Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 19:14 WIB 2
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 digelar di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada Kamis, 22 hingga 23 Oktober 2025, untuk memperkuat kapasitas usaha mikro dan kecil binaan Pertamina. Sebanyak 30 peserta dari mitra binaan PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field mengikuti pelatihan yang dirancang untuk membantu UMK naik kelas lebih cepat dan lebih tangguh.

Program ini membahas manajemen waktu, arus kas, pembukuan, riset pasar, inovasi produk, digital marketing, branding, hingga bisnis ramah lingkungan melalui seri Go Green. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses UMK ke rantai pasok global sekaligus mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Pelatihan UMK dan Akses Pasar

Pelatihan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku UMK yang ingin memperbaiki pengelolaan usaha secara menyeluruh. Materi yang diberikan mencakup strategi operasional, pencatatan keuangan, dan penguatan daya saing produk. Peserta juga diarahkan agar mampu membaca peluang pasar dengan lebih tepat. Dengan bekal tersebut, UMK diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang lebih cepat.

Kehadiran program ini menjadi penting karena banyak pelaku usaha kecil masih menghadapi kendala dalam manajemen bisnis. Penguatan kapasitas melalui pelatihan dianggap dapat membantu mereka mengambil keputusan yang lebih terukur. Selain itu, akses ke jejaring usaha membuka peluang kerja sama baru yang lebih luas. Langkah ini juga mendukung tumbuhnya ekosistem wirausaha yang lebih sehat.

Fokus pada peningkatan kualitas usaha menjadi salah satu alasan utama penyelenggaraan kegiatan di Medan. Pertamina berharap pendampingan semacam ini mampu mendorong peserta naik kelas secara berkelanjutan. Pelaku UMK juga diharapkan lebih siap memenuhi standar pasar yang lebih tinggi. Dengan begitu, produk lokal bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Strategi Bisnis Lewat Kurikulum

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan kurikulum pelatihan dibagi ke dalam beberapa kelas tematik. Kelas Go Modern mendorong UMK mengadopsi praktik bisnis yang lebih mutakhir. Go Digital menekankan integrasi teknologi dalam operasional usaha. Sementara itu, Go Online membantu peserta memaksimalkan platform digital untuk pemasaran dan penjualan.

Program Go Global disiapkan untuk membuka jalan bagi UMK yang ingin menembus pasar internasional. Materi di kelas ini menekankan kesiapan produk, tata kelola, dan strategi ekspansi. Peserta diajak memahami persyaratan pasar yang lebih kompetitif. Dengan pendekatan itu, UMK diharapkan memiliki pijakan yang lebih kuat untuk berkembang di luar pasar domestik.

Setiap kelas juga membawa semangat Go Green agar pelaku usaha lebih peduli pada kelestarian lingkungan. Pendekatan ini memperkenalkan praktik bisnis yang efisien dan bertanggung jawab. UMK didorong untuk melihat bahwa keberlanjutan bisa menjadi nilai tambah produk. Dalam jangka panjang, orientasi tersebut dapat memperkuat citra usaha di mata konsumen.

Dukungan Pertamina bagi UMK

Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, mengatakan pelatihan ini bertujuan mendorong UMK agar naik kelas lebih cepat, tangguh, dan mandiri. Ia menilai penguatan karakter wirausaha sama pentingnya dengan peningkatan kemampuan teknis. Karena itu, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diterima secara langsung dalam kegiatan usaha. Menurutnya, hasil pelatihan akan lebih terasa bila dibarengi konsistensi dalam menjalankan bisnis.

Edwin juga menekankan pentingnya membangun sinergi antarpelaku usaha. Jejaring yang kuat dinilai dapat membuka peluang kerja sama, pertukaran pengalaman, dan akses pasar yang lebih luas. Ia berharap peserta tidak hanya pulang membawa materi, tetapi juga relasi baru yang bermanfaat. Hubungan tersebut dapat menjadi modal penting untuk memperluas bisnis secara berkelanjutan.

Program ini sekaligus memperlihatkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan terarah, pelaku UMK diharapkan memiliki fondasi usaha yang lebih kokoh. Dukungan ini juga sejalan dengan kebutuhan ekosistem bisnis yang inklusif. Dengan kapasitas yang meningkat, UMK berpeluang memberi kontribusi lebih besar bagi ekonomi daerah.

Manfaat Nyata Bagi Peserta

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti dari Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga dapat lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menyebut kesempatan itu memberinya akses langsung kepada mentor profesional dan pendampingan usaha. Selain itu, peserta juga memperoleh bantuan sertifikasi dan perizinan. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu bisnis kecil agar lebih siap berkembang.

Marissa menuturkan bahwa pelatihan ini memberi dampak langsung terhadap perkembangan usahanya. Ia merasakan adanya peningkatan omzet serta perluasan pasar setelah mengikuti Pertamina UMK Academy 2025. Pengalaman tersebut membuatnya lebih percaya diri dalam mengelola bisnis. Ia juga melihat peluang untuk memperkuat merek produk agar lebih dikenal konsumen.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMK selaras dengan visi pemerintah. Fokusnya mencakup penciptaan lapangan kerja berkualitas, penguatan industri kreatif, dan penumbuhan kewirausahaan. Program pelatihan serta akses permodalan dinilai menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pendekatan yang inklusif, UMK diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!