Pertamina Dorong Sertifikasi UMKM untuk Perluas Pasar

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 27 Mei 2026 07:12 WIB 3
Pertamina Dorong Sertifikasi UMKM untuk Perluas Pasar

Pertamina terus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui program fasilitasi sertifikasi pada Maret 2026. Dukungan ini mencakup Nomor Induk Berusaha, sertifikat halal, hak kekayaan intelektual, hingga dokumen lingkungan, agar UMKM lebih siap masuk ke pasar yang lebih luas.

Program tersebut ditujukan untuk membantu UMKM memenuhi persyaratan usaha sekaligus membuka peluang ke ritel modern. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa sertifikasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan pasar.

Sertifikasi UMKM jadi pintu pasar

Pertamina menilai sertifikasi bukan sekadar kelengkapan administratif, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Dengan dokumen yang sesuai, pelaku UMKM memiliki posisi tawar yang lebih kuat saat berhadapan dengan mitra usaha dan konsumen.

Muhammad Baron mengatakan sertifikasi membantu UMKM menjawab kebutuhan pasar yang semakin selektif. Menurut dia, kepercayaan konsumen tumbuh ketika produk telah memenuhi standar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perusahaan pelat merah itu juga menekankan pentingnya pendampingan yang menyeluruh bagi UMKM. Fasilitasi sertifikasi menjadi bagian dari upaya agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses UMKM naik kelas. Selain itu, akses terhadap jaringan distribusi yang lebih luas dapat terbuka lebih cepat ketika legalitas usaha sudah lengkap.

Pertamina fasilitasi legalitas usaha

Sertifikasi yang diberikan meliputi Nomor Induk Berusaha, halal, hak kekayaan intelektual, dan dokumen lingkungan seperti SPPL. Seluruh dokumen itu menjadi fondasi penting bagi UMKM yang ingin memperluas skala bisnis.

Baron menegaskan bahwa komitmen Pertamina tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Perusahaan ingin memastikan para pelaku usaha memperoleh pendampingan yang komprehensif agar proses pengurusan sertifikasi berjalan lebih mudah.

Fasilitasi ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan pelaku usaha kecil yang sering menghadapi kendala administrasi. Dengan dukungan tersebut, UMKM dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan pemasaran.

Pertamina menilai legalitas yang lengkap akan memudahkan UMKM menjangkau pasar modern. Pada saat yang sama, hal itu memperkuat citra produk di mata konsumen yang semakin memperhatikan aspek keamanan dan kejelasan asal barang.

MiniesQ raih sertifikat halal

Salah satu UMKM penerima dukungan adalah Inovasi Mitra Sudjarwo atau MiniesQ dari Pondok Aren, Tangerang Selatan. Usaha ini bergerak di bidang makanan sehat dan telah mengantongi sertifikat halal untuk sejumlah produknya.

Produk yang telah tersertifikasi antara lain healthy cookies, brownies, dan camilan berbasis oat. Bagi MiniesQ, status halal menjadi nilai tambah untuk memperkuat kepercayaan konsumen.

Pendiri MiniesQ, Minie Sudjarwo, menyebut tren gaya hidup sehat sebagai peluang besar bagi pengembangan usahanya. Namun, ia juga menilai tren itu menuntut pelaku usaha untuk terus menjaga kualitas dan inovasi produk.

Ia menekankan bahwa konsumen kini mencari produk yang sehat, praktis, dan tetap enak. Karena itu, sertifikasi dipandang penting untuk menjaga kredibilitas sekaligus memperluas pasar.

Gaya hidup sehat dorong peluang

Minie melihat perubahan perilaku masyarakat sebagai momentum bagi UMKM pangan sehat. Permintaan terhadap produk yang lebih aman dan berkualitas terus meningkat seiring naiknya kesadaran konsumen.

Dalam kondisi tersebut, pelaku usaha dituntut tidak hanya menjual rasa, tetapi juga nilai tambah. Sertifikasi halal dan legalitas usaha menjadi modal penting untuk memenangkan persaingan.

Pertamina menyebut pendampingan UMKM akan terus diarahkan agar pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang pasar secara optimal. Dukungan ini diharapkan memberi efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan sertifikasi yang lengkap, UMKM memiliki peluang lebih besar masuk ke rantai pasok yang lebih luas. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!