aktivitas mahal untuk merasa pulih. Dalam banyak kasus, memberi waktu pada diri sendiri sudah cukup untuk mengembalikan energi dan memperbaiki suasana hati.

Self-Care dalam Beragam Bentuk

Annisa menjelaskan bahwa self-care memiliki banyak bentuk, mulai dari spiritual, fisik, emosional, hingga mental. Setiap orang dapat memilih bentuk yang paling sesuai dengan kebutuhan dirinya pada saat tertentu.

Untuk spiritual self-care, seseorang dapat beribadah atau bermeditasi agar batin terasa lebih tenang. Pada aspek fisik, olahraga ringan bisa membantu tubuh tetap bugar dan tidak mudah lesu.

Sementara itu, emotional self-care dapat dilakukan melalui journaling atau refleksi diri, sedangkan mental self-care bisa ditempuh dengan membaca buku atau belajar hal baru. Dengan pendekatan yang tepat, self-care dapat menjadi kebiasaan sederhana yang mendukung kesehatan menyeluruh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!