Piercing Tersangkut di Paru-paru, Wanita Spanyol Jalani Operasi

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 07:43 WIB 2
Piercing Tersangkut di Paru-paru, Wanita Spanyol Jalani Operasi

Batuk yang tak kunjung reda kerap dianggap sebagai keluhan ringan, padahal dalam kondisi tertentu dapat menjadi tanda masalah serius di dalam tubuh. Hal itulah yang dialami seorang wanita asal Spanyol, Monica Deyanira Cabrera Barajas, ketika batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan akhirnya membawanya ke ruang pemeriksaan dokter.

Hasil pemeriksaan justru mengejutkan, karena rontgen menunjukkan adanya anting hidung atau septum piercing di dalam tubuhnya. Temuan itu membuat tim medis harus bertindak cepat, sebab posisi benda asing tersebut sangat dekat dengan aorta dan berpotensi memicu komplikasi fatal.

Piercing yang Bikin Batuk

Deyanira mengaku tidak menyadari bahwa piercing yang dipakainya telah hilang. Ia menduga komponen kecil anting itu terlepas saat dirinya tidur telentang. Tanpa disadari, benda tersebut masuk ke tenggorokan dan terhirup hingga mencapai paru-paru.

Selama beberapa pekan, batuk yang dialaminya terus berulang dan membuatnya khawatir. Ia akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab gejala yang tak kunjung membaik itu. Keputusan tersebut menjadi langkah penting yang mengungkap kondisi berbahaya di tubuhnya.

Kasus ini menunjukkan bahwa gejala yang terlihat sederhana dapat menyimpan risiko besar. Batuk berkepanjangan sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai keluhan lain yang tidak biasa. Pemeriksaan medis dapat membantu menemukan masalah sebelum berkembang menjadi kondisi gawat.

Hasil Rontgen yang Mengejutkan

Dokter yang menangani Deyanira kemudian melakukan rontgen untuk mencari sumber masalah. Hasilnya membuat tim medis terkejut, karena terlihat adanya anting septum di dalam tubuh pasien. Temuan tersebut menjadi bukti bahwa benda kecil pun dapat berpindah ke lokasi yang sangat berbahaya.

Posisi piercing itu disebut sangat dekat dengan aorta, yakni pembuluh darah utama yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jaraknya bahkan hanya sekitar 0,5 milimeter. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko karena sedikit pergeseran saja dapat memicu komplikasi serius.

Dengan temuan itu, dokter segera menyiapkan tindakan medis lanjutan. Mereka menilai benda asing tersebut tidak bisa dibiarkan berada di tubuh pasien lebih lama. Risiko infeksi, cedera jaringan, hingga perdarahan hebat menjadi pertimbangan utama dalam penanganannya.

Operasi Darurat Dilakukan

Deyanira kemudian harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Pada awalnya, prosedur diperkirakan berlangsung singkat dan tidak terlalu rumit. Namun, kondisi di ruang operasi ternyata jauh lebih kompleks dari perkiraan awal.

Upaya pertama tidak berhasil karena anting sudah menempel pada jaringan tubuh. Situasi itu membuat dokter harus mengambil langkah kedua yang lebih hati-hati dan lebih kompleks. Penanganan tambahan dilakukan agar benda tersebut bisa diangkat tanpa menimbulkan kerusakan lebih lanjut.

Meski prosesnya tidak mudah, operasi kedua akhirnya berjalan lancar. Piercing berhasil diangkat dari dalam tubuh Deyanira tanpa komplikasi berarti. Keberhasilan ini menjadi momen krusial yang menyelamatkannya dari risiko lebih besar.

Pelajaran dari Kasus Langka

Dokter menilai Deyanira sangat beruntung bisa selamat dari kasus langka tersebut. Jika benda itu sempat melukai paru-paru atau aorta, akibatnya bisa sangat fatal. Dampaknya dapat berupa paru-paru kolaps hingga perdarahan hebat yang mengancam nyawa.

Pengalaman itu membuat Deyanira kapok menggunakan piercing, meski sebelumnya ia sangat menyukainya. Ia mengaku trauma setelah mengalami kejadian yang hampir merenggut nyawanya. Peristiwa tersebut juga membuatnya lebih waspada terhadap benda kecil yang dipasang di tubuh.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keluhan kesehatan yang tampak ringan bisa berujung pada temuan medis yang serius. Pemeriksaan cepat dan penanganan tepat dapat menyelamatkan nyawa, terutama ketika benda asing sudah masuk ke dalam tubuh. Karena itu, gejala yang tidak biasa sebaiknya segera diperiksakan ke tenaga medis.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!