Prabowo Perkenalkan Danantara dan Soroti Pengawasan Aset BUMN

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 16:45 WIB 6
Prabowo Perkenalkan Danantara dan Soroti Pengawasan Aset BUMN

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara saat menghadiri panen raya di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan Dony Oskaria yang menjabat sebagai Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN.

Prabowo menegaskan Danantara merupakan dana kedaulatan milik Indonesia yang dibentuk untuk mengelola kekayaan negara demi kepentingan masa depan bangsa. Ia menekankan, pengelolaan aset tersebut harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.

Danantara sebagai dana kedaulatan

Prabowo menjelaskan bahwa Danantara adalah singkatan dari Daya Anagata Nusantara. Ia memaknai kata daya sebagai energi atau kekuatan, sedangkan anagata berarti masa depan.

Menurut Prabowo, kehadiran lembaga ini merupakan upaya negara menjaga dan mengelola kekayaan nasional secara terarah. Ia menilai aset tersebut bukan hanya milik pemerintah saat ini, melainkan juga titipan bagi generasi mendatang.

Karena itu, Danantara ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam mengelola sumber daya ekonomi bangsa. Pemerintah diharapkan dapat memaksimalkan nilai aset tanpa mengurangi prinsip akuntabilitas.

Nilai aset yang dikelola

Prabowo menyebut Danantara akan menangani sekitar 1.040 BUMN yang tersebar di berbagai sektor. Total nilai aset yang dikelola disebut mencapai hampir US$1 triliun atau sekitar Rp17.000 triliun.

Angka tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab yang melekat pada pengelolaan badan usaha milik negara. Ia menilai aset sebesar itu harus dijaga dengan standar tata kelola yang kuat.

Dengan skala yang sangat besar, Prabowo menekankan pentingnya pengawasan berlapis. Ia mengingatkan agar seluruh proses pengelolaan tetap berpihak pada kepentingan publik.

Pesan soal transparansi

Dalam sambutannya, Prabowo meminta Dony Oskaria dan jajaran staf Danantara bekerja secara cermat. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kebocoran dalam pengelolaan uang rakyat.

Ia juga menekankan perlunya transparansi agar kepercayaan publik terhadap pengelolaan aset negara tetap terjaga. Menurutnya, setiap rupiah yang berasal dari kekayaan negara harus memberi manfaat nyata.

Pesan itu menjadi penegasan bahwa pengelolaan dana kedaulatan tidak boleh dilakukan secara longgar. Pemerintah harus memastikan sistem yang dibangun mampu mencegah penyimpangan sejak awal.

Harapan untuk masa depan

Prabowo menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa Danantara harus bekerja untuk anak dan cucu bangsa. Ia ingin kekayaan negara dikelola sebagai modal pembangunan jangka panjang.

Dengan pengelolaan yang baik, Danantara diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional. Lembaga ini juga dipandang sebagai sarana menjaga aset strategis negara agar tetap produktif.

Pernyataan Prabowo di Kebumen menegaskan arah baru pengelolaan kekayaan negara melalui Danantara. Fokus utamanya adalah efisiensi, transparansi, dan perlindungan atas kepentingan publik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!