Presiden Prabowo Subianto menargetkan proporsi lapangan kerja formal naik menjadi 40,81 persen pada 2027, dari 35 persen pada 2026. Target itu disampaikan dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Pemerintah juga menyiapkan kebijakan yang diarahkan untuk menekan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan memperkecil ketimpangan.
Prabowo menyatakan pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah memasang sejumlah sasaran sosial yang lebih rendah dibanding target sebelumnya. Di saat yang sama, puluhan ribu lowongan kerja baru mulai dibuka melalui program Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Target Ekonomi 2027
Pemerintah menargetkan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81 persen pada 2027. Angka tersebut naik 5,81 persen dibanding target 2026 yang berada di level 35 persen. Prabowo menyebut perluasan kesempatan kerja menjadi bagian penting dari arah kebijakan fiskal tahun depan.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pemerintah akan membuka lapangan kerja secara besar-besaran. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tidak cukup jika tidak diikuti perluasan pekerjaan formal. Karena itu, arah kebijakan 2027 diarahkan untuk mendorong penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.
Selain lapangan kerja formal, pemerintah juga menyoroti kualitas pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kesempatan kerja disebut harus tercermin pada naiknya daya beli masyarakat. Dengan begitu, pertumbuhan tidak hanya terlihat di angka makro, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari warga.
Prabowo menyampaikan target tersebut dalam forum resmi pembahasan RAPBN 2027 di DPR. Pemerintah menilai kebijakan fiskal harus mampu mendukung penciptaan kerja yang lebih luas dan lebih berkualitas. Agenda itu menjadi salah satu fokus utama dalam penyusunan ekonomi makro tahun depan.
Kemiskinan dan Ketimpangan
Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan pada 2027 berada di kisaran 6 persen hingga 6,5 persen. Sasaran itu lebih rendah dibanding target sebelumnya yang berada pada rentang 6,5 persen hingga 7,5 persen. Penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu indikator utama keberhasilan kebijakan ekonomi.
Prabowo menyebut kesejahteraan rakyat harus meningkat secara nyata seiring pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kebijakan pemerintah tidak boleh berhenti pada pencapaian angka produk domestik bruto. Setiap pertumbuhan harus memberi dampak langsung kepada kelompok masyarakat bawah.
Selain kemiskinan, pemerintah juga menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka. Target 2027 ditetapkan pada kisaran 4,30 persen hingga 4,87 persen, lebih rendah dari sasaran sebelumnya 4,44 persen hingga 4,96 persen. Langkah ini diharapkan memperkuat pasar kerja nasional.
Rasio gini atau tingkat ketimpangan juga dibidik turun ke kisaran 0,362 hingga 0,367. Sebelumnya, pemerintah menargetkan angka 0,376 hingga 0,380. Prabowo menegaskan jarak antara kelompok kaya dan miskin tidak boleh melebar, melainkan harus terus menyempit.
Lowongan Kerja Baru
Pemerintah telah membuka 35.476 lowongan kerja untuk program Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Rekrutmen itu terdiri atas posisi manajer koperasi dan pegawai kampung nelayan. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses kerja di tingkat daerah.
Sebanyak 30.000 lowongan disiapkan untuk posisi manajer koperasi di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Sementara itu, 5.476 lowongan lainnya dibuka untuk pegawai Kampung Nelayan Merah Putih di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara. Status kepegawaian para pelamar akan berada di bawah perusahaan milik negara tersebut.
Pemerintah menyatakan proses rekrutmen dilakukan secara terbuka. Mekanisme ini diharapkan memberi peluang yang lebih luas bagi masyarakat yang memenuhi syarat. Seleksi terbuka juga menjadi bagian dari komitmen transparansi dalam penempatan tenaga kerja.
Pendaftaran lowongan tersebut telah dibuka sejak 15 April 2026 hingga 24 April 2026 melalui situs phtc.panselnas.go.id. Masyarakat yang berminat diminta mengikuti ketentuan resmi yang disediakan panitia. Program ini menjadi salah satu instrumen nyata untuk memperluas lapangan kerja formal.
Dampak Kebijakan Fiskal
Target yang disampaikan Prabowo menunjukkan arah kebijakan fiskal 2027 yang lebih menekankan pemerataan. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi juga dirasakan masyarakat luas. Fokus itu tercermin dari sasaran kerja formal, kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan.
Dalam konteks ekonomi makro, pembukaan lapangan kerja menjadi faktor penting untuk menjaga daya tahan konsumsi rumah tangga. Ketika lebih banyak masyarakat terserap dalam pekerjaan formal, pendapatan cenderung lebih stabil. Kondisi itu dapat mendukung penguatan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Program Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih juga menunjukkan pendekatan pemerintah yang menghubungkan pembangunan ekonomi dengan sektor riil. Keduanya diharapkan memperluas kesempatan kerja di daerah sekaligus memperkuat basis produksi lokal. Dengan cara ini, kebijakan fiskal dapat memberi efek berantai ke masyarakat.
Prabowo menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berubah menjadi peningkatan kesejahteraan yang terukur. Karena itu, target 2027 disusun dengan ukuran yang lebih konkret dan terarah. Pemerintah kini menunggu implementasi kebijakan agar sasaran tersebut dapat tercapai.
