Pertamina UMK Academy 2025 Bekali Pelaku Usaha Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 12:25 WIB 2
Pertamina UMK Academy 2025 Bekali Pelaku Usaha Naik Kelas

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan mendorong daya saing UMK di berbagai sektor usaha. Pertamina menargetkan peserta dapat naik kelas lebih cepat melalui pembelajaran yang lebih terarah dan praktis.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, program ini terus dikembangkan agar relevan dengan kebutuhan pelaku usaha. Pelatihan dibagi berdasarkan sektor, seperti craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, dan wastra. Menurut dia, pendekatan tematik membuat peserta memperoleh materi yang lebih spesifik dan mudah diterapkan.

Pelatihan tematik UMK Pertamina

Pertamina menempatkan praktik langsung sebagai bagian penting dari pelatihan tematik. Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga bimbingan dari mentor ahli di bidang masing-masing. Skema ini diharapkan membantu UMK memahami tantangan usaha secara lebih konkret.

Baron menegaskan, setiap sektor memiliki kebutuhan pengembangan yang berbeda. Karena itu, kelas fesyen, misalnya, membahas tren mode dan manajemen rantai pasok, sementara sektor lain mendapat materi yang disesuaikan. Dengan cara ini, UMK diharapkan lebih fokus dalam membangun bisnisnya.

Perusahaan pelat merah tersebut juga ingin memastikan peserta mampu bersaing di pasar yang semakin ketat. Penguatan kapasitas dilakukan agar UMK tidak hanya bertahan, tetapi juga berpeluang menjadi pemimpin di sektornya. Program ini menjadi salah satu sarana untuk mempercepat proses naik kelas.

Mentor profesional isi kelas

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam program tersebut untuk membagikan pengalaman dan strategi bisnis. Di antaranya pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, serta Ahmad Tessario dari Sirtanio Organik Indonesia dan Satu Atap Coworking Space Surabaya. Hadir pula pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber, Lisa Fitria.

Luthfia memberikan pelatihan untuk sektor craft, furniture, dan jewelry. Ia memaparkan arah tren pasar tahun 2026 agar peserta dapat menyiapkan produk yang lebih kompetitif. Materi itu dinilai penting bagi pelaku usaha yang ingin mengikuti perubahan selera konsumen.

Sementara itu, Stenly membahas distribusi, promosi, dan pengembangan produk pada sektor F&B. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. Pendekatan ini dianggap relevan bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan penjualan secara lebih efisien.

Peserta rasakan manfaat nyata

Salah satu peserta, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru. Ia mendapatkan pemahaman tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Menurut dia, materi tersebut sangat membantu pengembangan usaha agar lebih kompetitif di pasar internasional.

Peserta lain, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, merasakan manfaat pada aspek efisiensi produksi. Ia kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara tepat setelah mengikuti kelas fesyen. Dimita juga mempelajari perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet dalam strategi pemasaran.

Achmad Em, owner Kopi Kalimantan, menyebut kelas tematik F&B memberinya perspektif baru. Ia memperoleh wawasan tentang strategi pengembangan merek, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Pengetahuan itu diyakini akan memperkuat daya saing produknya di tengah pasar kopi yang semakin kompetitif.

Selaras kebijakan ekonomi

Pertamina menyebut UMK Academy 2025 sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan kewirausahaan. Program ini dirancang untuk mendukung pelaku usaha agar memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengelola bisnis. Dengan dukungan pelatihan yang tepat, UMK diharapkan mampu tumbuh lebih berkelanjutan.

Inisiatif tersebut juga diposisikan sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Pertamina menilai penguatan UMK penting karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi penggerak ekonomi lokal. Karena itu, pembinaan berkelanjutan dianggap perlu agar dampaknya dapat dirasakan lebih luas.

Melalui pelatihan tematik, Pertamina berharap pelaku usaha tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga jaringan dan inspirasi baru. Kombinasi itu dinilai dapat mempercepat transformasi UMK menuju bisnis yang lebih tangguh. Pada akhirnya, program ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!