Pola Makan Bisa Memicu Jerawat, Ini Penjelasannya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 14:11 WIB 6
Pola Makan Bisa Memicu Jerawat, Ini Penjelasannya

Jerawat tidak selalu muncul karena penggunaan skincare yang kurang tepat atau kebersihan wajah yang buruk. Pada sebagian orang, makanan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama bila asupan tinggi gula, produk susu, dan makanan ultra proses terlalu sering dikonsumsi.

Dokter sekaligus praktisi estetika dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center menjelaskan bahwa makanan tertentu memang dapat memicu breakout. Meski demikian, pengaruhnya tidak sama pada setiap orang karena jerawat juga dipengaruhi hormon, stres, genetik, dan kebiasaan merawat kulit.

Jerawat dan Pola Makan

Hubungan antara makanan dan jerawat kerap menjadi perhatian karena sebagian orang mengalami perburukan kondisi kulit setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu. Secara ilmiah, kaitan ini diduga berhubungan dengan proses peradangan di dalam tubuh. Perubahan hormon yang dipicu pola makan juga dapat memengaruhi produksi minyak pada kulit.

Ketika produksi minyak meningkat, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat dan jerawat lebih mudah muncul. Kondisi ini bisa membuat kulit terlihat lebih merah dan meradang. Karena itu, pola makan sering ikut dievaluasi saat seseorang mengalami jerawat yang sulit membaik.

Namun, makanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi kulit. Jerawat tetap dapat muncul meski seseorang sudah menjaga pola makan dengan baik. Oleh sebab itu, evaluasi yang menyeluruh tetap diperlukan agar penyebabnya lebih jelas.

Makanan Manis dan Jerawat

Makanan tinggi gula kerap disebut sebagai salah satu pemicu jerawat yang paling sering dibahas. Asupan gula berlebihan dapat memengaruhi respons tubuh yang berdampak pada kondisi kulit. Pada sebagian orang, hal ini membuat jerawat tampak lebih mudah muncul.

Konsumsi makanan manis juga dapat memicu perubahan yang berujung pada peningkatan produksi minyak. Saat minyak di wajah bertambah, risiko pori-pori tersumbat menjadi lebih besar. Situasi ini kemudian dapat memperparah peradangan pada jerawat yang sudah ada.

Meski begitu, efek makanan manis tidak selalu sama pada semua orang. Ada individu yang tetap aman meski sesekali mengonsumsinya, sementara yang lain lebih sensitif. Karena itu, pengamatan terhadap respons kulit masing-masing menjadi penting.

Produk Susu dan Kulit

Produk susu termasuk kelompok makanan yang kerap dikaitkan dengan breakout. Sejumlah orang melaporkan jerawat mereka lebih sering muncul setelah mengonsumsi susu atau olahannya. Meski begitu, hubungan tersebut tidak berlaku secara umum bagi semua individu.

Dalam penjelasan yang berkembang, produk susu diduga dapat memengaruhi kondisi hormon pada sebagian orang. Perubahan ini kemudian berdampak pada kelenjar minyak di kulit. Akibatnya, kulit menjadi lebih rentan mengalami sumbatan dan peradangan.

Karena respons tubuh berbeda-beda, penting untuk mencermati apakah jerawat benar-benar memburuk setelah konsumsi produk susu. Jika keluhan terus berulang, penyesuaian pola makan dapat dipertimbangkan. Langkah ini sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan gizi harian.

Ultra Processed Food dan Jerawat

Makanan ultra proses juga sering disebut berpotensi memperburuk jerawat. Produk jenis ini umumnya tinggi gula, garam, dan berbagai bahan tambahan. Jika dikonsumsi berlebihan, pola makan seperti ini dapat memengaruhi kualitas kulit secara keseluruhan.

Asupan ultra proses yang terlalu sering dapat mendorong peradangan di dalam tubuh. Kondisi tersebut berpotensi membuat jerawat lebih mudah timbul atau lebih lama reda. Bagi sebagian orang, kulit juga menjadi tampak lebih berminyak dan sensitif.

Karena itu, menjaga pola makan seimbang dapat menjadi salah satu langkah pendukung dalam merawat kulit. Konsumsi makanan segar, serat, dan air yang cukup dapat membantu tubuh bekerja lebih optimal. Jika jerawat tetap sulit terkendali, pemeriksaan ke dokter kulit tetap menjadi pilihan terbaik.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!