Produksi Emas China Turun, Permintaan Meningkat Q1 2026

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 14 Mei 2026 02:28 WIB 11
Produksi Emas China Turun, Permintaan Meningkat Q1 2026

Produksi emas China pada kuartal pertama 2026 turun signifikan menurut China Gold Association (CGA). Volume total produksi, mencakup bahan baku domestik dan impor, mencapai 136,23 metrik ton, turun 3,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini dipicu penutupan sementara beberapa pabrik peleburan untuk perawatan rutin, sehingga pasokan logam mulia melambat.

Di sisi lain, permintaan emas China meningkat meski ada pelemahan produksi, dengan lonjakan 4,4% yoy menjadi 303,29 ton. Permintaan tersebut memperlebar kesenjangan antara pasokan dan permintaan emas di kuartal pertama 2026. Para analis menilai tren ini berpotensi mendorong pergerakan harga emas di pasar China dan bisa berdampak ke harga global, terutama dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan tensi geopolitik saat ini.

Gambaran Pasokan-Demand

Penurunan produksi emas China tercermin pada angka CGA untuk kuartal pertama 2026. Volume total produksi, termasuk bahan baku domestik dan impor, mencapai 136,23 metrik ton, turun 3,3% yoy. Penutupan sementara beberapa pabrik peleburan untuk perawatan rutin menjadi faktor utama penurunan.

Produksi bahan baku domestik juga menurun, turun 7,1% yoy menjadi 81,06 ton. Penutupan beberapa pabrik peleburan untuk perawatan rutin menjadi penyebab utama penurunan tersebut. Kondisi ini memperlihatkan adanya pengetatan pasokan emas di level domestik China.

Ketatnya pasokan memperlihatkan dinamika di pasar domestik. Pasokan yang menipis diimbangi dengan aktivitas industri yang melandai. Fluktuasi pasokan menambah tekanan harga di periode mendatang.

Permintaan emas China menunjukkan dinamika berbeda dengan peningkatan 4,4% yoy menjadi 303,29 ton. Permintaan untuk batangan dan koin meningkat, sedangkan konsumsi emas perhiasan turun. Lonjakan investasi emas mencerminkan preferensi investor terhadap aset yang relatif likuid.

Permintaan emas batangan dan koin melonjak 46,4% yoy menjadi 202,06 ton. Di sisi lain, konsumsi emas perhiasan turun 37,1% yoy menjadi 84,62 ton. Perubahan komposisi permintaan mencerminkan perubahan preferensi konsumen terhadap produk emas.

Minat investasi pada emas tetap kuat, dengan emas batangan dan koin menjadi produk investasi yang sangat diminati. Penjualan emas batangan melalui bank meningkat secara signifikan. CGA menyatakan tren ini menunjukkan perubahan preferensi investor terhadap emas sebagai aset penyimpan nilai.

Fenomena ini memicu spekulasi bahwa penurunan produksi dan lonjakan permintaan akan mempengaruhi harga emas di China. Kondisi ekonomi global yang tidak pasti serta tensi geopolitik turut menambah volatilitas pasar. Analis menilai pasar emas akan terus menyesuaikan diri dengan dinamika pasokan dan permintaan.

Beberapa analis melihat potensi peningkatan arus investasi ke emas batangan dan koin dapat menahan tekanan harga jangka pendek. Siklus permintaan yang beragam di antara segmen seperti batangan, koin, dan perhiasan dapat memperumit proyeksi harga. Investor diminta memantau kebijakan moneter dan faktor geopolitik secara berkala.

Secara keseluruhan, dinamika kuartal pertama ini menegaskan pentingnya pemantauan data produksi dan permintaan emas. Perubahan tren ini diperkirakan akan mempengaruhi pasar emas domestik maupun global dalam beberapa bulan mendatang. CGA menekankan perlunya pemantauan berkelanjutan terhadap indikator produksi dan permintaan emas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!