Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok Anjloknya IHSG

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 29 Mei 2026 02:54 WIB 2
Airlangga Bantah Danantara DSI Jadi Biang Kerok Anjloknya IHSG

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi penyebab anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Badan yang akan mengelola ekspor komoditas strategis itu sebelumnya diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Airlangga menegaskan pelemahan pasar lebih dipicu sentimen global, termasuk rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pada perdagangan pagi ini, ia menyebut IHSG justru kembali bergerak di zona hijau.

Airlangga mengatakan koreksi yang terjadi di pasar saham merupakan hal yang wajar. Ia mencontohkan, pada perdagangan sebelumnya memang ada penyesuaian pada sejumlah emiten yang keluar dari indeks acuan. Pernyataan itu disampaikan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/5/2026). Menurutnya, pergerakan IHSG tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan pembentukan badan baru tersebut.

IHSG dan Sentimen Global

Airlangga menjelaskan, pelemahan pasar saham lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal yang tengah berlangsung. Salah satunya adalah aksi rebalancing indeks MSCI yang berdampak pada pergerakan saham-saham tertentu. Kondisi seperti ini, menurut dia, lazim memicu koreksi jangka pendek. Karena itu, penurunan IHSG tidak perlu dibaca sebagai sinyal negatif terhadap kebijakan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pasar keuangan selalu merespons berbagai kabar, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dalam situasi seperti itu, investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio secara cepat. Hal tersebut kemudian tercermin pada naik turunnya indeks secara harian. Airlangga menyebut koreksi semacam itu adalah bagian dari dinamika pasar.

Menurut Airlangga, pada perdagangan pagi ini IHSG telah bergerak kembali ke zona hijau. Ia menilai pemulihan tersebut menunjukkan pasar tetap memiliki kepercayaan terhadap fundamental ekonomi. Pemerintah, lanjutnya, terus menjaga stabilitas kebijakan agar pelaku pasar memiliki kepastian. Dengan demikian, volatilitas harian tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Airlangga juga menekankan bahwa pelemahan indeks yang terjadi sebelumnya bukan fenomena tunggal. Pasar global saat ini masih dipengaruhi ketidakpastian, termasuk perubahan arah modal asing. Situasi itu membuat pergerakan indeks di berbagai negara cenderung fluktuatif. Dalam konteks tersebut, IHSG ikut merasakan tekanan yang sama.

Tanggapan Pengusaha Nasional

Selain membahas pergerakan IHSG, Airlangga menyampaikan bahwa pelaku usaha menyambut baik kebijakan pemerintah. Ia mengatakan pengusaha dari dalam negeri maupun luar negeri telah menerima penjelasan mengenai pembentukan DSI. Setelah sosialisasi dilakukan, menurutnya, respons yang muncul cukup positif. Para pengusaha disebut siap bekerja sama dengan badan yang dibentuk pemerintah.

Airlangga menyampaikan apresiasi dari berbagai asosiasi usaha, baik nasional maupun internasional. Menurutnya, mereka memahami arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat tata kelola komoditas strategis. Sikap terbuka itu dinilai penting untuk menjaga kelancaran investasi dan perdagangan. Pemerintah berharap kolaborasi tersebut dapat memberi manfaat bagi perekonomian.

Ia menambahkan bahwa keberadaan badan baru itu dirancang untuk mendukung pengelolaan ekspor sumber daya alam. Dalam pandangannya, kebijakan tersebut justru dapat memberi kepastian bagi dunia usaha. Kepastian itu dinilai penting agar pelaku pasar dapat menyusun strategi bisnis secara lebih terukur. Dengan komunikasi yang baik, kekhawatiran pasar dapat ditekan.

Airlangga menegaskan pemerintah akan terus berdialog dengan para pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan agar kebijakan yang diambil dapat dipahami secara utuh oleh pasar. Ia juga menyebut sinergi dengan asosiasi usaha menjadi bagian penting dari proses transisi. Dari sisi pemerintah, keterbukaan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor.

Pergerakan IHSG Terbaru

Secara historis, IHSG sempat melemah 0,82 persen ke level 6.318,50 pada penutupan perdagangan Rabu (20/5/2026). Tekanan pasar semakin terasa saat pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam disampaikan pada pukul 11.19 WIB. Pada momen itu, indeks saham bahkan terjun lebih dari 2 persen. Pergerakan tersebut memicu perhatian pelaku pasar.

Pada perdagangan Kamis (21/5/2026), IHSG kembali ditutup melemah cukup dalam. Indeks terkoreksi 233 poin atau turun sekitar 3,54 persen ke level 6.094. Penurunan itu menunjukkan pasar masih berada dalam fase penyesuaian. Meski demikian, volatilitas tersebut masih dinilai wajar oleh pemerintah.

Memasuki penutupan perdagangan hari ini, IHSG kembali bangkit. Indeks saham utama itu tercatat menguat sekitar 1,1 persen dan kembali berada di level 6.100-an. Pemulihan ini memberi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda. Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan berikutnya dan perkembangan sentimen global.

Pergerakan tersebut menegaskan bahwa IHSG tetap sensitif terhadap isu kebijakan dan kondisi eksternal. Namun, respons pasar yang kembali menguat juga menunjukkan adanya ruang pemulihan. Bagi pemerintah, kestabilan sentimen menjadi faktor penting untuk menjaga momentum ekonomi. Karena itu, komunikasi kebijakan akan terus dijaga agar tidak menimbulkan salah tafsir di pasar.

Kepercayaan Pasar Tetap Terjaga

Airlangga menilai kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan pemerintah masih terjaga. Ia menekankan bahwa pengusaha dan investor memahami tujuan pembentukan DSI secara lebih luas. Menurutnya, badan tersebut disiapkan untuk mendukung pengelolaan komoditas strategis secara lebih terstruktur. Dengan begitu, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan lebih optimal.

Ia juga menekankan pentingnya membaca pergerakan pasar secara proporsional. Koreksi sesaat tidak selalu mencerminkan perubahan fundamental ekonomi. Dalam banyak kasus, pasar bergerak mengikuti reaksi atas informasi baru yang masuk. Oleh sebab itu, pemerintah memilih untuk fokus pada stabilitas dan kepastian kebijakan.

Di sisi lain, Airlangga menilai dialog dengan pelaku usaha harus terus diperkuat. Komunikasi yang terbuka dinilai mampu meredam spekulasi yang berlebihan. Ketika pelaku pasar memahami arah kebijakan, respons yang muncul cenderung lebih rasional. Hal ini juga membantu menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Dengan IHSG yang kembali menguat, pemerintah berharap optimisme pasar dapat bertahan. Airlangga menegaskan bahwa koreksi yang sempat terjadi bukan alasan untuk menarik kesimpulan terburu-buru. Menurutnya, pasar saham akan terus bergerak seiring perkembangan sentimen domestik dan global. Yang terpenting, fundamental ekonomi tetap dijaga agar kepercayaan investor tidak goyah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!