Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 02:06 WIB 7
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 digelar di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada 22-23 Oktober 2025, untuk memperkuat kapasitas usaha mikro dan kecil. Kegiatan ini diikuti 30 peserta, yang merupakan mitra binaan PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field.

Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan karakter wirausaha, memperbaiki pengelolaan usaha, dan membuka akses pelaku UMK ke rantai pasok yang lebih luas. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong UMK agar naik kelas lebih cepat, tangguh, dan berdaya saing.

Pertamina UMK Academy

Acara dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelaku UMK. Ia menyebut pelatihan ini ditujukan agar para peserta lebih mandiri, lebih kuat, dan mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis.

Edwin berharap ilmu yang diterima dapat diterapkan langsung dalam operasional usaha masing-masing. Dengan begitu, para pelaku UMK dapat mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Ia juga mendorong peserta membangun sinergi dan jaringan dengan pelaku usaha lain. Menurutnya, networking menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Fokus utama kegiatan ini bukan hanya pada teori, tetapi juga pada penguatan praktik usaha yang relevan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat peserta lebih siap menghadapi tantangan pasar.

Materi Bisnis dan Digital

Materi pelatihan mencakup strategi manajemen waktu, pengelolaan arus kas, dan pembukuan usaha. Peserta juga mendapat pembahasan mengenai riset pasar, analisis peluang, serta inovasi produk.

Selain itu, pelatihan menyoroti digital marketing dan branding sebagai bekal penting di era persaingan modern. Peserta diarahkan memahami cara membangun citra usaha yang lebih kuat di mata konsumen.

Dalam sesi lain, peserta dikenalkan pada bisnis ramah lingkungan melalui seri Go Green. Materi ini menekankan bahwa pertumbuhan usaha perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Seluruh pembahasan disusun agar pelaku UMK memiliki bekal yang praktis dan mudah diterapkan. Dengan kurikulum yang beragam, peserta diharapkan mampu mempercepat transformasi bisnis mereka.

Kurikulum Untuk Naik Kelas

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan kurikulum dibagi ke dalam sejumlah kelas. Setiap kelas memiliki tujuan yang berbeda, namun saling melengkapi untuk memperkuat kapasitas usaha.

Kelas Go Modern mendorong UMK mengadopsi praktik bisnis yang lebih mutakhir. Sementara itu, Go Digital mengajak pelaku usaha memanfaatkan teknologi dalam operasional harian.

Program Go Online dirancang agar peserta mampu mengoptimalkan platform digital untuk pemasaran dan penjualan. Adapun Go Global disiapkan untuk membantu UMK memasuki pasar internasional secara bertahap.

Setiap kelas juga mengusung Go Green sebagai pengingat pentingnya keberlanjutan. Dengan pendekatan ini, UMK diharapkan tumbuh lebih adaptif sekaligus lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dampak Bagi Pelaku UMK

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti asal Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga dapat lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menilai kesempatan tersebut memberi akses langsung kepada mentor profesional dan pendampingan yang lebih terarah.

Marissa menyebut pelatihan ini juga membantu peserta memperoleh dukungan sertifikasi dan perizinan usaha. Menurutnya, bantuan tersebut sangat penting untuk memperkuat legalitas dan kredibilitas produk di pasar.

Ia menambahkan, usahanya mengalami peningkatan omzet dan perluasan pasar setelah mengikuti program Pertamina UMK Academy 2025. Pengalaman itu membuatnya semakin yakin untuk mengembangkan bisnis secara lebih serius.

Program ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memperkuat industri kreatif. Inisiatif tersebut juga diharapkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!