100 UMKM Lolos Pertapreneur Aggregator 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 26 Mei 2026 20:30 WIB 2
100 UMKM Lolos Pertapreneur Aggregator 2025

Pertamina mengumumkan 100 usaha mikro, kecil, dan menengah lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025 setelah melewati seleksi dari 730 peserta UMK Academy 2025. Para peserta terpilih akan mengikuti pembinaan lanjutan untuk menjadi agregator yang mandiri, berdaya saing global, dan berkelanjutan.

Program ini dirancang bagi UMKM yang telah berkolaborasi dengan pelaku usaha lain dan siap memperluas jejaring bisnis. Dalam tahap berikutnya, peserta akan didampingi mentor agar pengelolaan usaha lebih profesional dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

Pertapreneur Aggregator dan Seleksi

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Pertamina terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.

Menurut Baron, melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina tidak hanya mencetak pengusaha sukses, tetapi juga pemimpin perubahan. Para pelaku usaha diharapkan mampu membangun ekonomi yang lebih kuat, sosial yang lebih inklusif, dan usaha yang lebih hijau.

Program PAG 2025 disusun melalui proses seleksi yang ketat agar peserta yang terpilih benar-benar siap naik kelas. Dari 730 peserta UMK Academy 2025, hanya 100 UMKM yang dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke pembinaan intensif.

Pertamina menilai pendekatan ini penting untuk memastikan dukungan yang diberikan tepat sasaran. Dengan begitu, peserta yang terpilih dapat berkembang menjadi agregator yang mampu mendorong pertumbuhan usaha lain di sekitarnya.

Komposisi Sektor Peserta

Dari sisi sektor, peserta PAG 2025 didominasi bidang Food & Beverage dengan porsi 45 persen. Setelah itu, Fashion & Wastra menyumbang 31 persen, sementara Craft & Jewellery mencapai 22 persen.

Sektor Agribisnis dan Jasa masing-masing tercatat sebesar 1 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa program masih kuat menarik pelaku usaha berbasis konsumsi dan produk kreatif.

Keragaman sektor tersebut menjadi modal penting bagi Pertamina dalam membangun ekosistem UMKM yang saling terhubung. Kolaborasi lintas bidang juga dinilai membuka peluang pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Dengan komposisi yang beragam, program ini berpotensi melahirkan model bisnis yang adaptif terhadap perubahan pasar. Peserta tidak hanya dituntut memperkuat produk, tetapi juga memperluas nilai tambah dalam rantai usaha.

Pembinaan Intensif Peserta

Selama empat minggu, peserta akan menjalani tahapan Desk Evaluation, Wawancara, hingga Bootcamp dan Mentoring Intensif. Pada fase ini, mereka akan mempelajari strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching.

Program pembinaan tersebut dirancang agar peserta mampu mengelola usaha secara lebih profesional. Pendampingan juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan UMKM menghadapi pasar yang semakin kompetitif.

Baron menjelaskan bahwa dari 100 peserta awal, akan dipilih 10 UMKM terbaik nasional melalui Final Pitching dan Awarding. Kesepuluh UMKM itu akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk menjadi agregator mandiri dan siap go global.

Dalam pendampingan lanjutan, peserta akan mendapatkan mentoring CEO dan simulasi pitching Dragon's Den. Mereka juga berpeluang menembus pasar internasional melalui Global Market Matching serta platform seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International.

Agenda Go Global Pertamina

Pertamina menegaskan komitmennya untuk mencetak UMKM yang memiliki daya saing global melalui berbagai program pembinaan. Perusahaan pelat merah itu menilai penguatan kapasitas usaha kecil menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi nasional.

UMKM binaan diharapkan mampu tumbuh secara finansial, memperkuat rantai pasok, dan memperluas kolaborasi usaha. Di saat yang sama, mereka juga diharapkan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Program ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan semangat pemberdayaan ekonomi nasional. Pertamina melihat ekosistem UMKM yang kuat akan membantu membuka lapangan kerja berkualitas dan mendorong transformasi ekonomi produktif di daerah.

Dengan pembinaan yang terstruktur, Pertamina berharap para peserta tidak berhenti pada pertumbuhan usaha semata. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang siap bersaing di pasar internasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!