Marc Jacobs Resmi Pindah Tangan ke WHP Global

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 16:25 WIB 2
Marc Jacobs Resmi Pindah Tangan ke WHP Global

Marc Jacobs memasuki babak baru setelah hampir tiga dekade berada di bawah naungan LVMH. Pada Kamis, 14 Mei 2026, grup mode mewah itu mengumumkan telah mencapai kesepakatan final untuk menjual brand Marc Jacobs kepada WHP Global. Transaksi tersebut juga melibatkan G-III Apparel Group melalui perusahaan patungan baru bersama WHP Global. Nilai penjualan tidak diungkap ke publik.

Langkah ini menandai perubahan besar bagi salah satu label fashion paling dikenal di dunia, meski arah kreatifnya dipastikan tetap terjaga. Marc Jacobs akan tetap berperan sebagai pendiri sekaligus creative director, sehingga kesinambungan identitas merek masih dijaga. Pengumuman itu segera menarik perhatian industri mode internasional karena menyangkut salah satu aset penting dalam portofolio LVMH. Kesepakatan ini juga menunjukkan strategi baru dalam pengelolaan brand mewah di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Kesepakatan Marc Jacobs

LVMH menyatakan kesepakatan jual beli telah selesai dan bersifat final. Perusahaan asal Prancis itu memilih tidak membuka nilai transaksi kepada publik. WHP Global menjadi pembeli utama dalam akuisisi ini. G-III Apparel Group ikut masuk melalui struktur kepemilikan baru.

WHP Global dikenal sebagai perusahaan yang menaungi sejumlah merek mode dan gaya hidup. Di dalam portofolionya terdapat Vera Wang, Rag & Bone, dan G-Star. Kehadiran Marc Jacobs memperluas jajaran brand yang dikelola perusahaan tersebut. Langkah ini dinilai memperkuat posisi WHP Global di industri fashion global.

Meski kepemilikan berubah, struktur bisnis brand tetap diarahkan untuk menjaga kesinambungan. Pihak perusahaan belum mengumumkan perubahan operasional yang signifikan. Namun, pasar menilai akuisisi ini dapat membuka strategi distribusi dan ekspansi baru. Fokus utama tetap pada menjaga nilai komersial dan daya tarik label Marc Jacobs.

Tanggapan Bernard Arnault

Chairman sekaligus CEO LVMH, Bernard Arnault, memberikan apresiasi terhadap sosok Marc Jacobs. Ia menyebut sang desainer memiliki kreativitas yang langka. Arnault juga menilai visi Marc Jacobs selalu unik. Pernyataan itu menegaskan besarnya peran sang desainer dalam pertumbuhan merek tersebut.

Apresiasi dari Arnault menunjukkan hubungan profesional yang terjalin panjang. Selama hampir 30 tahun, Marc Jacobs berada dalam ekosistem LVMH. Periode tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan brand dari label mode menjadi ikon global. Hubungan itu kini berlanjut dalam bentuk kerja sama yang berbeda.

Ungkapan Arnault juga memberi sinyal bahwa LVMH ingin melepas merek ini secara terhormat. Alih-alih menonjolkan sisi bisnis semata, perusahaan menekankan kontribusi kreatif Marc Jacobs. Pendekatan tersebut mencerminkan penghormatan terhadap nilai artistik sebuah rumah mode. Dalam industri fashion, reputasi semacam ini memiliki arti yang besar.

Respons Marc Jacobs

Marc Jacobs menyampaikan rasa terima kasih melalui unggahan Instagram. Ia berterima kasih kepada Bernard Arnault atas dukungan, kepercayaan, dan keyakinan yang diberikan selama hampir tiga dekade. Ucapan itu memperlihatkan hubungan yang tetap hangat antara desainer dan LVMH. Pesan tersebut juga menandai penutupan satu fase penting dalam kariernya.

Dalam pernyataannya, Marc Jacobs menyebut bekerja bersama keluarga Arnault dan LVMH sebagai sebuah kehormatan besar. Kalimat itu menggambarkan penghargaan atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama. Ia tidak menampilkan nada perpisahan yang keras. Sebaliknya, ia menekankan rasa hormat dan apresiasi.

Reaksi tersebut menunjukkan bahwa perubahan kepemilikan tidak selalu identik dengan putusnya ikatan emosional. Bagi Marc Jacobs, brand yang ia bangun tetap memiliki nilai personal yang tinggi. Sikap itu penting bagi penggemar dan pelaku industri yang mengikuti arah masa depan label tersebut. Responsnya membantu menjaga citra brand tetap positif di tengah transisi.

Arah baru label fashion

Meski berpindah tangan, Marc Jacobs dipastikan tetap bertahan sebagai pendiri dan creative director. Ia akan terus memimpin koleksi runway dan arah kreatif label tersebut. Keputusan ini menjadi faktor penting bagi kesinambungan identitas brand. Dengan demikian, perubahan kepemilikan tidak serta-merta mengubah karakter desain yang telah dikenal luas.

Posisi Marc Jacobs sebagai pemimpin kreatif memberi kepastian bagi pasar dan pelanggan. Koleksi mendatang diperkirakan masih akan mencerminkan gaya khas yang sudah melekat pada label itu. Dalam industri fashion, stabilitas visi kreatif sering menjadi penentu nilai sebuah brand. Karena itu, keberlanjutan peran sang pendiri menjadi perhatian utama.

Transaksi ini juga memperlihatkan bahwa merek fashion besar kerap bergerak melalui kombinasi investasi dan kreativitas. WHP Global dan G-III Apparel Group kini memegang kendali bisnis, sementara Marc Jacobs tetap menjaga identitas artistiknya. Model seperti ini banyak dipilih untuk mempertahankan daya saing brand di pasar global. Bagi industri mode, kesepakatan ini menjadi salah satu transaksi penting yang patut dicermati.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!