Prabowo Dorong Indonesia Produksi Mobil hingga Televisi Sendiri

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 21 Mei 2026 19:52 WIB 7
Prabowo Dorong Indonesia Produksi Mobil hingga Televisi Sendiri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan keinginan agar Indonesia mampu memproduksi mobil, motor, televisi, komputer, dan ponsel sendiri. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat paripurna di DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan menyoroti pentingnya industrialisasi nasional. Menurutnya, langkah tersebut perlu didukung oleh Danantara yang dapat mempercepat pembiayaan pembangunan. Ia menilai, penguatan modal kerja akan menjadi kunci agar produksi dalam negeri dapat bergerak lebih cepat.

Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada pasar untuk memenuhi kebutuhan pasar lain. Ia menekankan, bangsa ini harus berani membangun kemampuan industri dari hulu ke hilir. Dalam pandangannya, produksi barang strategis di dalam negeri akan memperkuat kemandirian ekonomi. Dorongan itu juga menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memperbesar kapasitas industri nasional secara lebih serius.

Tekad Industrialisasi Nasional

Prabowo menyatakan Indonesia harus memasuki fase industrialisasi yang lebih kuat. Ia menyebut negara ini perlu mampu membuat mobil sendiri, motor sendiri, hingga televisi sendiri. Dalam penjelasannya, kebutuhan teknologi seperti komputer dan handphone juga harus diproduksi di dalam negeri. Ia menilai, kemampuan tersebut penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar.

Pernyataan itu disampaikan dengan nada tegas di hadapan para anggota DPR RI. Prabowo menolak pandangan bahwa Indonesia harus terus bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan industrinya. Ia menilai kemandirian produksi akan memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global. Karena itu, industrialisasi disebutnya sebagai agenda yang tidak bisa ditunda.

Prabowo juga menekankan bahwa pembangunan industri harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia melihat sektor manufaktur dapat membuka lapangan kerja dan memperluas rantai pasok nasional. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada konsumsi, tetapi juga pada produksi. Pandangan ini menjadi bagian dari arah pembangunan yang ingin ia dorong secara lebih terstruktur.

Peran Danantara

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung peran Danantara sebagai instrumen yang dapat mempercepat pembiayaan pembangunan. Ia menilai lembaga tersebut bisa menyuntikkan modal kerja untuk mendorong industrialisasi dalam negeri. Menurutnya, ketersediaan pembiayaan menjadi syarat penting agar proyek industri dapat berjalan lebih cepat. Tanpa dukungan modal yang memadai, target produksi nasional akan sulit dicapai.

Danantara dipandang mampu menjadi penggerak bagi sektor-sektor strategis yang memerlukan investasi besar. Prabowo melihat, dukungan pembiayaan tidak hanya penting untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk penguatan kapasitas produksi. Dengan struktur pendanaan yang lebih kuat, pemerintah diyakini dapat mempercepat proses hilirisasi. Hal itu diharapkan memberi ruang lebih besar bagi industri nasional untuk tumbuh.

Ia juga menekankan bahwa pembiayaan pembangunan harus diarahkan pada kebutuhan jangka panjang bangsa. Investasi yang tepat dinilai dapat membantu Indonesia keluar dari ketergantungan pada produk impor. Prabowo menginginkan setiap dukungan modal memiliki dampak langsung terhadap kemandirian industri. Karena itu, Danantara disebut sebagai salah satu alat penting dalam misi tersebut.

Ajakan Para Pakar

Untuk mewujudkan ambisi itu, Prabowo mengaku telah mengumpulkan para profesor dan pakar. Ia meminta mereka mengabdi untuk bangsa Indonesia dan ikut membantu membangun industri nasional. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan keahlian yang memadai. Kolaborasi dengan kalangan ahli dinilai menjadi bagian penting dari strategi pembangunan.

Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh merasa rendah diri dalam mengejar kemajuan industri. Ia percaya, sumber daya manusia Indonesia memiliki kemampuan untuk belajar dan beradaptasi. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, ia menilai target kemandirian produksi bukan hal yang mustahil. Keyakinan itu disampaikannya sebagai dorongan moral bagi para ahli yang dilibatkan.

Ia juga menekankan bahwa pengabdian kepada bangsa harus menjadi orientasi utama. Menurut Prabowo, setiap keahlian harus diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat. Dalam konteks itu, para pakar diminta membantu membuka jalan menuju industri nasional yang lebih kuat. Pemerintah pun diperkirakan akan terus mencari bentuk kerja sama yang dapat mempercepat pencapaian tujuan tersebut.

Harapan Kemandirian

Prabowo menempatkan kemandirian industri sebagai bagian dari visi besar pembangunan nasional. Ia ingin Indonesia tidak lagi sekadar menjadi konsumen, tetapi juga produsen barang-barang strategis. Jika target itu tercapai, posisi ekonomi Indonesia diperkirakan akan menjadi lebih kokoh. Selain itu, ketahanan nasional juga dapat meningkat melalui penguasaan teknologi dan produksi.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin memperkuat basis manufaktur domestik. Sektor otomotif, elektronik, dan perangkat komunikasi disebut sebagai area yang perlu mendapat perhatian serius. Dengan kemampuan memproduksi barang sendiri, ketergantungan terhadap impor bisa ditekan secara bertahap. Langkah itu juga berpotensi memperluas transfer teknologi dan investasi di dalam negeri.

Di tengah tantangan global, dorongan untuk industrialisasi menjadi semakin relevan. Prabowo menilai Indonesia memiliki peluang besar jika berani membangun kapasitas sendiri. Ia percaya, kerja sama antara pemerintah, pakar, dan lembaga pembiayaan dapat mempercepat perubahan tersebut. Harapan akhirnya adalah Indonesia mampu berdiri lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan industrinya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!