Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 02 Juni 2026 01:00 WIB 2
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 digelar di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada 22-23 Oktober 2025, untuk meningkatkan kemampuan bisnis pelaku usaha mikro dan kecil. Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang merupakan mitra binaan PT Pertamina EP dari Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field. Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat karakter wirausaha, meningkatkan kapasitas UMK, serta membuka jalan menuju rantai pasok global. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong UMK naik kelas lebih cepat dan lebih berdaya saing.

Materi yang diberikan mencakup manajemen waktu, arus kas, pembukuan, riset pasar, inovasi produk, digital marketing, branding, hingga bisnis ramah lingkungan melalui seri Go Green. Para peserta mendapat pembekalan dari para mentor profesional yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan usaha di era persaingan terbuka. Selain pengetahuan teknis, kegiatan ini menekankan pentingnya jejaring bisnis dan penerapan ilmu secara langsung. Dengan pendekatan itu, Pertamina berharap UMK binaan mampu tumbuh lebih tangguh dan berkelanjutan.

Pelatihan UMK Pertamina

Acara dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mendorong UMK agar naik kelas lebih cepat. Ia menyebut para pelaku usaha perlu menjadi lebih tangguh, berkualitas, mandiri, dan berdaya saing. Menurut dia, ilmu yang diperoleh peserta harus segera diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan begitu, bisnis yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Edwin juga menekankan pentingnya sinergi antarpelaku usaha untuk memperluas peluang bisnis. Ia berharap para peserta mampu membangun networking yang bermanfaat bagi kelangsungan usaha mereka. Jaringan usaha yang kuat, menurutnya, akan membantu UMK bertahan di tengah perubahan pasar. Selain itu, kolaborasi juga membuka ruang bagi pertumbuhan yang lebih cepat.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapat pemahaman praktis mengenai pengelolaan usaha yang lebih terstruktur. Materi disusun agar mudah diterapkan oleh pelaku UMK dari berbagai sektor. Fokusnya bukan hanya pengetahuan, tetapi juga perubahan pola kerja agar lebih efisien. Pendekatan tersebut diharapkan memberi dampak langsung pada performa bisnis peserta.

Fokus Go Modern dan Digital

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, memaparkan kurikulum pelatihan yang dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas Go Modern ditujukan agar UMK mengadopsi praktik bisnis yang lebih modern. Sementara itu, Go Digital difokuskan pada integrasi teknologi dalam operasional usaha. Melalui pembagian kelas tersebut, peserta diarahkan untuk memahami kebutuhan bisnis masa kini.

Program Go Online memberikan bekal agar UMK mampu memanfaatkan platform digital untuk pemasaran dan penjualan. Adapun Go Global disiapkan untuk mempersiapkan pelaku usaha masuk ke pasar internasional. Setiap kelas dirancang saling terhubung agar peserta memahami tahapan pengembangan usaha secara bertahap. Dengan skema itu, UMK diharapkan tidak hanya tumbuh, tetapi juga siap bersaing lebih luas.

Selain empat kelas utama, pelatihan juga menempatkan Go Green sebagai nilai penting dalam pengembangan usaha. Iwan menegaskan bahwa pelaku UMK perlu memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Prinsip ramah lingkungan dinilai semakin relevan dalam praktik bisnis modern. Karena itu, keberlanjutan menjadi bagian dari strategi usaha, bukan sekadar pelengkap.

Manfaat UMK Binaan

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti asal Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga bisa lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menyebut kesempatan tersebut memberinya akses langsung kepada mentor profesional. Marissa juga memperoleh bantuan sertifikasi dan perizinan yang sangat dibutuhkan pelaku UMK. Menurut dia, dukungan itu membuat pengembangan usaha menjadi lebih terarah.

Marissa menilai manfaat pelatihan tidak berhenti pada bimbingan teknis semata. Bisnis yang ia bangun disebutnya mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Ia juga merasakan peningkatan omzet dan perluasan pasar setelah mengikuti Pertamina UMK Academy 2025. Pengalaman itu memperkuat keyakinannya bahwa pendampingan yang tepat bisa membawa perubahan signifikan.

Peserta lain juga mendapat manfaat dari sesi diskusi, praktik, dan evaluasi bisnis. Pertemuan dengan pelaku usaha dari berbagai daerah membuka peluang saling berbagi pengalaman. Bagi UMK binaan, forum seperti ini penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat mental usaha. Dari sana, pelaku usaha dapat melihat tantangan sekaligus peluang yang lebih nyata.

Dampak bagi Ekonomi Nasional

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMK sejalan dengan visi pemerintah. Fokusnya adalah menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat industri kreatif, dan menumbuhkan kewirausahaan. Dukungan pelatihan seperti ini juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk mengakses permodalan dan jejaring yang lebih luas. Dalam jangka panjang, langkah tersebut diharapkan menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat.

Pertamina menempatkan pemberdayaan UMK sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dengan peningkatan kapasitas, pelaku usaha diharapkan lebih siap menghadapi perubahan pasar dan tuntutan konsumen. Program ini juga mendorong transformasi usaha agar lebih adaptif terhadap digitalisasi. Pada saat yang sama, nilai keberlanjutan tetap dijaga sebagai bagian dari pengembangan bisnis.

Melalui Pertamina UMK Academy 2025, para peserta memperoleh bekal untuk memperkuat usaha dan memperluas peluang pasar. Pelatihan ini menunjukkan bahwa pendampingan yang konsisten dapat membantu UMK bertumbuh lebih cepat. Jika ilmu yang diterima diterapkan secara disiplin, dampaknya berpotensi meluas hingga level ekonomi nasional. Dari Medan, program ini memberi sinyal kuat bahwa UMK bisa menjadi penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!