Pertamina UMK Academy Bekali Mitra Binaan Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 19:11 WIB 2
Pertamina UMK Academy Bekali Mitra Binaan Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 menggelar pelatihan bagi 30 mitra binaan PT Pertamina EP di Medan pada Kamis, 22 hingga 23 Oktober 2025. Kegiatan yang berlangsung di Karibia Boutique Hotel ini ditujukan untuk memperkuat karakter wirausaha, meningkatkan kapasitas usaha mikro dan kecil, serta mendorong mereka naik kelas lebih cepat. Program tersebut juga diarahkan agar para pelaku usaha dapat masuk ke rantai pasok global dengan bekal yang lebih siap. Pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk mempercepat pertumbuhan UMK yang tangguh dan berdaya saing.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi tentang manajemen waktu, pengelolaan arus kas, pembukuan, riset usaha, analisis pasar, inovasi produk, digital marketing, branding, dan bisnis ramah lingkungan. Pelatihan tersebut diikuti oleh mitra binaan dari PEP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field. Materi disusun agar dapat langsung diterapkan dalam operasional bisnis sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan membantu UMK bertumbuh lebih terukur dan berkelanjutan.

Pelatihan UMK Pertamina

Acara dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelaku usaha. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan mendorong UMK agar naik kelas lebih cepat, tangguh, berkualitas, mandiri, dan berdaya saing. Edwin berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk memperkuat perkembangan usaha. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar pelaku usaha agar jaringan bisnis semakin luas.

Menurut Edwin, peningkatan kapasitas tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga soal keberanian mengambil peluang. Para peserta didorong untuk membangun usaha yang lebih terstruktur dan adaptif terhadap perubahan pasar. Dengan bekal pelatihan, UMK diharapkan mampu memperbaiki model bisnis serta meningkatkan produktivitas. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Program ini dirancang agar para mitra binaan tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapat pengalaman praktis dari para mentor. Setiap sesi pelatihan disusun untuk menjawab tantangan yang sering dihadapi pelaku UMK. Mulai dari pencatatan keuangan hingga strategi pemasaran, seluruh materi diarahkan agar bisnis lebih efisien. Dengan cara itu, peserta dapat menerapkan solusi yang relevan dengan kebutuhan usaha mereka.

Pelatihan juga menjadi ruang bagi para peserta untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas jejaring. Interaksi antarpelaku usaha diharapkan melahirkan kolaborasi baru yang saling menguntungkan. Dalam konteks UMK, jaringan bisnis sering kali menjadi modal penting untuk memperluas pasar. Karena itu, pendampingan seperti ini dinilai memiliki dampak yang lebih luas daripada pelatihan biasa.

Kurikulum Bisnis Modern

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan kurikulum pelatihan yang dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas Go Modern ditujukan agar UMK mampu mengadopsi praktik bisnis yang lebih profesional. Kelas Go Digital membantu peserta memanfaatkan teknologi digital dalam operasional usaha. Sementara itu, kelas Go Online dan Go Global diarahkan untuk memperluas pemasaran hingga ke pasar internasional.

Iwan menambahkan bahwa setiap kelas juga mengusung semangat Go Green. Nilai tersebut dimasukkan agar pelaku usaha lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dengan demikian, pengembangan bisnis tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan tren usaha modern yang menuntut tanggung jawab sosial lebih besar.

Materi bisnis modern menjadi penting karena perilaku konsumen terus berubah mengikuti perkembangan teknologi. UMK dituntut untuk lebih cepat beradaptasi agar tetap relevan di pasar. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami cara kerja pemasaran digital dan efisiensi operasional. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Selain itu, kurikulum yang terstruktur memudahkan peserta memahami tahapan pengembangan usaha secara bertahap. Dari memperbaiki manajemen internal hingga menyiapkan produk untuk pasar luar negeri, semua disusun secara sistematis. Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk mempercepat proses naik kelas. Dengan fondasi yang lebih kuat, UMK dapat tumbuh lebih stabil dan kompetitif.

Manfaat Bagi Peserta

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti dari Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga bisa lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menilai kesempatan tersebut memberi akses langsung kepada mentor profesional yang memahami kebutuhan pelaku usaha. Selain itu, ia juga memperoleh bantuan sertifikasi dan perizinan yang sangat dibutuhkan. Menurutnya, dukungan seperti ini sangat membantu pelaku UMK mempercepat perkembangan usaha.

Marissa menyebut pelatihan ini membawa dampak nyata bagi bisnis yang ia jalankan. Ia merasakan adanya peningkatan omzet serta perluasan pasar setelah mengikuti program Pertamina UMK Academy 2025. Pengalaman tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk mengembangkan produk yang ia miliki. Baginya, pelatihan bukan hanya ajang belajar, tetapi juga sarana memperluas peluang bisnis.

Manfaat lain yang dirasakan peserta adalah bertambahnya wawasan tentang strategi usaha yang lebih terarah. Materi mengenai arus kas dan pembukuan membantu pelaku UMK memahami kondisi keuangan secara lebih jelas. Sementara itu, pembahasan tentang branding dan digital marketing membuka cara baru untuk menarik konsumen. Kombinasi materi tersebut memberi bekal yang lebih lengkap untuk pengelolaan bisnis harian.

Peserta juga mendapat dorongan untuk lebih percaya diri dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Dengan pendampingan yang tepat, mereka didorong untuk melihat peluang pasar secara lebih luas. Program ini memberi ruang bagi UMK agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Dalam jangka panjang, peningkatan kapasitas seperti ini dapat memperkuat daya saing pelaku usaha daerah.

Dorongan Ekonomi Inklusif

Kegiatan Pertamina UMK Academy 2025 menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMK di Indonesia. Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong tumbuhnya kewirausahaan. Pelatihan dan akses permodalan dinilai menjadi dua elemen penting dalam mempercepat pengembangan usaha. Karena itu, inisiatif ini memiliki relevansi besar terhadap agenda ekonomi nasional.

Di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, UMK membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar mampu bertahan dan berkembang. Akses pada pelatihan, perizinan, sertifikasi, dan jejaring bisnis menjadi kebutuhan mendasar yang tidak dapat diabaikan. Melalui program seperti ini, pelaku usaha memperoleh ruang untuk meningkatkan kualitas produk dan manajemen. Langkah tersebut dapat membuka jalan menuju pertumbuhan yang lebih sehat.

Inisiatif penguatan UMK juga dinilai penting untuk membangun ekonomi yang inklusif. Ketika pelaku usaha kecil mendapatkan kesempatan yang setara, manfaatnya dapat menyebar ke lebih banyak lapisan masyarakat. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan omzet, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi lokal. Dengan demikian, penguatan UMK menjadi bagian dari strategi pembangunan yang lebih luas.

Ke depan, keberlanjutan program pembinaan seperti ini akan sangat menentukan daya tahan UMK menghadapi perubahan pasar. Pelaku usaha yang memiliki bekal manajemen, digitalisasi, dan orientasi lingkungan akan lebih siap bersaing. Pertamina melalui UMK Academy menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat dapat menjadi katalis pertumbuhan. Dari Medan, semangat naik kelas itu kini bergerak lebih nyata bagi para mitra binaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!