Seorang pria asal Malaysia menjadi sorotan setelah membagikan dedikasinya menjahit sendiri busana Lebaran untuk seluruh anggota keluarganya. Melalui akun TikTok @prince.syed.shahid, ia memperlihatkan seragam keluarga berwarna hijau neon yang dikenakan saat ziarah ke pemakaman.
Unggahan tersebut menarik perhatian warganet karena menampilkan komitmen sang ayah menyiapkan 30 pasang baju berbeda untuk dipakai setiap hari selama bulan Syawal. Seluruh busana itu dibuat sendiri demi membahagiakan istri dan anak-anaknya, sekaligus menjadi tradisi yang ia banggakan.
Busana Lebaran Keluarga
Dalam video yang diunggah, keluarga itu tampak kompak mengenakan busana melayu modern dengan warna yang mencolok. Nuansa hijau neon membuat penampilan mereka langsung mencuri perhatian di tengah suasana ziarah yang khusyuk.
Ayah, ibu, dan kedua anak mereka tampil serasi dengan detail payet yang terlihat mewah. Aksesori yang digunakan juga dipilih senada agar keseluruhan tampilan terlihat rapi dan selaras.
Konsep busana seperti ini bukan hal baru bagi keluarga tersebut. Setiap momen Lebaran, mereka diketahui kerap tampil dengan tema pakaian yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Kreasi Jahitan Syawal
Sang pria menegaskan bahwa seluruh busana itu merupakan hasil jahitannya sendiri. Ia bahkan menargetkan membuat 30 pasang pakaian untuk menemani hari-hari selama bulan Syawal.
Komitmen tersebut ia tuangkan dalam unggahan bertuliskan, Selamat Hari Raya 2026, bermula lah 30 hari 30 pasang baju in sha Allah. Ia menambahkan bahwa hasil jahitannya dipersembahkan untuk keluarga tercinta.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa tradisi Lebaran dapat dirayakan melalui karya yang personal. Bagi keluarga ini, busana bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang.
Sorotan Warganet
Penampilan keluarga ini segera menjadi buah bibir di media sosial. Banyak pengguna TikTok menyoroti keberanian mereka memilih warna yang sangat kontras dengan suasana pemakaman.
Di sisi lain, tak sedikit pula warganet yang mengapresiasi keterampilan sang ayah dalam menjahit. Mereka menilai dedikasi seperti itu jarang ditemui karena membutuhkan waktu, ketelatenan, dan kreativitas tinggi.
Viralnya unggahan tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi keluarga dapat menjadi tontonan publik di era digital. Dari satu video singkat, kisahnya menyebar luas dan memancing berbagai reaksi dari pengguna media sosial.
Makna di Balik Busana
Di balik warna yang mencolok, busana seragam itu membawa pesan kebersamaan yang kuat. Sang ayah ingin menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga melalui sesuatu yang ia buat dengan tangan sendiri.
Pilihan untuk tampil seragam juga menegaskan identitas keluarga yang kompak dalam merayakan hari raya. Dengan sentuhan jahitan pribadi, setiap pakaian memiliki nilai emosional yang lebih dalam dibandingkan busana siap pakai.
Kisah ini menjadi contoh bagaimana momen Lebaran kerap diisi dengan tradisi keluarga yang unik. Melalui kreativitas dan ketekunan, sebuah busana dapat berubah menjadi simbol cinta, kebersamaan, dan kebanggaan.
