Pertamina Gelar Pelatihan Tematik untuk Naikkan Daya Saing UMK

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 19:09 WIB 6
Pertamina Gelar Pelatihan Tematik untuk Naikkan Daya Saing UMK

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat daya saing UMK di berbagai sektor usaha.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, perusahaan terus berinovasi agar program tersebut dapat membantu pelaku usaha naik kelas lebih cepat. Melalui pelatihan yang disesuaikan dengan sektor usaha, peserta diharapkan memperoleh pembelajaran yang lebih spesifik, praktis, dan relevan dengan kebutuhan pasar.

Pelatihan Tematik UMK

Pertamina menggelar pelatihan tematik bagi peserta yang berasal dari sektor craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, dan wastra. Program ini dirancang agar setiap pelaku usaha memperoleh materi sesuai karakter bisnis yang dijalankan.

Baron menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung bersama mentor ahli. Menurut dia, pendekatan ini penting agar peserta dapat memahami penerapan materi secara nyata dalam operasional usaha sehari-hari.

Melalui skema pembelajaran itu, UMK diharapkan mampu mengembangkan bisnis dengan fokus yang lebih tajam. Dengan pemahaman yang lebih spesifik, pelaku usaha dapat menyusun strategi yang lebih tepat untuk bersaing di sektor masing-masing.

Mentor Dan Materi Praktis

Sejumlah pemateri profesional hadir dalam pelatihan tersebut untuk berbagi pengalaman dan wawasan industri. Mereka antara lain pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, Ahmad Tessario, serta pengamat mode Lisa Fitria.

Luthfia memberikan materi untuk sektor craft, furniture, dan jewelry dengan fokus pada arah tren pasar tahun 2026. Ia memaparkan pentingnya membaca perubahan selera konsumen agar produk yang dihasilkan tetap kompetitif.

Sementara itu, Stenly Hendi Avanda membahas distribusi, promosi, dan pengembangan produk untuk sektor F&B. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan hemat biaya.

Peserta Dapat Wawasan Baru

Salah satu peserta, Novita Hermawan, owner Agrominafiber, menilai pelatihan ini membuka wawasan baru tentang tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. Ia menyebut materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMK untuk memperkuat posisi di pasar.

Novita mengatakan, pelatihan tersebut mendukung peningkatan kapasitas UMKM agar mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing internasional. Menurut dia, pengetahuan yang lebih luas akan membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Peserta lain, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, mengaku kini lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien setelah mengikuti kelas fesyen. Ia juga mendapat pemahaman baru mengenai perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet beserta penerapannya dalam pemasaran.

Dukungan Ekonomi Berkelanjutan

Achmad Em, owner Kopi Kalimantan, menyampaikan bahwa kelas tematik F&B memberinya wawasan baru tentang pengembangan brand, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Ia menilai pengetahuan tersebut penting untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri kopi.

Menurutnya, kemampuan membaca pasar dan mengelola bisnis secara lebih profesional akan menjadi modal penting bagi pelaku UMK. Dengan bekal tersebut, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan mendapatkan tempat di pasar yang lebih luas.

Program UMK Academy 2025 disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Pertamina menegaskan inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!