Pertamina Gelar Pelatihan Tematik untuk UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 29 Mei 2026 18:13 WIB 7
Pertamina Gelar Pelatihan Tematik untuk UMK Naik Kelas

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat daya saing peserta di berbagai sektor usaha.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, program ini dirancang agar pelaku UMK dapat naik kelas lebih cepat. Pelatihan disusun berdasarkan sektor usaha, sehingga materi yang diberikan lebih spesifik dan relevan dengan kebutuhan peserta.

Pelatihan Tematik UMK Naik Kelas

Pertamina menghadirkan pelatihan tematik bagi peserta yang bergerak di sektor craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, dan wastra. Skema ini dipilih agar setiap pelaku usaha menerima materi yang sesuai dengan karakter bisnis masing-masing.

Baron menjelaskan bahwa pelatihan tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung bersama mentor ahli. Pendekatan tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami penerapan ilmu dalam pengembangan usaha sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa program ini ditujukan agar UMK mampu berkembang lebih fokus sesuai sektor yang digeluti. Dengan bekal yang lebih spesifik, pelaku usaha diharapkan siap bersaing dan menjadi pemimpin pasar di bidangnya.

Pertamina melihat penguatan kapasitas UMK sebagai bagian penting dari ekosistem usaha nasional. Karena itu, program UMK Academy terus dikembangkan agar manfaatnya semakin terasa bagi para pelaku usaha kecil.

Mentor Tematik Beri Praktik Langsung

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam kegiatan ini untuk membagikan pengalaman dan strategi bisnis. Di antaranya pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, serta pengamat mode Lisa Fitria.

Luthfia memberikan pelatihan untuk sektor craft, furniture, dan jewelry. Ia memaparkan arah tren pasar tahun 2026 agar peserta memiliki pandangan yang lebih jauh dalam menyiapkan produk.

Sementara itu, Stenly membahas distribusi, promosi, dan pengembangan produk di sektor makanan dan minuman. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai kanal promosi yang efektif.

Pendiri Sirtanio Organik Indonesia dan Satu Atap Coworking Space Surabaya, Ahmad Tessario, turut memberi pandangan terkait penguatan usaha. Kehadiran para mentor ini membuat materi pelatihan terasa lebih aplikatif dan dekat dengan kebutuhan lapangan.

Peserta Serap Wawasan Baru

Salah satu peserta, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru. Ia memperoleh pemahaman mengenai tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital.

Menurut Novita, materi yang diberikan sangat membantu pelaku UMK untuk meningkatkan kualitas usaha. Ia menilai kapasitas usaha yang lebih kuat akan mendukung lahirnya produk dengan daya saing internasional.

Peserta lain, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, mengaku lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien. Ia juga mempelajari perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet, serta penerapannya dalam pemasaran.

Dimita menyebut kelas fesyen tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga membuka peluang baru untuk pengembangan merek. Ia merasa pengalaman tersebut penting untuk memperkuat posisi brand di pasar yang kompetitif.

UMK Academy Dukung Ekonomi

Program UMK Academy 2025 dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung pertumbuhan kewirausahaan di berbagai daerah.

Pertamina menempatkan pengembangan UMK sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi yang lebih inklusif. Dengan dukungan pelatihan yang tepat, pelaku usaha kecil diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Achmad Em, owner Kopi Kalimantan, menilai kelas tematik F&B memberinya wawasan baru tentang strategi pengembangan merek. Ia juga mempelajari inovasi produk dan pengelolaan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja usaha.

Ia meyakini pengetahuan tersebut akan memperkuat daya saing produknya di pasar kopi yang semakin ketat. Bagi Pertamina, hasil akhir yang diharapkan bukan hanya peningkatan kapasitas, tetapi juga lahirnya pelaku usaha yang tangguh dan adaptif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!