Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 11:50 WIB 2
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 kembali digelar di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada Kamis, 22-23 Oktober 2025, untuk memperkuat kapasitas usaha mikro dan kecil binaan Pertamina. Sebanyak 30 peserta dari mitra binaan PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field mengikuti pelatihan yang dirancang untuk mendorong usaha mereka naik kelas lebih cepat.

Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan karakter wirausaha, manajemen bisnis, digital marketing, hingga peluang masuk rantai pasok global. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Pertamina UMK Academy di Medan

Pelatihan ini digelar sebagai bagian dari Pertamina UMK Academy 2025 yang menyasar pelaku usaha binaan di berbagai wilayah operasi. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan kapasitas usaha agar lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Para peserta mendapat materi yang disusun agar mudah diterapkan dalam operasional harian, mulai dari pengelolaan waktu hingga pembukuan. Pendekatan ini diharapkan membantu pelaku UMK memperbaiki tata kelola bisnis secara lebih sistematis.

Kehadiran 30 peserta menunjukkan antusiasme tinggi dari mitra binaan yang ingin mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Program ini juga membuka ruang bagi pelaku UMK untuk memperluas jejaring bisnis dengan sesama peserta.

Lokasi pelatihan di Karibia Boutique Hotel, Medan, dipilih untuk mendukung suasana pembelajaran yang intensif dan profesional. Dengan format tersebut, peserta dapat berinteraksi langsung dengan mentor dan pemateri yang berpengalaman.

Materi bisnis yang diberikan

Materi pelatihan mencakup strategi manajemen waktu, pengelolaan arus kas, dan pembukuan yang lebih tertib. Peserta juga dibekali cara membaca peluang usaha melalui riset dan analisis pasar.

Selain aspek dasar bisnis, pelatihan menyoroti pentingnya inovasi produk agar usaha tetap relevan dengan kebutuhan konsumen. Peserta didorong untuk terus melakukan penyesuaian agar produk memiliki nilai tambah yang lebih kuat.

Sesi digital marketing dan branding menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian pelatihan. Dalam era pemasaran digital, pelaku UMK dinilai perlu memahami cara membangun citra usaha dan menjangkau konsumen lebih luas.

Program ini juga memasukkan tema bisnis ramah lingkungan melalui seri Go Green. Langkah tersebut sejalan dengan dorongan agar pelaku usaha memperhatikan keberlanjutan dalam proses bisnisnya.

Kurikuum go modern

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan kurikulum pelatihan dibagi ke beberapa kelas. Setiap kelas dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan usaha yang berbeda.

Kelas Go Modern mendorong UMK mengadopsi praktik bisnis yang lebih modern dan efisien. Sementara itu, Go Digital menekankan integrasi teknologi digital dalam operasional usaha sehari-hari.

Program Go Online membantu peserta memanfaatkan platform daring untuk pemasaran dan penjualan. Adapun Go Global disiapkan agar UMK memiliki kesiapan memasuki pasar internasional.

Selain empat kelas utama tersebut, setiap sesi juga mengusung Go Green sebagai pengingat pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Kurikulum ini diharapkan membentuk pelaku UMK yang adaptif, inovatif, dan berorientasi jangka panjang.

Harapan peserta dan dampak

Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya naik kelas bagi UMK binaan. Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan untuk mempercepat pertumbuhan usaha.

Edwin juga menilai sinergi antarpelaku usaha menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Menurutnya, jejaring yang kuat akan membantu pelaku UMK menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti dari Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga bisa lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menyebut bimbingan mentor profesional serta bantuan sertifikasi dan perizinan menjadi manfaat besar dari program ini.

Marissa menambahkan, omzet dan jangkauan pasar usahanya meningkat setelah mengikuti Pertamina UMK Academy 2025. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa pelatihan terstruktur dapat menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan UMK yang lebih berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!