PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 02 Juni 2026 16:38 WIB 2
PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

PT Pertamina melalui program PFpreneur 2026 menggelar kurasi awal secara daring pada Selasa, 21 April, bagi peserta yang lolos seleksi administrasi. Dari total 8.196 pendaftar, peserta terpilih kini memasuki tahap pra-kurasi sebagai pintu awal pembinaan wirausaha perempuan. Pada tahap ini, mereka mendapat pembekalan dasar usaha yang dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis sejak awal. Program ini juga diposisikan sebagai jalur masuk menuju pembinaan lanjutan bagi pelaku UMKM perempuan.

Materi pra-kurasi mencakup peran founder, pemahaman karakteristik pelanggan, hingga penentuan nilai produk atau usaha. Seluruh proses pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries, yang memuat video pembelajaran serta penugasan pre-test dan post-test. Kurikulum yang disiapkan juga menekankan penguatan mindset wirausaha, analisis pasar dan konsumen, pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, strategi pemasaran, serta peningkatan kapasitas digital dan penjualan. Dengan rancangan tersebut, PFpreneur diarahkan agar peserta lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

PFpreneur dan Pembinaan Dasar

Manager SMEPP PT Pertamina, Fety, menyebut program ini dibuat untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan sebelum masuk ke pembinaan lanjutan. Menurut dia, wirausaha perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional. Karena itu, Pertamina menghadirkan PFpreneur sebagai program pembinaan dasar yang terarah. Program ini ditujukan agar peserta memiliki kesiapan lebih kuat saat naik kelas ke program berikutnya.

Fety menegaskan bahwa PFpreneur dirancang khusus bagi womenpreneur yang membutuhkan pendampingan sejak tahap paling awal. Pembinaan dasar tersebut diharapkan mampu membantu peserta memahami kebutuhan bisnis secara menyeluruh. Setelah itu, mereka dapat mengikuti program lanjutan seperti UMK Academy, SMEXPO, hingga UMK Go Global. Alur ini menunjukkan adanya jenjang pembinaan yang berkesinambungan bagi pelaku usaha perempuan.

Tahap pra-kurasi menjadi fase pertama dari empat rangkaian seleksi dalam PFpreneur 2026. Setelah pra-kurasi, peserta akan mengikuti kurasi satu, kurasi dua, dan kurasi final. Setiap tahapan disusun untuk menilai kesiapan usaha sekaligus daya serap peserta terhadap materi pembinaan. Dengan mekanisme itu, Pertamina ingin memastikan peserta yang lolos benar-benar memiliki potensi berkembang.

Sejak dijalankan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor usaha. Bidang yang paling banyak terlibat meliputi kuliner, fesyen, kerajinan, dan agribisnis. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program ini memiliki jangkauan luas dan relevan bagi berbagai jenis usaha. Pertumbuhan peserta juga menandakan tingginya minat perempuan untuk memperkuat kapasitas bisnis mereka.

PFpreneur Dorong Kemandirian Usaha

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, mengatakan bahwa program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian pelaku usaha perempuan. Ia menilai PFpreneur bukan sekadar pelatihan, melainkan ekosistem yang disiapkan untuk membangun keberdayaan. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Semangat itu, kata dia, sejalan dengan nilai Kartini dalam mendorong perempuan maju lewat usaha.

Agus menjelaskan bahwa ekosistem PFpreneur dirancang agar perempuan dari berbagai daerah dapat memperoleh ruang tumbuh yang setara. Program ini tidak hanya menekankan aspek keterampilan, tetapi juga pembentukan pola pikir kewirausahaan. Dengan bekal itu, peserta diharapkan mampu menghidupi keluarga dan membuka peluang kerja di sekitarnya. Pertamina Foundation menilai dampak sosial seperti ini menjadi nilai tambah dari pembinaan yang dilakukan.

Selain memperkuat kapasitas individu, program ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Ketika pelaku usaha perempuan naik kelas, manfaatnya dapat dirasakan pada rantai pasok, pemasaran, hingga penyerapan tenaga kerja. Karena itu, PFpreneur menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas daya tahan UMKM. Upaya tersebut juga memperlihatkan keterlibatan aktif perusahaan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pernyataan para pengelola program menegaskan bahwa PFpreneur menempatkan perempuan sebagai motor penting dalam ekonomi nasional. Dengan pembinaan yang terstruktur, peserta diharapkan lebih percaya diri dalam mengelola usaha dan membaca peluang pasar. Tahap awal ini juga menjadi fondasi bagi keterhubungan peserta dengan program lanjutan di lingkungan Pertamina Group. Pada akhirnya, program ini diarahkan untuk mencetak pelaku usaha yang tangguh, mandiri, dan siap berkembang.

PFpreneur Hadirkan Kisah Peserta

Sejumlah peserta PFpreneur memperlihatkan dampak nyata dari pembinaan yang diberikan. Rifera, peserta asal Sumatera Selatan, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Usaha yang semula rumahan kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan. Produk tersebut juga sempat tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026.

Kisah serupa datang dari Sofyani Mirah asal Yogyakarta, yang memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melanjutkan ke UMK Academy dan tampil dalam Trade Expo Indonesia. Dari ajang tersebut, ia berhasil menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada. Prestasi itu semakin lengkap dengan raihan Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

Dua kisah tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat dapat membuka peluang pasar yang lebih luas. Produk lokal yang dikelola dengan standar baik berpotensi menembus pasar nasional hingga internasional. Selain memperkuat penjualan, jejaring yang terbentuk juga membantu pelaku usaha memahami tuntutan pasar. Dengan begitu, PFpreneur tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada akselerasi usaha.

Keberhasilan para peserta memberi gambaran bahwa wirausaha perempuan memiliki kapasitas besar untuk tumbuh jika diberi pendampingan yang sesuai. Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, program seperti PFpreneur menjadi sarana penting untuk memperluas akses belajar. Pertamina melalui program ini berupaya membangun ekosistem yang memungkinkan perempuan naik kelas secara bertahap. Dukungan yang konsisten diharapkan mampu melahirkan lebih banyak UMKM unggulan dari berbagai daerah.

PFpreneur dan Arah UMKM

PFpreneur 2026 menegaskan arah baru pembinaan UMKM yang lebih terstruktur dan berbasis jenjang. Dengan pra-kurasi sebagai tahap awal, peserta mendapatkan fondasi pengetahuan yang diperlukan sebelum masuk ke tahap lanjutan. Pendekatan ini membantu memastikan proses pembinaan berlangsung lebih efektif dan terukur. Di sisi lain, model pembelajaran daring membuat peserta dapat mengikuti materi secara lebih fleksibel.

Keberadaan platform PFseries juga memperlihatkan pemanfaatan teknologi dalam pengembangan usaha mikro dan kecil. Materi video, pre-test, dan post-test memberi ruang evaluasi yang lebih sistematis bagi peserta. Mekanisme seperti ini dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha di era digital. Dengan pembelajaran asinkron, peserta dapat menyesuaikan waktu belajar tanpa mengganggu aktivitas bisnis harian.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan UMKM tidak hanya berfokus pada modal usaha, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya. Penguatan mindset, analisis pasar, hingga strategi pemasaran menjadi aspek yang sama pentingnya dengan permodalan. Jika aspek dasar ini dibangun sejak awal, peluang usaha untuk bertahan akan lebih besar. Karena itu, PFpreneur menjadi salah satu contoh pembinaan yang menekankan keberlanjutan.

Melihat jumlah pendaftar yang mencapai ribuan, PFpreneur masih memiliki daya tarik kuat bagi pelaku usaha perempuan di Indonesia. Antusiasme tersebut mencerminkan kebutuhan nyata akan program pembinaan yang jelas, terukur, dan berjenjang. Bila konsisten dijalankan, program ini berpotensi melahirkan lebih banyak UMKM yang siap bersaing di pasar yang lebih luas. Pada akhirnya, PFpreneur mempertegas peran Pertamina sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi perempuan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!