Pertamina Gelar Pelatihan Ekspor untuk UMKM Binaan

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 27 Mei 2026 07:21 WIB 3
Pertamina Gelar Pelatihan Ekspor untuk UMKM Binaan

Pertamina melalui program pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah menggelar pelatihan ekspor di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kesiapan UMKM menghadapi pasar global, sekaligus menyambut Trade Expo Indonesia 2025 yang menjadi ajang dagang penting di Asia Tenggara.

Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN yang berfokus mendorong UMKM naik kelas. Selama tiga hari, peserta menerima materi praktis mulai dari strategi promosi, pitching, business matching, hingga penyusunan kontrak ekspor.

Pelatihan Ekspor UMKM

Kepala PPEJP, Sugih Rahmansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar peserta memiliki bekal yang lebih kuat untuk bersaing di pasar ekspor. Ia menyampaikan bahwa PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama, yakni mendukung UMKM agar berdaya saing dan mampu menembus pasar global.

Menurut dia, pelatihan tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik yang langsung berkaitan dengan kebutuhan ekspor. Peserta diajak memahami display produk, presentasi bisnis, serta simulasi temu bisnis dengan calon pembeli.

Rangkaian materi tersebut dipandang penting karena banyak pelaku UMKM membutuhkan pemahaman yang lebih terstruktur sebelum masuk ke pasar internasional. Dengan pendekatan itu, peserta diharapkan lebih percaya diri saat berhadapan dengan buyer dari berbagai negara.

Sugih menilai, keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kesiapan komunikasi dan negosiasi. Karena itu, pelatihan ini diposisikan sebagai jembatan antara potensi lokal dan standar perdagangan global.

Persiapan Menuju TEI 2025

Manager SMEPP Pertamina, Fety, mengatakan pelatihan ini menjadi kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh peserta. Ia menekankan pentingnya mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan dalam pengembangan usaha.

Fety menyebut pelatihan ini juga disiapkan untuk mendukung keikutsertaan UMKM binaan dalam Trade Expo Indonesia 2025. Ajang tersebut dinilai sebagai momentum besar untuk memperkenalkan produk Indonesia kepada buyer internasional.

Karena itu, materi yang diberikan tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada strategi promosi dan negosiasi bisnis. Pendekatan ini diharapkan membuat peserta lebih siap menghadapi dinamika transaksi di pameran perdagangan internasional.

Fety menambahkan, pemahaman yang mendalam atas materi pelatihan sangat penting bagi kesiapan UMKM memasuki pasar global. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu memanfaatkan peluang ekspor secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Pengalaman Peserta UMKM

Salah satu peserta, Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut, akan membawa produk ramah lingkungan berbahan kulit ke TEI 2025. Ia mengaku antusias mengikuti pelatihan karena mendapatkan pengalaman langsung mengenai cara memperkenalkan produk di pasar internasional.

Gunawan mengatakan dirinya merasa bangga sekaligus beruntung memperoleh kesempatan tersebut. Menurut dia, pelatihan ekspor Pertamina memberinya pemahaman baru tentang strategi yang tepat untuk masuk ke pasar luar negeri.

Ia berharap produknya dapat diterima oleh pembeli internasional dan membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat Garut. Harapan itu sejalan dengan tujuan pembinaan UMKM agar pertumbuhan usaha juga memberi dampak sosial yang nyata.

Partisipasi peserta seperti Gunawan menunjukkan bahwa program pembinaan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada kesempatan pasar. Dengan begitu, UMKM memiliki ruang lebih besar untuk naik kelas dan memperluas jangkauan usaha.

Dukungan Pertamina Berkelanjutan

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung daya saing bangsa. Ia mengatakan program pelatihan ekspor dirancang agar produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Fadjar menilai upaya tersebut juga memperkuat citra bangsa di mata dunia melalui potensi lokal yang dibawa ke panggung internasional. Menurut dia, langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Program ini disebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya pada poin peningkatan lapangan kerja berkualitas, dorongan kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif. Selain itu, program pembinaan juga mendukung penguatan infrastruktur penunjang kegiatan usaha.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendorong target net zero emission 2060 melalui program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals. Seluruh langkah tersebut dijalankan sejalan dengan penerapan Environmental, Social, and Governance di seluruh lini bisnis dan operasi perusahaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!