PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 02:39 WIB 7
PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

PT Pertamina (Persero) menggelar kurasi Program PFpreneur 2026 secara daring pada Selasa, 21 April, sebagai langkah awal pembinaan bagi wirausaha perempuan di Indonesia. Kegiatan ini diikuti peserta yang lolos seleksi administrasi dari total 8.196 pendaftar, dengan fokus pada penguatan dasar usaha sebelum masuk ke tahap lanjutan.

Peserta yang lolos pra-kurasi akan menerima pembekalan mengenai peran founder, pemahaman karakteristik pelanggan, serta penentuan nilai produk atau usaha. Program ini menjadi pintu masuk menuju rangkaian pembinaan yang lebih terstruktur, mulai dari pra-kurasi hingga kurasi final.

PFpreneur Bina Fondasi Usaha

Pra-kurasi menjadi tahap awal dalam empat rangkaian seleksi PFpreneur 2026. Setelah tahap ini, peserta akan mengikuti kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final.

Proses pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries. Materi disajikan dalam bentuk video, lalu dilengkapi penugasan berupa pre-test dan post-test.

Skema tersebut dirancang agar peserta dapat belajar secara mandiri dengan tempo yang lebih fleksibel. Pendekatan ini juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan pembelajaran dengan aktivitas bisnis harian.

Melalui pola itu, Pertamina ingin memastikan peserta memahami dasar kewirausahaan sebelum melangkah ke pembinaan yang lebih kompleks. Fondasi yang kuat diharapkan membuat usaha perempuan lebih siap berkembang dan berdaya saing.

Kurikulum PFpreneur dan Materi

Kurikulum PFpreneur mencakup penguatan mindset wirausaha dan analisis pasar. Peserta juga mendapat materi tentang pemahaman konsumen agar keputusan bisnis lebih tepat sasaran.

Selain itu, program ini membahas pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan usaha. Peserta dibekali strategi pemasaran untuk memperluas jangkauan penjualan di pasar yang lebih kompetitif.

Materi lain menyoroti peningkatan kapasitas digital dan penjualan. Bekal tersebut dinilai penting agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.

Dengan kurikulum yang terarah, PFpreneur tidak hanya memberi pelatihan teknis. Program ini juga menyiapkan pelaku usaha perempuan agar lebih siap menghadapi tantangan pertumbuhan bisnis.

PFpreneur Dorong Naik Kelas

Manager SMEPP PT Pertamina, Fety, mengatakan PFpreneur dirancang untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan sebelum masuk pembinaan lanjutan. Ia menilai perempuan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Menurut Fety, program khusus perempuan ini menjadi bentuk dukungan agar womenpreneur dapat tumbuh lebih matang. Setelah pembinaan dasar, peserta diarahkan menuju program lanjutan seperti UMK Academy.

PFpreneur juga menjadi pintu awal sebelum peserta mengikuti Pertamina SMEXPO dan UMK Go Global. Jalur pembinaan tersebut disusun agar pelaku usaha memiliki tahapan pengembangan yang jelas.

Sejak diluncurkan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor. Bidang yang terlibat mencakup kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis.

PFpreneur Hadirkan Kisah Sukses

Sejumlah peserta merasakan dampak nyata setelah mengikuti program PFpreneur. Rifera dari Sumatera Selatan, misalnya, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami.

Usaha yang semula berbasis rumahan itu kemudian menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan. Produk Rifera juga tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melangkah ke UMK Academy, tampil di Trade Expo Indonesia, dan menjalin kerja sama dengan pembeli dari China serta Kanada.

Sofyani juga meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang konsisten dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha perempuan.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan PFpreneur hadir untuk mendorong kemandirian pelaku usaha perempuan. Ia menyebut program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan ekosistem yang membantu perempuan membangun usaha dan menghidupi orang lain.

Agus menambahkan, semangat program ini selaras dengan nilai Kartini dalam memberdayakan perempuan Indonesia. Pertamina, kata dia, ingin hadir bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai energi penggerak keberdayaan perempuan.

Melalui PFpreneur, Pertamina menempatkan perempuan pelaku usaha sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional. Dukungan sejak tahap dasar diharapkan menciptakan lebih banyak UMKM perempuan yang mandiri dan siap naik kelas.

Program ini juga memperlihatkan bahwa pembinaan usaha tidak berhenti pada pelatihan singkat. Dengan pendampingan berjenjang, peserta memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat bisnis dan memperluas pasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!