Pertamina Latih UMKM Hadapi Pasar Ekspor

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 23:17 WIB 6
Pertamina Latih UMKM Hadapi Pasar Ekspor

Pertamina menggelar pelatihan ekspor bagi pelaku UMKM binaan di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi pasar global, termasuk Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Selama tiga hari, para peserta mendapat materi praktis dari pelaku berpengalaman di bidang perdagangan internasional. Program ini juga menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN.

Pelatihan tersebut dirancang agar UMKM tidak hanya siap dari sisi produk, tetapi juga matang dalam strategi promosi dan negosiasi bisnis. Kepala PPEJP, Sugih Rahmansyah, menegaskan bahwa PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama dalam mendorong UMKM naik kelas dan menembus pasar global. Fety, Manager SMEPP Pertamina, menambahkan bahwa pemahaman materi sangat penting untuk memperkuat kesiapan peserta menghadapi ekspor. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi UMKM untuk memperluas jejaring dan peluang usaha.

Pelatihan Ekspor untuk UMKM

Pelatihan ekspor ini diikuti oleh peserta yang sebagian besar dijadwalkan tampil dalam Trade Expo Indonesia 2025. Ajang tersebut dikenal sebagai salah satu pameran perdagangan terbesar di Asia Tenggara, sehingga menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman yang lebih utuh tentang standar pasar internasional. Materi yang diberikan juga disusun agar sesuai dengan kebutuhan UMKM binaan yang ingin memperluas pasar.

Selama tiga hari, peserta menerima pembekalan dari praktisi yang berpengalaman di bidang ekspor dan perdagangan internasional. Topik yang diberikan meliputi strategi promosi di pameran dagang, teknik pitching, temu bisnis, hingga penyusunan kontrak. Selain teori, peserta juga mengikuti praktik display produk, presentasi, dan simulasi business matching. Pendekatan ini membuat pelatihan lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Sugih Rahmansyah menyebut kegiatan tersebut sebagai langkah penting untuk memperkuat daya saing UMKM Indonesia. Ia menilai pelatihan ini akan membantu peserta lebih percaya diri saat berhadapan dengan buyer internasional. Menurut dia, kesiapan pelaku usaha menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar ekspor. Karena itu, PPEJP berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.

Persiapan Menuju TEI

Trade Expo Indonesia 2025 menjadi fokus utama dari pelatihan yang digelar Pertamina dan PPEJP. Ajang ini dipandang sebagai momentum besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan kepada buyer dari berbagai negara. Dengan mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memahami cara menampilkan produk secara profesional di ruang pamer internasional. Persiapan yang matang dinilai akan menentukan kesan pertama di hadapan calon mitra dagang.

Fety menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan kualitas produk, tetapi juga kesiapan strategi promosi dan negosiasi. Menurut dia, pasar global menuntut pelaku usaha untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta pemahaman bisnis yang kuat. Karena itu, setiap sesi dirancang agar peserta dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh. Pendekatan ini diharapkan membuat UMKM lebih siap menghadapi proses ekspor yang kompetitif.

Selain itu, peserta juga mendapat bekal untuk memahami alur interaksi dengan buyer internasional secara lebih efektif. Simulasi temu bisnis menjadi sarana untuk melatih respons, penyampaian nilai produk, dan penyelesaian negosiasi. Dengan latihan tersebut, pelaku usaha dapat mengurangi hambatan saat memasuki forum dagang resmi. TEI 2025 pun diharapkan menjadi panggung yang produktif bagi UMKM binaan Pertamina.

Suara Pelaku UMKM

Salah satu peserta, Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut, menjadi contoh pelaku usaha yang melihat pelatihan ini sebagai peluang besar. Ia akan membawa produk ramah lingkungan berbahan kulit ke TEI 2025. Menurutnya, kesempatan mengikuti program ini sangat berharga karena memberi akses langsung pada ilmu ekspor. Gunawan menilai pelatihan tersebut membuka wawasan baru tentang cara memperkenalkan produk ke pasar internasional.

Gunawan menyampaikan rasa bangganya karena bisa terpilih mengikuti pelatihan ekspor Pertamina. Ia merasa mendapatkan pengalaman yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri sebagai pelaku UMKM. Melalui materi yang diberikan, ia belajar menyusun strategi yang lebih tepat untuk menjangkau pasar global. Harapannya, produk dari Garut dapat diterima oleh buyer luar negeri dan berkembang lebih luas.

Lebih jauh, Gunawan berharap peluang ekspor yang terbuka dapat memberi dampak pada penyerapan tenaga kerja di daerahnya. Ia menilai pertumbuhan usaha yang stabil akan membantu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Karena itu, ia berkomitmen menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan. Bagi pelaku UMKM, kesempatan seperti ini dinilai sangat penting untuk mendorong keberlanjutan usaha.

Komitmen Pertamina Berkelanjutan

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung daya saing bangsa. Pertamina ingin memastikan produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Perusahaan juga menilai penguatan UMKM sebagai langkah penting untuk memperluas manfaat ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pelatihan ekspor diposisikan sebagai program yang memiliki dampak jangka panjang.

Fadjar menyebut inisiatif ini sebagai upaya nyata untuk mengangkat potensi lokal ke panggung internasional. Menurut dia, keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor akan memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Program ini juga sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan. Dengan demikian, dukungan terhadap UMKM menjadi bagian dari strategi bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan.

Program pelatihan ekspor tersebut juga selaras dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya pada poin peningkatan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan. Pertamina menegaskan komitmennya untuk mendukung target net zero emission 2060 melalui program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals. Seluruh langkah itu dijalankan sejalan dengan penerapan Environmental, Social, and Governance di seluruh lini bisnis. Dengan dukungan berkelanjutan, UMKM binaan diharapkan semakin siap menembus pasar ekspor dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!