Pertamina terus memperkuat pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui program sertifikasi bagi pelaku UMKM. Fasilitas yang diberikan mencakup Nomor Induk Berusaha, sertifikat halal, hak kekayaan intelektual, hingga dokumen lingkungan SPPL, dengan tujuan memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa sertifikasi menjadi syarat penting agar UMKM lebih dipercaya pasar. Ia menyebut pendampingan yang komprehensif dibutuhkan agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan menembus ritel modern.
Sertifikasi UMKM Jadi Prioritas
Pertamina menempatkan sertifikasi sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem UMKM. Langkah ini dirancang agar pelaku usaha memiliki legalitas yang lebih kuat dan mampu memenuhi standar pasar yang makin ketat.
Baron menilai sertifikasi bukan sekadar kelengkapan administrasi, melainkan pintu masuk untuk memperluas jangkauan usaha. Menurut dia, konsumen kini semakin selektif sehingga produk yang memiliki dokumen resmi akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan.
Program pendampingan tersebut juga diarahkan untuk membantu UMKM memahami tahapan sertifikasi secara lebih praktis. Dengan demikian, pelaku usaha dapat fokus pada peningkatan kualitas produk sambil menyiapkan aspek legalitas yang dibutuhkan.
Pendekatan ini diharapkan memberi dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan usaha binaan. Selain memperkuat posisi di pasar lokal, sertifikasi juga membuka peluang untuk masuk ke saluran distribusi yang lebih luas.
Dukungan Buka Akses Pasar
Salah satu manfaat utama dari sertifikasi adalah terbukanya akses menuju pasar yang lebih besar. Bagi UMKM, hal ini menjadi nilai tambah karena mampu meningkatkan peluang kerja sama dengan berbagai kanal penjualan.
Keberadaan Nomor Induk Berusaha, sertifikat halal, dan HaKI memberi sinyal bahwa produk telah memenuhi syarat yang dibutuhkan konsumen dan mitra usaha. Pada saat yang sama, dokumen lingkungan seperti SPPL menunjukkan komitmen terhadap kepatuhan usaha.
Pertamina melihat dukungan semacam ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan legalitas yang memadai, UMKM memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam persaingan usaha.
Program tersebut juga memberi ruang bagi pelaku usaha untuk masuk ke ritel modern yang umumnya mensyaratkan kelengkapan dokumen tertentu. Hal ini menjadi kesempatan penting bagi UMKM untuk memperluas distribusi produk secara berkelanjutan.
MiniesQ Tembus Sertifikasi Halal
Salah satu UMKM yang menerima manfaat program ini adalah Inovasi Mitra Sudjarwo atau MiniesQ dari Pondok Aren, Tangerang Selatan. Usaha ini bergerak di bidang makanan sehat dan telah mengantongi sertifikat halal untuk sejumlah produknya.
Produk yang telah disertifikasi mencakup healthy cookies, brownies, dan camilan berbasis oat. Dengan sertifikasi tersebut, MiniesQ memiliki landasan yang lebih kuat untuk menjangkau konsumen yang memperhatikan aspek keamanan dan kehalalan produk.
Pendiri MiniesQ, Minie Sudjarwo, mengatakan tren gaya hidup sehat menjadi peluang besar bagi pengembangan usahanya. Menurut dia, permintaan terhadap makanan sehat terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi.
Ia menambahkan bahwa tantangan utama saat ini adalah menjaga produk tetap sehat tanpa mengorbankan rasa. Karena itu, MiniesQ berupaya menghadirkan produk yang praktis, enak, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen modern.
Gaya Hidup Sehat Jadi Peluang
Perubahan preferensi konsumen mendorong UMKM pangan untuk beradaptasi lebih cepat. Tren gaya hidup sehat kini tidak hanya membuka peluang pasar baru, tetapi juga menuntut inovasi yang berkelanjutan.
Bagi pelaku usaha seperti MiniesQ, peluang tersebut harus diimbangi dengan kualitas produk dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku. Sertifikasi menjadi alat penting untuk memastikan produk tidak hanya menarik, tetapi juga dipercaya pasar.
Pertamina menilai keberhasilan UMKM naik kelas bergantung pada kombinasi antara pendampingan, legalitas, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen. Ketiganya dinilai saling melengkapi dalam membangun usaha yang lebih tangguh.
Dengan dukungan sertifikasi dan pembinaan yang tepat, UMKM berpeluang memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. Upaya ini diharapkan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
