Prabowo Subianto menilai regulasi yang menghambat kemudahan berbisnis berasal dari birokrat yang mencari peluang keuntungan melalui proses perizinan.
Di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu, 13 Mei 2026, ia menegaskan perlunya penyederhanaan regulasi untuk menarik investasi dan meningkatkan iklim usaha.
Ia menekankan bahwa hambatan regulasi memicu keluhan pelaku usaha dan investor asing yang ingin menanam modal.
Permintaan Deregulasi
Prabowo menilai regulasi yang rumit muncul karena pola pikir birokrat yang mencari keuntungan melalui regulasi.
Ia menambahkan bahwa praktik tersebut sering menambah biaya bagi pelaku usaha.
Hal itu dinilai menghambat investasi dan daya saing nasional.
Ia menegaskan perlunya pembentukan satgas khusus untuk mempercepat dereg ulasi.
Ia meminta Menteri Sekretaris Negara mengumpulkan pakar untuk menyusun langkah konkret.
Arahannya jelas, yaitu membuat semua regulasi lebih sederhana dan mudah dipatuhi.
Banyak pengusaha mengeluhkan lama izin, kadang hingga dua tahun.
Para pelaku usaha ingin bekerja dan berinvestasi, tetapi prosedur yang berbelit sering menghambat.
Beberapa investor asing juga mengeluhkan durasi perizinan yang lama serta kompleksitas aturan.
Tantangan Regulasi
Kendala utama adalah sikap birokrat yang merumuskan regulasi baru tanpa evaluasi menyeluruh.
Setiap kementerian atau lembaga bisa mengeluarkan peraturan teknis yang berlapis-lapis dan membingungkan.
Akibatnya, proses perizinan sering terjerat tumpukan regulasi yang saling tumpang tindih.
Keluhan pelaku usaha meningkat ketika perizinan diperlukan untuk investasi besar.
Investor baik domestik maupun asing merasa kepastian hukum tidak terjaga karena regulasi sering berubah.
Hal itu membuat iklim investasi menjadi tidak ramah dan menunda proyek.
Beberapa contoh regulasi disebut menjadi penyebab keterlambatan, mulai dari peraturan menteri sampai peraturan teknis.
Kritik menilai banyak aturan dibuat dengan tujuan menaikkan biaya izin dan biaya kepatuhan.
Prabowo menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar aturan tidak membebani bisnis.
Langkah Percepatan Izin
Prabowo menekankan pentingnya mempercepat keluarnya izin bagi pelaku usaha.
Ia meminta pembentukan satgas khusus untuk mengakselerasi dereg ulasi dan memperpendek durasi perizinan.
Langkah ini dinilai dapat memperbaiki iklim investasi nasional.
Ia menegaskan arahan agar semua regulasi disederhanakan, bukan dipersulit.
Pengusaha perlu didukung dengan proses izin yang transparan dan efisien.
Yang nakal ditertibkan, sedangkan yang baik tetap didorong.
Investor asing juga berharap deregulasi dapat mempercepat arus modal.
Dengan perizinan lebih cepat, iklim investasi di Indonesia dapat meningkat.
Dukungan terhadap kebijakan pro-bisnis diharapkan menjaga aliran investasi tanpa mengurangi kepatuhan.
