Pertamina Bekali UMKM Hadapi Pasar Ekspor

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 04:23 WIB 5
Pertamina Bekali UMKM Hadapi Pasar Ekspor

Pertamina membekali puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pelatihan ekspor di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Program ini digelar untuk memperkuat kesiapan UMKM binaan menghadapi pasar global, termasuk ajang Trade Expo Indonesia 2025.

Pelatihan tersebut menjadi tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN yang berfokus mendorong UMKM naik kelas. Selain materi teknis, kegiatan ini juga dirancang agar peserta lebih siap dalam promosi, negosiasi, dan kerja sama bisnis internasional.

Pelatihan ekspor UMKM

Selama tiga hari, peserta menerima materi dari praktisi berpengalaman yang fokus pada kebutuhan ekspor. Topik yang dibahas meliputi strategi promosi di pameran dagang internasional, teknik pitching, temu bisnis, hingga penyusunan kontrak. Pendekatan ini dibuat agar pelaku usaha memahami proses ekspor secara menyeluruh.

Pelatihan tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga dilengkapi praktik langsung. Peserta menjalani simulasi display produk, presentasi, dan temu bisnis agar lebih percaya diri saat bertemu buyer. Metode tersebut diharapkan membantu mereka mengasah kemampuan komunikasi usaha. Dengan pengalaman itu, UMKM dapat menampilkan produk secara lebih profesional.

Kepala PPEJP, Sugih Rahmansyah, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya mendorong UMKM berdaya saing. Ia menyebut PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama dalam mendukung produk lokal menembus pasar global. Menurut dia, peserta perlu mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar siap bersaing di pasar ekspor.

Persiapan menuju TEI

Trade Expo Indonesia 2025 menjadi fokus utama dari rangkaian pembekalan ini. Ajang tersebut merupakan salah satu pameran perdagangan terbesar di Asia Tenggara dan menjadi momentum penting bagi UMKM untuk memperluas pasar. Melalui TEI, pelaku usaha berpeluang memperkenalkan produk mereka kepada buyer internasional. Kesempatan ini dinilai sangat strategis untuk membuka akses dagang baru.

Fety, Manager SMEPP Pertamina, mengatakan pelatihan ini dirancang agar peserta matang dari sisi produk dan strategi bisnis. Ia menilai pemahaman mendalam atas materi menjadi kunci kesiapan UMKM menghadapi pasar global. Karena itu, peserta diharapkan memanfaatkan setiap sesi untuk memperkuat kemampuan ekspor. Kesiapan tersebut akan menentukan daya saing di hadapan calon mitra dagang.

Menurut Fety, TEI bukan sekadar pameran, melainkan pintu masuk menuju kerja sama yang lebih luas. Ia menekankan pentingnya kemampuan promosi, negosiasi, dan presentasi yang solid saat bertemu buyer. Dengan bekal tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun relasi bisnis jangka panjang. Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi ekspansi usaha ke pasar internasional.

Suara pelaku usaha

Salah satu peserta, Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut, akan membawa produk ramah lingkungan berbahan kulit ke TEI 2025. Ia mengaku antusias mengikuti pelatihan yang diberikan Pertamina. Menurut dia, kesempatan ini sangat berharga karena membuka wawasan baru tentang ekspor. Gunawan berharap ilmunya dapat langsung diterapkan dalam promosi produk.

Gunawan menyebut pelatihan tersebut memberinya pemahaman tentang cara memperkenalkan produk di pasar internasional. Ia menilai strategi yang tepat sangat dibutuhkan agar produk lokal dapat diterima buyer asing. Dengan pendampingan itu, ia semakin percaya diri menghadapi pameran dagang. Harapannya, produk dari Garut bisa dikenal lebih luas.

Ia juga berharap usahanya mampu membuka lapangan kerja yang lebih besar bagi masyarakat sekitar. Bagi Gunawan, ekspor bukan hanya soal penjualan, tetapi juga peluang ekonomi bagi daerah. Karena itu, ia menilai pembekalan seperti ini sangat penting bagi UMKM. Dukungan semacam ini memberi dorongan nyata bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.

Dukungan bagi ekonomi nasional

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan. Pertamina ingin memastikan produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Perusahaan juga berupaya memperkuat citra bangsa di mata dunia melalui kualitas produk lokal. Menurut dia, langkah tersebut menjadi wujud nyata dukungan terhadap ekonomi nasional.

Fadjar menjelaskan bahwa program pelatihan ekspor sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya poin yang mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Program ini juga mendukung pengembangan industri kreatif dan penguatan infrastruktur ekonomi. Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga ekosistem usaha di sekitarnya. Pertamina ingin mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pertamina menegaskan komitmennya sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi yang tetap memberi dampak sosial langsung. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk mendukung target net zero emission 2060 melalui penerapan ESG dan pencapaian Sustainable Development Goals. Dalam konteks itu, pemberdayaan UMKM menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Program ini diharapkan memperkuat kontribusi sektor usaha kecil terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!