Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 30 Mei 2026 00:00 WIB 4
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina menggelar UMK Academy 2025 pada Kamis, 22-23 Oktober 2025, di Karibia Boutique Hotel, Medan, untuk meningkatkan kemampuan bisnis pelaku usaha mikro dan kecil. Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari mitra binaan PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat karakter wirausaha, meningkatkan kapasitas UMK, serta mendorong peserta naik kelas lebih cepat. Program ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha agar siap terhubung dengan rantai pasok global melalui penguatan manajemen, digitalisasi, dan inovasi.

Pertamina UMK Academy

Acara dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menekankan pentingnya pelatihan bagi keberlanjutan usaha UMK. Ia menyebut para peserta perlu menjadi lebih tangguh, berkualitas, mandiri, dan berdaya saing.

Edwin berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehari-hari. Menurutnya, penerapan materi secara konsisten akan membantu bisnis peserta tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan.

Ia juga mendorong peserta untuk membangun sinergi dan jejaring dengan pelaku usaha lain. Hubungan kerja sama yang kuat, kata dia, dapat memperluas peluang pasar dan memperkuat ketahanan usaha.

Pelaksanaan pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendampingi UMK binaan agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mempercepat proses naik kelas di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Materi Bisnis dan Keuangan

Pelatihan menghadirkan materi manajemen waktu, pengelolaan arus kas, dan pembukuan yang disusun agar mudah diterapkan oleh pelaku UMK. Peserta juga mendapat bekal mengenai riset usaha, analisis pasar, dan inovasi produk untuk memperkuat daya saing.

Aspek pemasaran turut menjadi fokus melalui sesi digital marketing dan branding. Materi ini diarahkan agar pelaku usaha mampu menjangkau konsumen lebih luas, terutama melalui kanal digital yang kini semakin dominan.

Selain itu, peserta diperkenalkan pada konsep bisnis ramah lingkungan melalui seri Go Green. Pendekatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa pertumbuhan usaha perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Penguatan literasi keuangan menjadi salah satu poin penting dalam pelatihan karena banyak UMK masih menghadapi tantangan pada pengelolaan kas dan pencatatan transaksi. Dengan pemahaman yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan dapat mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat.

Kurikulum Go Modern

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan kurikulum pelatihan dibagi ke dalam beberapa kelas tematik. Masing-masing kelas dirancang untuk menjawab kebutuhan UMK pada tahap pengembangan yang berbeda.

Kelas Go Modern mendorong UMK mengadopsi praktik bisnis yang lebih efisien dan profesional. Fokusnya mencakup tata kelola usaha, pola kerja yang tertib, dan peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.

Sementara itu, Go Digital diarahkan untuk membantu peserta mengintegrasikan teknologi digital ke dalam operasional bisnis. Dengan langkah ini, pelaku usaha diharapkan lebih siap menghadapi perubahan perilaku konsumen dan tren pasar.

Iwan menambahkan bahwa pembagian kelas tersebut dibuat agar peserta memperoleh materi yang relevan dan aplikatif. Menurutnya, pendekatan bertahap akan memudahkan UMK memahami prioritas pengembangan usaha yang perlu dilakukan.

Menuju Pasar Global

Program Go Online menekankan pemanfaatan platform digital untuk pemasaran dan penjualan produk. Melalui strategi ini, UMK diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar tanpa bergantung pada penjualan konvensional semata.

Adapun kelas Go Global disiapkan untuk mempersiapkan peserta masuk ke pasar internasional. Materinya mencakup standar kualitas, kesiapan produk, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pasar luar negeri.

Setiap kelas juga memuat unsur Go Green agar peserta lebih peduli pada kelestarian lingkungan dalam menjalankan usaha. Nilai keberlanjutan ini dinilai penting untuk mendukung bisnis yang bertahan dalam jangka panjang.

Melalui kurikulum tersebut, Pertamina menargetkan UMK binaan dapat tumbuh lebih adaptif dan kompetitif. Penguatan pada sisi digital, modernisasi, dan keberlanjutan menjadi fondasi penting bagi perluasan usaha ke level yang lebih tinggi.

Pengalaman Peserta UMK

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti dari Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga dapat lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menilai kesempatan tersebut membuka akses belajar yang lebih luas bagi pelaku UMK daerah.

Marissa mengatakan peserta mendapat bimbingan langsung dari mentor profesional selama program berlangsung. Ia juga menyebut bantuan sertifikasi dan perizinan menjadi manfaat penting yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha kecil.

Menurut Marissa, pendampingan yang diberikan tidak hanya memperkuat pengetahuan, tetapi juga membantu bisnis yang dibangun berkembang lebih baik. Ia merasakan adanya dorongan nyata untuk meningkatkan kualitas produk dan manajemen usaha.

Ia menambahkan, omzet dan jangkauan pasar usahanya meningkat setelah mengikuti Pertamina UMK Academy 2025. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pelatihan terarah dapat memberi dampak langsung pada pertumbuhan bisnis.

Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memperkuat industri kreatif. Selain itu, pengembangan UMK melalui pelatihan dan akses permodalan dipandang sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!