Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 09:37 WIB 7
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025 yang digelar untuk memperkuat kapasitas usaha di berbagai sektor. Kegiatan ini dirancang agar pelaku UMK memperoleh pengetahuan praktis, keterampilan baru, dan strategi yang relevan untuk mempercepat kenaikan kelas usaha.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan program tersebut terus dikembangkan agar manfaatnya lebih tepat sasaran bagi pelaku usaha. Melalui pendekatan tematik, peserta dibekali materi sesuai bidang usaha masing-masing, mulai dari craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, hingga wastra.

Pelatihan Tematik UMK Pertamina

Pertamina menempatkan pelatihan tematik sebagai cara untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha yang berbeda-beda di setiap sektor. Baron menegaskan, setiap kelas dirancang tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung bersama mentor yang berpengalaman. Pendekatan ini diharapkan membuat peserta lebih cepat memahami tantangan usaha yang mereka hadapi. Dengan begitu, pelatihan dapat memberi dampak yang lebih konkret terhadap perkembangan bisnis.

Menurut Baron, pelatihan yang spesifik akan membantu UMK mengembangkan usaha berdasarkan karakter industrinya masing-masing. Peserta kelas fesyen, misalnya, mendapat materi tentang tren mode dan manajemen rantai pasok. Sementara peserta di sektor lain memperoleh materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan operasional usaha. Model ini dinilai lebih efektif untuk membangun daya saing yang berkelanjutan.

Pertamina menilai fokus pada kebutuhan sektoral membuat pelaku UMK lebih mudah menyusun langkah pengembangan usaha. Para peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk berdiskusi langsung dengan para mentor. Interaksi tersebut membantu mereka memahami potensi dan kelemahan usahanya secara lebih objektif. Dari sana, strategi pengembangan dapat disusun dengan lebih terarah.

Mentor Beri Wawasan Praktis

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam kegiatan ini untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan lapangan. Di antaranya pendiri sekaligus Direktur Kreatif Pyo Jewelry, Luthfia Fataty, pemilik Panda Food, Stenly Hendi Avanda, serta Ahmad Tessario dari Sirtanio Organik Indonesia dan Satu Atap Coworking Space Surabaya. Hadir pula pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber, Lisa Fitria. Kehadiran mereka memberi sudut pandang yang berbeda sesuai sektor usaha yang dibahas.

Luthfia memberikan pelatihan untuk sektor craft, furniture, dan jewelry dengan fokus pada arah tren pasar tahun 2026. Materi itu membantu peserta memahami peluang produk yang berpotensi diminati pasar dalam beberapa tahun mendatang. Sementara itu, Stenly membahas distribusi, promosi, dan pengembangan produk pada sektor F&B. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan media sosial untuk memperluas jangkauan promosi.

Para mentor menekankan bahwa penguasaan pasar tidak cukup hanya dengan produk yang baik. Pelaku usaha juga perlu memahami branding, pemasaran digital, dan konsistensi kualitas. Dalam sesi diskusi, peserta diberi kesempatan menyampaikan tantangan bisnis yang mereka alami. Pola pembelajaran ini membuat materi terasa lebih aplikatif dan mudah diterapkan.

Peserta Rasakan Manfaat Nyata

Sejumlah peserta mengaku memperoleh manfaat langsung dari kelas tematik yang mereka ikuti. Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengatakan pelatihan tersebut membuka wawasannya tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Menurut dia, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan UMK saat ini. Ia menilai pelatihan itu mendukung peningkatan kapasitas agar produk lokal bisa bersaing di tingkat internasional.

Peserta lain, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, menyebut kelas fesyen memberinya pemahaman baru tentang perhitungan ongkos produksi yang efisien. Ia juga belajar membedakan katalog, lookbook, dan line sheet, serta penerapannya dalam pemasaran. Pengetahuan itu disebutnya penting untuk membangun citra brand yang lebih profesional. Selain menambah ilmu, pelatihan juga membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas.

Sementara itu, Achmad Em, owner Kopi Kalimantan, menilai kelas tematik F&B memberinya perspektif baru tentang pengembangan brand dan inovasi produk. Ia juga mendapat wawasan mengenai pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif. Menurutnya, pemahaman tersebut akan membantu meningkatkan daya saing di pasar kopi yang semakin kompetitif. Ia melihat pelatihan ini sebagai bekal penting untuk pertumbuhan usaha ke depan.

Sejalan Kebijakan Ekonomi Inklusif

Program UMK Academy 2025 disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Inisiatif ini diposisikan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pengembangan kapasitas bagi pelaku usaha kecil. Pertamina menilai penguatan UMK merupakan langkah penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi sektor UMK memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi daerah.

Melalui program ini, Pertamina ingin memastikan pelaku usaha memiliki bekal yang lebih kuat untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar. Pelatihan tematik dinilai mampu menjembatani kebutuhan pembelajaran yang lebih spesifik dengan tantangan bisnis yang nyata. Dengan dukungan mentor dan materi yang relevan, peserta diharapkan lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya. Langkah ini juga diharapkan memicu lahirnya lebih banyak UMK yang inovatif.

Pertamina menyebut program tersebut sebagai bagian dari komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dukungan itu tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga pada upaya mendorong pelaku usaha naik kelas. Dengan kapasitas yang lebih baik, UMK diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat daya saing. Pada akhirnya, program ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!