PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga mempertegas komitmennya dalam mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM agar naik kelas. Peringatan Hari UMKM Nasional menjadi momentum bagi perusahaan energi pelat merah itu untuk menunjukkan dukungan yang telah menjangkau lebih dari 30.000 Mitra Binaan di berbagai sektor usaha.
Pendampingan yang diberikan mencakup akses permodalan, pelatihan pemasaran digital, pengembangan produk, sertifikasi, hingga fasilitasi pameran nasional dan internasional. Sejak awal 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan tercatat mengalami kenaikan omzet rata-rata 35 persen per tahun, menciptakan lebih dari 5.200 lapangan kerja baru, serta menembus pasar ekspor ke tujuh negara.
Komitmen Pertamina pada UMKM
Pertamina Patra Niaga menempatkan UMKM sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi kerakyatan. Dukungan tersebut diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Perusahaan menyebut pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembinaan dasar hingga penguatan kapasitas bisnis. Langkah ini diharapkan membantu UMKM memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing di era digital.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Menurut dia, dukungan terhadap pelaku usaha kecil harus dibarengi dengan upaya membangun ekosistem yang tangguh dan berkelanjutan.
Omzet Binaan Meningkat
Kinerja UMKM binaan Pertamina menunjukkan hasil yang positif sepanjang 2025. Dari 2.500 pelaku usaha yang terpantau, omzet rata-rata mereka naik 35 persen per tahun.
Peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas pembinaan yang diberikan perusahaan kepada para mitra. Selain memperbaiki kualitas produk, pendampingan juga membantu pelaku usaha memahami strategi penjualan yang lebih adaptif.
Dampak lain yang terlihat adalah penyerapan tenaga kerja yang ikut meningkat. Lebih dari 5.200 lapangan kerja baru tercipta dari aktivitas usaha para mitra binaan di berbagai daerah.
Produk Lokal Tembus Pasar
Selain tumbuh di pasar domestik, sejumlah UMKM binaan juga mulai mencatat pencapaian ekspor. Produk mereka telah masuk ke Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, Papua Nugini, Jerman, dan Australia.
Keberhasilan ini menunjukkan produk lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global. Dengan dukungan sertifikasi dan promosi internasional, UMKM memperoleh pintu masuk yang lebih luas ke rantai pasok dunia.
Salah satu contoh datang dari Sasagu, produk pangan lokal berbasis sagu asal Papua. Produk ini tidak hanya dipasarkan sebagai makanan sehat dan praktis, tetapi juga memberdayakan petani lokal serta membuka lapangan kerja di daerah.
Festival UMKM di Lima Kota
Dalam rangka Hari UMKM Nasional, Pertamina Patra Niaga juga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota. Kegiatan itu berlangsung di Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar.
Festival tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memamerkan produk, memperluas jejaring, dan menjalin kolaborasi lintas sektor. Kehadiran ajang ini juga membantu UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
Pertamina Patra Niaga berharap rangkaian inisiatif tersebut dapat memperkuat kapasitas pelaku UMKM di berbagai daerah. Perusahaan menilai, penguatan sektor ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah dan daya saing produk lokal di pasar internasional.
