PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 31 Mei 2026 19:55 WIB 3
PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Pertamina memulai kurasi program PFpreneur 2026 secara daring pada Selasa, 21 April, dengan peserta terpilih dari 8.196 pendaftar. Program ini menjadi pintu awal pembinaan bagi pelaku usaha perempuan yang akan mendapat penguatan dasar sebelum masuk ke tahapan lanjutan.

Pada tahap pra-kurasi, para peserta mengikuti pembekalan mengenai peran founder, karakteristik pelanggan, hingga penentuan nilai produk atau usaha. PFpreneur juga disiapkan sebagai ekosistem pembinaan yang mendorong pelaku usaha perempuan agar lebih mandiri, kompetitif, dan siap naik kelas.

PFpreneur Perkuat Fondasi Usaha

Pra-kurasi menjadi tahap awal dari empat rangkaian seleksi dalam PFpreneur 2026. Setelah itu, peserta akan melanjutkan ke kurasi satu, kurasi dua, dan kurasi final.

Seluruh proses pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries. Materi disajikan dalam bentuk video, lalu dilengkapi penugasan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta.

Kurikulum yang diberikan mencakup penguatan mindset wirausaha, analisis pasar dan konsumen, serta pengelolaan sumber daya manusia. Peserta juga dibekali materi pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, dan peningkatan kapasitas digital.

Manager SMEPP PT Pertamina, Fety, menyebut program ini dirancang untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan sebelum masuk ke pembinaan lanjutan. Ia menegaskan bahwa perempuan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Pembinaan PFpreneur Berjenjang

PFpreneur diposisikan sebagai tahap awal sebelum peserta mengikuti program lanjutan Pertamina. Setelah lolos seleksi, mereka berpeluang masuk ke Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, hingga UMK Go Global.

Program ini telah berjalan sejak 2020 dan telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor. Bidang usaha yang dibina mencakup kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis.

Pertamina menilai pembinaan berjenjang penting agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Karena itu, materi PFpreneur dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dasar usaha mikro dan kecil.

Fety mengatakan program khusus perempuan tersebut lahir dari semangat untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan. Menurut dia, womenpreneur perlu dukungan yang konkret agar bisa tumbuh dan memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

Kisah Peserta PFpreneur

Salah satu peserta, Rifera dari Sumatera Selatan, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Usahanya yang semula rumahan kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan.

Rifera juga berkesempatan menampilkan produknya dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026. Kesempatan itu memperluas jangkauan promosi sekaligus memperkuat posisi usahanya di pasar lokal.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melanjutkan ke UMK Academy dan tampil dalam Trade Expo Indonesia.

Sofyani kemudian menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025. Pengalaman itu menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat dapat membuka akses pasar yang lebih luas.

PFpreneur Dorong Kemandirian

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S Asngari, mengatakan PFpreneur ditujukan untuk mendorong kemandirian pelaku usaha perempuan. Ia menilai program ini tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Agus menyebut PFpreneur dirancang agar perempuan pelaku usaha dari berbagai daerah dapat mandiri dan menginspirasi. Menurut dia, usaha yang berkembang juga mampu memberi manfaat ekonomi bagi orang lain di sekitarnya.

Ia menambahkan bahwa Pertamina ingin hadir bukan semata sebagai perusahaan energi, melainkan sebagai penggerak keberdayaan perempuan. Pandangan itu sejalan dengan upaya memperluas dampak sosial melalui pembinaan UMKM.

Dengan rangkaian pelatihan dan pendampingan, PFpreneur 2026 diharapkan melahirkan lebih banyak pelaku usaha perempuan yang tangguh. Program ini menjadi salah satu jalur penting untuk mendorong UMKM naik kelas secara bertahap dan terukur.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!