Pertamina UMK Academy 2025 Latih Ratusan Pelaku Usaha

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 19:23 WIB 3
Pertamina UMK Academy 2025 Latih Ratusan Pelaku Usaha

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025 yang digelar untuk memperluas pengetahuan, keterampilan, dan daya saing lintas sektor. Kegiatan ini dirancang agar pelaku usaha dapat berkembang lebih cepat, lebih fokus, dan lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, program tersebut terus dikembangkan agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi pelaku UMK. Melalui pelatihan berbasis sektor usaha, peserta mendapatkan materi yang lebih spesifik, praktik langsung, dan pendampingan dari mentor berpengalaman.

Pelatihan Tematik UMK Pertamina

Pertamina menyusun pelatihan tematik berdasarkan bidang usaha peserta, mulai dari craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, hingga wastra. Skema ini dipilih agar materi yang diterima lebih relevan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Muhammad Baron menjelaskan bahwa pendekatan tematik membantu peserta memahami tantangan yang benar-benar mereka hadapi di lapangan. Dengan begitu, proses pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi langsung menyentuh aspek operasional usaha. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan mempercepat proses naik kelas bagi UMK.

Dalam kelas tertentu, peserta juga memperoleh wawasan yang lebih rinci sesuai sektor yang ditekuninya. Misalnya, kelas fesyen membahas tren mode, manajemen rantai pasok, dan strategi pemasaran yang sesuai perkembangan pasar. Pendekatan tersebut membuat peserta lebih mudah menerapkan ilmu yang diperoleh.

Baron menambahkan, fokus pada pengembangan sektor menjadi kunci agar UMK mampu membangun keunggulan yang berkelanjutan. Ketika pelaku usaha memahami karakter industrinya, mereka dapat mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat. Kondisi itu dinilai penting untuk mendorong UMK menjadi pemimpin pasar di bidang masing-masing.

Mentor Profesional Beri Wawasan

Sejumlah pemateri profesional hadir untuk membawakan materi sesuai bidang keahliannya. Di antaranya pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, pendiri Sirtanio Organik Indonesia Ahmad Tessario, serta pengamat mode Lisa Fitria.

Luthfia memberikan pelatihan untuk sektor craft, furniture, dan jewelry dengan menyoroti arah tren pasar tahun 2026. Materi tersebut membantu peserta membaca peluang sekaligus menyiapkan produk yang lebih sesuai dengan permintaan konsumen. Ia juga menekankan pentingnya kreativitas dalam menjaga relevansi merek di tengah persaingan.

Sementara itu, Stenly Hendi Avanda membahas distribusi, promosi, dan pengembangan produk untuk sektor F&B. Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan terukur. Menurutnya, pelaku usaha perlu membangun komunikasi digital yang konsisten agar merek lebih mudah dikenal.

Keberadaan mentor ahli membuat peserta dapat berdiskusi langsung mengenai tantangan usaha yang mereka hadapi. Model pembelajaran ini dinilai lebih praktis karena peserta bisa memperoleh solusi yang lebih kontekstual. Pertamina menilai interaksi seperti itu penting untuk memperkuat kapasitas pelaku UMK secara menyeluruh.

Peserta Dapat Bekal Praktis

Salah satu peserta, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Ia menilai materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan usahanya saat ini. Pelatihan tersebut, menurut dia, membuka pandangan baru dalam mengembangkan produk agar lebih kompetitif.

Novita menyebut penguatan kapasitas seperti ini penting bagi UMKM yang ingin masuk ke pasar yang lebih luas. Dengan bekal pengetahuan yang lebih terarah, pelaku usaha dapat menyesuaikan strategi bisnis secara lebih efektif. Ia juga menilai program ini membantu peserta memahami standar yang dibutuhkan untuk bersaing secara internasional.

Peserta lain, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, merasakan manfaat besar dari kelas fesyen yang diikutinya. Ia kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien dan membedakan fungsi katalog, lookbook, serta line sheet dalam pemasaran. Pengetahuan itu dinilai sangat berguna untuk pengembangan brand miliknya.

Achmad Em, owner Kopi Kalimantan, juga memperoleh wawasan baru mengenai strategi pengembangan merek, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Ia meyakini bekal tersebut akan meningkatkan daya saing produk kopi yang ia jalankan. Dalam pasar yang semakin ketat, menurut dia, pelaku usaha perlu terus beradaptasi agar tetap bertahan.

Dorong Ekonomi Inklusif

Program UMK Academy 2025 disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Pertamina menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan ekosistem usaha nasional. Melalui pelatihan yang berkelanjutan, pelaku UMK diharapkan mampu tumbuh lebih sehat dan berdaya saing.

Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pertamina menilai peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil akan berdampak langsung pada kualitas produk dan perluasan pasar. Dampak itu diharapkan ikut memperkuat kontribusi UMK terhadap perekonomian nasional.

Di tengah perubahan pasar yang cepat, pelaku usaha dituntut memiliki kemampuan adaptasi yang kuat. Pelatihan tematik memberi ruang bagi mereka untuk belajar, bertukar pengalaman, dan memperbaiki strategi bisnis. Dengan bekal itu, UMK diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang lebih jauh.

Pertamina menempatkan UMK Academy sebagai salah satu sarana untuk mendorong lahirnya wirausaha yang tangguh dan kompetitif. Program ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, mentor, dan pelaku usaha dalam mempercepat pertumbuhan sektor UMK. Jika konsisten dijalankan, pelatihan semacam ini berpotensi menjadi pengungkit ekonomi dari tingkat akar rumput.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!