Pertamina Loloskan 100 UMKM ke Program PAG 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 22 Mei 2026 11:19 WIB 5
Pertamina Loloskan 100 UMKM ke Program PAG 2025

Pertamina mengumumkan 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Peserta terpilih berasal dari 730 pelaku usaha yang mengikuti UMK Academy 2025 dan akan menjalani pembinaan lanjutan agar siap menjadi agregator mandiri, global, dan berkelanjutan.

Program ini menitikberatkan pada UMKM yang mampu berkolaborasi dengan pelaku usaha lain dan memperluas jejaring bisnis. Selama pembinaan, peserta akan didampingi mentor untuk memperkuat pengelolaan usaha agar lebih profesional dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar.

Penguatan UMKM Pertamina

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan perusahaan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk membangun daya saing bangsa di level global.

Baron menegaskan bahwa Pertapreneur Aggregator tidak hanya dirancang untuk melahirkan pengusaha sukses. Program ini juga diarahkan untuk membentuk pemimpin perubahan yang mampu membangun ekonomi lokal, sosial, dan hijau.

Ia menambahkan, keberadaan program tersebut sejalan dengan komitmen Pertamina dalam menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kuat. Dengan pembinaan yang tepat, UMKM diharapkan mampu tumbuh secara finansial dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Komposisi Peserta Beragam

Peserta PAG 2025 didominasi sektor Food & Beverage dengan porsi 45 persen. Setelah itu, Fashion & Wastra menyumbang 31 persen, disusul Craft & Jewellery sebesar 22 persen.

Adapun sektor Agribisnis dan Jasa masing-masing berkontribusi 1 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa program tersebut menjangkau pelaku usaha dari berbagai lini dengan karakter bisnis yang berbeda.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 23 persen. Jawa Barat menyusul dengan 20 persen, sementara Jawa Tengah mencapai 15 persen.

Tahapan Pembinaan Intensif

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Tahapan yang dijalani peserta meliputi desk evaluation, wawancara, hingga bootcamp dan mentoring intensif.

Dalam proses tersebut, peserta akan mempelajari strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Materi ini disiapkan agar UMKM memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing dan berkembang.

Pendampingan ini dirancang agar pelaku usaha tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam operasional bisnis. Dengan demikian, kualitas manajemen dan daya saing peserta diharapkan meningkat secara terukur.

Target Menuju Pasar Global

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahapan final pitching dan awarding. Sepuluh finalis tersebut akan menjalani pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk menjadi agregator mandiri dan siap go global.

Mereka juga akan mendapatkan mentoring CEO, simulasi pitching Dragon's Den, serta peluang menembus pasar internasional melalui Global Market Matching. Pertamina turut membuka akses ke platform seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International, termasuk sertifikasi pendukung lainnya.

Melalui rangkaian program ini, Pertamina menegaskan komitmennya untuk mencetak UMKM berdaya saing global. Perusahaan menilai penguatan ekosistem UMKM penting untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong transformasi ekonomi produktif di berbagai daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!