Piercing di Paru-Paru, Wanita Ini Jalani Operasi Darurat

Lifestyle Clara Monica 31 Mei 2026 11:50 WIB 2
Piercing di Paru-Paru, Wanita Ini Jalani Operasi Darurat

Seorang wanita asal Spanyol mengalami kejadian medis yang langka setelah batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan. Pemeriksaan dokter kemudian mengungkap benda asing berupa anting hidung atau septum piercing berada di dalam tubuhnya. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani operasi darurat karena lokasinya sangat berbahaya.

Kasus yang dialami Monica Deyanira Cabrera Barajas ini menjadi perhatian setelah hasil rontgen menunjukkan temuan yang mengejutkan. Awalnya ia hanya mengira batuk yang dialami merupakan gangguan biasa, namun rasa khawatir mendorongnya untuk memeriksakan diri. Dari pemeriksaan itu, dokter menemukan risiko serius yang mengancam keselamatannya.

Bahaya Piercing Tersangkut

Monica mengaku tidak menyadari bahwa piercing yang dikenakannya sudah hilang. Ia menduga bagian kecil anting tersebut terlepas saat dirinya tidur telentang, lalu masuk ke tenggorokan tanpa disadari.

Setelah itu, benda asing tersebut diduga terhirup hingga masuk ke paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi tanpa gejala langsung yang jelas, sehingga sering disalahartikan sebagai masalah pernapasan biasa.

Batuk berkepanjangan menjadi sinyal awal yang akhirnya mendorong pemeriksaan medis. Dalam kasus seperti ini, penundaan diagnosis dapat memperbesar risiko komplikasi yang membahayakan organ vital.

Dokter menilai temuan tersebut sebagai situasi yang sangat serius. Letak benda asing di saluran napas bisa memicu peradangan, infeksi, atau sumbatan yang mengganggu fungsi paru-paru.

Rontgen Ungkap Kejutan

Hasil rontgen yang dilakukan Monica justru menunjukkan sesuatu yang mengejutkan tim medis. Anting septum itu diketahui berada di dalam tubuhnya, bukan sekadar hilang seperti dugaan awal.

Penemuan tersebut membuat dokter mengambil langkah cepat untuk menentukan tindakan selanjutnya. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui posisi pasti benda asing dan tingkat risiko yang ditimbulkan.

Temuan itu juga mengejutkan orang di sekitarnya karena kasus seperti ini sangat jarang terjadi. Monica sendiri mengaku tidak menyangka masalah kecil pada piercing dapat berujung pada kondisi darurat medis.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa benda kecil sekalipun dapat menimbulkan ancaman besar. Dalam dunia medis, setiap gejala yang tidak biasa tetap perlu diperiksa secara serius agar tidak terlambat ditangani.

Operasi Darurat Berlapis

Monica kemudian harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan benda asing tersebut dari tubuhnya. Pada awalnya, prosedur diperkirakan berlangsung singkat dan tidak terlalu rumit.

Namun, operasi pertama tidak berhasil karena anting sudah menempel pada jaringan tubuh. Kondisi itu membuat tim medis harus menyiapkan tindakan kedua yang lebih kompleks dan hati-hati.

Tantangan utama dalam prosedur ini adalah posisi piercing yang sangat dekat dengan aorta. Pembuluh darah utama tersebut hanya berjarak sekitar 0,5 milimeter, sehingga sedikit kesalahan dapat berakibat fatal.

Dokter menilai operasi ini menuntut ketelitian tinggi untuk menghindari komplikasi serius. Jika benda asing tersebut melukai paru-paru atau aorta, pasien berisiko mengalami perdarahan hebat atau paru-paru kolaps.

Trauma Setelah Selamat

Beruntung, operasi kedua berjalan lancar dan piercing berhasil diangkat dari dalam tubuh Monica. Dokter menyebut dirinya sangat beruntung karena masih selamat dari situasi yang nyaris mengancam nyawa.

Setelah prosedur berhasil, kondisi Monica dilaporkan membaik tanpa komplikasi berarti. Meski begitu, pengalaman itu meninggalkan ketakutan mendalam yang sulit dilupakan.

Ia mengaku trauma dan memilih tidak lagi menggunakan piercing seperti sebelumnya. Baginya, kejadian tersebut menjadi pelajaran bahwa aksesori kecil pun dapat membawa risiko besar bila tidak diawasi dengan baik.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk waspada terhadap keluhan yang tampak ringan. Batuk yang tidak kunjung sembuh dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius dan perlu pemeriksaan medis segera.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!