Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 22 Mei 2026 09:07 WIB 7
Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi

Pertamina terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk naik kelas melalui fasilitasi sertifikasi usaha. Program ini menyasar sejumlah dokumen penting, mulai dari Nomor Induk Berusaha, sertifikat halal, hak kekayaan intelektual, hingga dokumen lingkungan berupa SPPL. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas, termasuk ritel modern. Di tengah persaingan usaha yang makin ketat, sertifikasi dipandang sebagai pintu masuk untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra usaha.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa sertifikasi merupakan salah satu syarat penting bagi UMKM untuk menembus pasar yang lebih besar. Menurut dia, sertifikasi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari strategi penguatan usaha yang berkelanjutan. Pertamina juga menyiapkan pendampingan komprehensif agar pelaku UMKM memahami tahapan yang harus dipenuhi. Pendekatan ini diharapkan membantu usaha kecil memenuhi standar yang dibutuhkan pasar secara lebih cepat dan tepat.

Sertifikasi UMKM dan Pasar

Sertifikasi menjadi faktor penting bagi UMKM yang ingin memperluas jangkauan bisnis. Dengan legalitas yang jelas, pelaku usaha memiliki posisi tawar yang lebih kuat saat memasuki kanal distribusi yang lebih besar. Konsumen juga cenderung lebih percaya pada produk yang telah memenuhi persyaratan resmi. Karena itu, sertifikasi tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan investasi untuk pertumbuhan usaha.

Program sertifikasi juga membantu UMKM menjawab tuntutan pasar yang semakin selektif. Di sektor pangan, misalnya, aspek halal dan keamanan produk menjadi perhatian utama bagi pembeli. Sementara itu, NIB dan dokumen lingkungan memperlihatkan bahwa usaha berjalan secara tertib dan sesuai ketentuan. Kombinasi persyaratan ini membuat produk UMKM lebih siap bersaing di tingkat yang lebih luas.

Pertamina menilai peningkatan kapasitas UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain membantu proses sertifikasi, perusahaan juga mendorong pembinaan agar pelaku usaha memahami standar mutu, kemasan, dan pemasaran. Dukungan semacam ini penting agar sertifikat yang diperoleh benar-benar memberi dampak pada penjualan. Dengan demikian, UMKM tidak hanya lolos administrasi, tetapi juga tumbuh menjadi usaha yang lebih berdaya saing.

Dukungan Pertamina untuk UMKM

Baron mengatakan Pertamina berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar naik kelas melalui pendampingan yang komprehensif. Pendampingan itu mencakup proses identifikasi kebutuhan, pengurusan dokumen, hingga fasilitasi sertifikasi yang relevan. Perusahaan ingin memastikan setiap pelaku usaha mendapat bekal yang cukup untuk berkembang. Upaya ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Fasilitasi yang diberikan mencakup sejumlah jenis sertifikasi yang dibutuhkan UMKM. Dokumen itu meliputi NIB sebagai legalitas dasar, halal untuk produk pangan, HaKI untuk perlindungan merek dan inovasi, serta SPPL untuk aspek lingkungan. Kehadiran sertifikasi tersebut membuat pelaku usaha lebih mudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Selain itu, dokumen resmi juga membantu UMKM menyesuaikan diri dengan standar pasar modern.

Menurut Baron, kebutuhan konsumen saat ini semakin selektif sehingga pelaku usaha harus mampu menyesuaikan diri. Sertifikasi menjadi salah satu cara untuk menunjukkan komitmen terhadap kualitas, keamanan, dan kepatuhan. Dengan dukungan pendampingan yang konsisten, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. Pertamina menempatkan penguatan kapasitas ini sebagai bagian dari ekosistem pembinaan usaha kecil yang lebih luas.

MiniesQ Raih Sertifikasi Halal

Salah satu UMKM penerima sertifikasi adalah Inovasi Mitra Sudjarwo atau MiniesQ yang berlokasi di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Usaha ini bergerak di bidang makanan sehat dan telah memperoleh sertifikat halal untuk sejumlah produknya. Produk yang telah tersertifikasi antara lain healthy cookies, brownies, dan camilan berbasis oat. Pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi MiniesQ untuk memperkuat kepercayaan konsumen.

Pendiri MiniesQ, Minie Sudjarwo, menyebut tren gaya hidup sehat sebagai peluang sekaligus tantangan bagi pengembangan usahanya. Menurut dia, masyarakat kini semakin memperhatikan kandungan dan manfaat dari makanan yang dikonsumsi. Kondisi itu mendorong MiniesQ untuk menghadirkan produk yang tidak hanya sehat, tetapi juga praktis dan enak. Fokus tersebut membuat bisnisnya memiliki ruang tumbuh yang menjanjikan di pasar makanan sehat.

Minie menegaskan bahwa konsistensi kualitas menjadi kunci agar produk tetap diminati konsumen. Ia ingin produknya mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang mencari makanan sehat tanpa mengorbankan rasa. Sertifikasi halal yang diperoleh juga menjadi nilai tambah untuk memperluas potensi pasar. Dengan dukungan standar yang lebih kuat, MiniesQ berupaya menjaga reputasi sekaligus meningkatkan skala usaha.

Peluang Produk Sehat

Tren makanan sehat terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup yang lebih baik. Perubahan ini membuka peluang besar bagi UMKM yang mampu menghadirkan produk sesuai kebutuhan pasar. Pelaku usaha yang mengedepankan kualitas, kepraktisan, dan rasa berpotensi menarik konsumen yang lebih luas. Dalam konteks itu, sertifikasi menjadi pelengkap penting untuk memperkuat posisi produk di pasar.

Produk sehat juga memiliki tantangan tersendiri karena konsumen cenderung membandingkan banyak aspek sebelum membeli. Label halal, kandungan gizi, kemasan, hingga kejelasan legalitas menjadi pertimbangan utama. Karena itu, UMKM perlu membangun kepercayaan sejak awal dengan menghadirkan standar yang jelas. Langkah ini akan memudahkan produk masuk ke jalur distribusi yang lebih besar dan kompetitif.

Dengan dukungan sertifikasi dan pendampingan yang tepat, UMKM dapat memanfaatkan tren konsumsi sehat sebagai motor pertumbuhan. Keberhasilan MiniesQ menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang besar apabila dikelola secara profesional. Pertamina berharap lebih banyak pelaku usaha kecil mengikuti jejak serupa untuk memperluas pasar. Pada akhirnya, penguatan sertifikasi diharapkan memberi dampak langsung pada peningkatan omzet dan daya saing UMKM.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!