Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 28 Mei 2026 15:07 WIB 2
Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi

Pertamina terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui fasilitasi sertifikasi usaha pada Maret 2026. Program ini mencakup Nomor Induk Berusaha, sertifikat halal, hak kekayaan intelektual, hingga dokumen lingkungan seperti SPPL. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing dan menembus pasar yang lebih luas, termasuk ritel modern. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan energi pelat merah itu dalam mendorong UMKM naik kelas.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan sertifikasi merupakan salah satu syarat penting agar produk UMKM lebih dipercaya pasar. Menurut dia, sertifikasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan pintu masuk untuk memperluas akses bisnis dan menjawab kebutuhan konsumen yang semakin selektif. Baron menyampaikan hal itu dalam keterangan tertulis pada Kamis, 9 April 2026. Ia menambahkan, Pertamina berkomitmen memberikan pendampingan yang komprehensif bagi UMKM binaan.

Sertifikasi UMKM Pertamina

Pertamina memandang sertifikasi sebagai instrumen penting untuk memperkuat posisi UMKM di pasar yang kompetitif. Melalui pendampingan yang terstruktur, pelaku usaha dibantu memahami persyaratan dasar agar produk mereka memenuhi standar yang dibutuhkan pembeli. Sertifikasi juga memberi nilai tambah pada reputasi usaha, terutama saat UMKM mulai masuk ke jalur distribusi yang lebih luas. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan.

Program fasilitasi yang dijalankan mencakup NIB, halal, HaKI, dan dokumen lingkungan SPPL. Keempat unsur tersebut dianggap relevan karena berkaitan langsung dengan legalitas, kepercayaan konsumen, perlindungan merek, dan kepatuhan usaha. Pertamina menilai kelengkapan dokumen menjadi syarat awal bagi UMKM untuk bersaing dengan produk yang sudah mapan. Dengan bekal tersebut, pelaku usaha diharapkan lebih siap memasuki ekosistem perdagangan yang lebih besar.

Baron menyebut akses ke pasar modern kerap menuntut standar administrasi dan mutu yang lebih jelas. Karena itu, sertifikasi dinilai penting untuk membantu UMKM memenuhi ekspektasi mitra dagang, distributor, dan konsumen akhir. Dukungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada dokumen, tetapi juga pada kesiapan usaha secara menyeluruh. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan bisnis UMKM dalam menghadapi persaingan.

Pertamina juga melihat program sertifikasi sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang. Melalui proses pendampingan, pelaku usaha mendapat kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperbaiki tata kelola usaha. Perusahaan berharap semakin banyak UMKM binaan yang mampu naik kelas dan masuk ke rantai pasok yang lebih luas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi akar rumput.

MiniesQ Raih Halal

Salah satu UMKM yang menerima manfaat program ini adalah Inovasi Mitra Sudjarwo atau MiniesQ dari Pondok Aren, Tangerang Selatan. Usaha tersebut bergerak di bidang makanan sehat dan telah memperoleh sertifikat halal untuk sejumlah produknya. Produk yang disertifikasi antara lain healthy cookies, brownies, dan camilan berbasis oat. Sertifikasi itu menjadi modal penting bagi MiniesQ untuk memperluas pasar.

Pendiri MiniesQ, Minie Sudjarwo, menilai tren gaya hidup sehat membuka peluang besar bagi pengembangan usahanya. Namun, peluang tersebut juga datang bersama tuntutan konsumen yang lebih kritis terhadap komposisi, keamanan, dan nilai gizi produk. Karena itu, ia menempatkan kualitas dan kepercayaan pasar sebagai prioritas utama. Menurut dia, sertifikasi membantu menjembatani kebutuhan konsumen dengan kapasitas usaha yang sedang berkembang.

Minie mengatakan pihaknya ingin menghadirkan produk yang sehat, praktis, dan tetap enak dinikmati. Target tersebut menjadi dasar inovasi produk agar MiniesQ tetap relevan di tengah perubahan preferensi konsumen. Dengan sertifikat halal, ia berharap produk lebih mudah diterima oleh segmen pasar yang lebih luas. Penguatan legalitas juga diyakini mendukung langkah promosi dan distribusi ke berbagai kanal penjualan.

Pengalaman MiniesQ menunjukkan bahwa sertifikasi dapat menjadi pemicu pertumbuhan usaha yang lebih terarah. Bagi UMKM pangan, kepercayaan konsumen sering kali ditentukan oleh bukti formal atas standar produk yang dipenuhi. Karena itu, fasilitasi sertifikasi dianggap memberi dampak langsung pada peluang komersial. Pertamina pun menempatkan keberhasilan UMKM binaan sebagai indikator penting dari program pembinaan yang dijalankan.

Akses Pasar Makin Luas

Kehadiran sertifikasi membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke jalur distribusi yang sebelumnya sulit dijangkau. Ritel modern umumnya mensyaratkan legalitas usaha, kejelasan mutu, dan kepatuhan administratif sebagai bagian dari seleksi pemasok. Dengan dukungan tersebut, UMKM memiliki posisi tawar yang lebih kuat ketika bernegosiasi dengan calon mitra bisnis. Kondisi ini diharapkan mempercepat perluasan pasar bagi produk lokal.

Pertamina menilai keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari peningkatan penjualan, tetapi juga dari kesiapan mereka menghadapi persaingan jangka panjang. Sertifikasi membantu pelaku usaha membangun fondasi bisnis yang lebih rapi dan profesional. Dalam konteks ini, legalitas menjadi bagian dari strategi pertumbuhan, bukan sekadar kewajiban administratif. Semakin lengkap persyaratan yang dipenuhi, semakin besar pula peluang produk diterima pasar.

Dukungan terhadap sertifikasi juga sejalan dengan kebutuhan konsumen yang semakin selektif dalam memilih produk. Konsumen kini cenderung mencari informasi tentang asal-usul, keamanan, dan kredibilitas produsen sebelum memutuskan pembelian. Oleh karena itu, UMKM yang memiliki dokumen resmi akan lebih mudah membangun kepercayaan. Situasi ini memperlihatkan bahwa sertifikasi berperan langsung dalam meningkatkan daya saing.

Program seperti yang dijalankan Pertamina memberi sinyal bahwa pembinaan UMKM membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Selain permodalan dan pelatihan, kepastian legalitas menjadi faktor penting agar usaha dapat bertumbuh secara sehat. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha memiliki kesempatan lebih besar untuk naik kelas. Pada akhirnya, penguatan UMKM juga memberi kontribusi pada perekonomian nasional yang lebih inklusif.

Komitmen Pembinaan Berkelanjutan

Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi UMKM binaan melalui program yang berkesinambungan. Pendampingan tersebut mencakup identifikasi kebutuhan usaha, penguatan kapasitas, hingga fasilitasi sertifikasi yang sesuai dengan karakter produk. Perusahaan menilai pendekatan ini penting agar manfaat program tidak berhenti pada satu tahap saja. Dengan pembinaan berkelanjutan, UMKM diharapkan mampu berkembang secara konsisten.

Fokus pembinaan juga diarahkan pada kesiapan pelaku usaha menghadapi perubahan pasar. Di tengah persaingan yang semakin ketat, UMKM perlu memiliki kemampuan adaptasi, baik dari sisi produk maupun tata kelola. Pertamina melihat dukungan nonfinansial seperti sertifikasi memiliki dampak besar terhadap keberlanjutan usaha. Karena itu, program pembinaan dirancang agar relevan dengan kebutuhan lapangan.

Baron menegaskan sertifikasi menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, dan menjawab kebutuhan konsumen yang selektif. Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan bisnis yang menempatkan kualitas dan legalitas sebagai fondasi utama. Bagi perusahaan, keberhasilan UMKM binaan menjadi bagian dari keberhasilan program tanggung jawab sosial yang dijalankan. Sinergi ini diharapkan terus melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang tangguh.

Dengan dukungan yang tepat, UMKM berpeluang lebih besar menjadi penggerak ekonomi daerah dan nasional. Produk lokal yang memiliki standar jelas akan lebih mudah masuk ke pasar yang lebih luas dan beragam. Pertamina berharap semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas pembinaan untuk menguatkan posisi bisnis mereka. Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa sertifikasi dapat menjadi langkah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!