Antriin.id Hadirkan Jasa Titip Antrean di Jabodetabek

Teknologi Moh. Royhan Nahado 31 Mei 2026 17:22 WIB 2
Antriin.id Hadirkan Jasa Titip Antrean di Jabodetabek

Profesi jasa titip kini berkembang ke arah yang lebih beragam, tidak lagi sebatas membeli makanan atau barang. Tren terbaru yang muncul adalah jasa titip antrean, atau joki antrean, yang memungkinkan pelanggan membayar orang lain untuk menunggu di lokasi tertentu.

Salah satu penggagas layanan ini adalah Elan Setiawan, yang melihat peluang besar karena praktik serupa sudah lama berjalan di media sosial tanpa wadah terpusat. Melalui aplikasi Antriin.id, ia mencoba menghadirkan sistem yang lebih rapi, terukur, dan mudah diakses publik.

Antriin.id dan peluang startup

Elan menilai jasa titip antre sebenarnya sudah cukup dikenal di masyarakat, terutama melalui WhatsApp dan Instagram. Namun, layanan itu belum memiliki platform yang menyatukan permintaan dan mitra secara lebih sistematis.

Dari pengamatan tersebut, ia kemudian membangun Antriin.id sebagai aplikasi yang mempertemukan pengguna dengan mitra antre. Konsep ini dihadirkan agar proses pemesanan menjadi lebih praktis dan transparan.

Menurut Elan, gagasan itu lahir dari kebutuhan pasar yang terus tumbuh. Ia melihat jasa titip antre memiliki potensi menjadi model bisnis baru di ekosistem startup lokal.

Dengan pendekatan aplikasi, layanan yang sebelumnya tersebar kini dapat diakses dalam satu wadah. Skema ini juga membuat pelanggan lebih mudah mengetahui estimasi biaya sebelum memesan.

Pengembangan sejak awal tahun

Elan mengatakan pengembangan Antriin.id dimulai sejak awal 2025. Aplikasi tersebut kemudian diluncurkan secara soft release pada pertengahan Juli 2025.

Pada tahap awal, fokus utama perusahaan adalah mencari mitra yang dapat ditempatkan di berbagai titik layanan. Saat itu, jumlah mitra yang terdaftar masih sekitar 100 orang.

Seluruh proses, mulai dari desain hingga coding, dikerjakan secara mandiri oleh Elan. Ia menyebut operasional awal juga dijalankan sendiri sebelum platform dibuka lebih luas.

Setelah sistem dasar terbentuk, permintaan antrean untuk publik baru dibuka pada Oktober 2025. Langkah ini dilakukan setelah jumlah mitra dianggap cukup untuk menopang layanan.

Sistem kerja mirip ojol

Konsep kerja Antriin.id dibuat menyerupai layanan ojek online, tetapi untuk kebutuhan antrean. Pengguna mengunduh aplikasi, memilih lokasi tujuan, lalu memesan mitra yang akan mewakili mereka di tempat tersebut.

Sistem akan menghitung estimasi harga berdasarkan lokasi dan kebutuhan antrean. Setelah pesanan masuk, mitra yang berada di area terdekat akan menerima permintaan sesuai ketersediaan.

Elan menjelaskan bahwa permintaan hanya dapat dibuat jika ada mitra di sekitar lokasi dengan radius minimal 1 kilometer dan maksimal 10 kilometer. Aturan ini dibuat agar layanan tetap berjalan efektif dan tidak membebani pelanggan.

Model tersebut membuat proses antre menjadi lebih terstruktur dibandingkan jasa titip yang berjalan secara informal. Selain itu, pelanggan juga dapat memantau layanan sesuai status pesanan di aplikasi.

Tarif dan potensi penghasilan

Tarif jasa antrean di Antriin.id dipatok di kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam. Skema harga itu disesuaikan dengan durasi antre dan tingkat kesulitan di lapangan.

Bagi mitra, peluang pendapatan bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. Besaran itu bergantung pada jumlah pesanan yang diterima dan lama antrean yang dijalani.

Elan menyebut, pendapatan tersebut umumnya diperoleh mitra yang aktif mengambil banyak order dalam sehari. Karena itu, platform ini juga dipandang sebagai sumber penghasilan tambahan.

Hingga kini, jumlah mitra Antriin.id telah melampaui 230 orang yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Layanan yang dibuka tidak hanya untuk makanan viral, tetapi juga antrean rumah sakit.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!